Mahasiswa UKSW Raih Top 5 On-Campus Event Content Challenge Google Student Ambassador 2026, Sisihkan 80.000 Pendaftar di Indonesia

INFO UKSW695 Dilihat

SALATIGA–Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Ni Ketut Puput Nilasari, berhasil meraih Top 5 On-Campus Event Content Challenge dalam program Google Student Ambassador (GSA) Batch 1 Class of 2026. Prestasi tersebut diraih setelah Puput menyelenggarakan kegiatan edukasi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan kampus dan mengemasnya menjadi konten kreatif.

Puput merupakan satu dari sekitar 2.000 mahasiswa yang terpilih sebagai GSA dari lebih dari 80.000 pendaftar di Indonesia. Dalam program tersebut, mahasiswa mendapatkan berbagai tugas edukasi dan ditantang menyelenggarakan kegiatan on-campus. Puput kemudian menjadi salah satu dari 500 GSA pertama yang mencapai Tier Gemini Rising Star, sebelum konten kegiatannya terpilih sebagai salah satu pemenang On-Campus Event Content Challenge yang diikuti sekitar 2.000 GSA.

Untuk mencapai capaian tersebut, Puput menyelenggarakan dua kegiatan edukasi AI. Kegiatan pertama berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Salatiga, Forum Genre, dan Duta Genre dengan sekitar 25 peserta, sedangkan kegiatan kedua berlangsung di Fakultas Psikologi UKSW dengan melibatkan sekitar 30 mahasiswa lintas fakultas serta alumni GSA.

Baca Juga  Alyssa Berliana Putri, Mahasiswa UKSW Raih Kesempatan Studi di Negeri Paman Sam Melalui IISMA 2024

Kedua kegiatan dikemas dengan pendekatan hands-on learning melalui praktik pemanfaatan AI untuk kebutuhan mahasiswa, mulai dari mengembangkan ide, merangkum informasi, brainstorming, hingga membuat konten visual. Dokumentasi kedua kegiatan tersebut kemudian diolah Puput menjadi konten yang dipublikasikan melalui Instagram dan TikTok dan berhasil menjadi salah satu konten terbaik dalam On-Campus Event Content Challenge.

“Saya ingin mahasiswa tidak hanya tahu bagaimana menggunakan AI, tetapi juga memahami kapan dan bagaimana AI sebaiknya digunakan. Saya selalu membawa prinsip bahwa AI adalah asisten, bukan pengganti manusia,” ujar Puput.

Sebagai GSA UKSW, mahasiswa angkatan 2023 ini tidak hanya memperkenalkan Google AI dan Gemini, tetapi juga mendorong pemanfaatannya secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Menurutnya, mahasiswa perlu tetap memeriksa dan memverifikasi informasi yang dihasilkan AI serta menggunakan kemampuan berpikir dan kreativitas manusia dalam setiap prosesnya.

Baca Juga  UKSW Perkuat Jejaring Akademik di Asia Tenggara, Hadir di Timor Leste: Rektor Intiyas Beber Pandangan Global

Pengumuman Top 5 On-Campus Event Content Challenge disampaikan oleh tim Google melalui email, belum lama ini. Bagi Puput, capaian tersebut menjadi bukti bahwa gagasan yang ia bawa sejak proses pendaftaran GSA dapat diwujudkan menjadi kontribusi nyata di UKSW.

“Bagi saya, pencapaian ini bukan hanya tentang memenangkan sebuah challenge, tetapi menjadi bukti bahwa gagasan yang saya tuliskan sejak awal pendaftaran dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata dan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang di UKSW,” ungkapnya.

Puput berharap pengalaman tersebut dapat terus dikembangkan melalui kontribusi sederhana di lingkungan kampus. Setelah menyelesaikan rangkaian GSA Batch 1 2026, ia juga berkomitmen membantu membuka akses Google AI Pro gratis selama satu tahun bagi mahasiswa UKSW agar semakin banyak mahasiswa dapat mengenal dan memanfaatkan AI untuk mendukung proses belajar, berkarya, dan berinovasi.

Baca Juga  Kukuhkan Doktor Ilmu Komputer, UKSW Konsisten Lahirkan Doktor Unggul Berdaya Saing Global

Pengembangan inovasi tersebut juga sejalan dengan upaya UKSW mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, ke-9 yaitu industri, inovasi dan infrastruktur, dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen UKSW dalam mendukung program Diktisaintek Berdampak yang selaras dengan Asta Cita ke-4 melalui penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.

 

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (RLS/UKSW/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan