Jakarta (MEDIATOR)– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan program strategis bertajuk “Mahasiswa Berdampak” pada Rabu (14/1/2026). Program ini bertujuan memobilisasi 10.000 mahasiswa untuk mengakselerasi pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera melalui solusi inovasi teknologi yang berkelanjutan.
Program ini akan difokuskan secara masif di 30 kabupaten yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berlangsung selama satu bulan penuh (28 Januari – 28 Februari 2026), para mahasiswa akan terjun langsung di sektor krusial seperti ketahanan pangan, energi terbarukan, kesehatan, serta optimalisasi ekonomi hijau dan biru.
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek menegaskan bahwa misi ini bukan sekadar bantuan sosial konvensional. “Kami mengharuskan setiap tim membawa solusi berbasis teknologi. Kampus harus menjadi aktor utama dalam memulihkan harapan masyarakat pascabencana melalui pendekatan multidisiplin,” tulis kementerian dalam keterangan resminya.
Ketentuan dan Mekanisme Tim
Program ini secara khusus ditujukan bagi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang memiliki SK resmi. Setiap tim wajib memenuhi kriteria komprehensif sebagai berikut:
Multidisiplin: Terdiri dari minimal 50 mahasiswa dari tiga program studi berbeda.
Pendampingan Pakar: Didampingi dua dosen pembimbing yang memiliki rekam jejak inovasi atau Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Sistem Live-in: Seluruh peserta wajib menetap penuh waktu di lokasi sasaran.
Rekognisi Akademik: Dedikasi mahasiswa akan diakui setara dengan 160 Jam Kerja Efektif Mahasiswa (JKEM).
Dukungan Pendanaan dan Kolaborasi
Kemdiktisaintek menyediakan dukungan operasional bagi 150 proposal terbaik dengan pendanaan maksimal sebesar Rp120 juta per proposal. Khusus bagi perguruan tinggi yang berjarak lebih dari 200 kilometer dari lokasi sasaran—seperti Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kupang—berlaku kebijakan sharing funding melalui kolaborasi internal kampus maupun kemitraan strategis Corporate Social Responsibility (CSR).
Tenggat Waktu Pendaftaran
Pengajuan usulan proposal dilakukan secara daring melalui sistem BIMA Kemdiktisaintek yang mulai dibuka pada 15 hingga 20 Januari 2026. Panduan teknis pendaftaran dapat diakses melalui kanal pengumuman resmi kementerian.
Melalui sinergi antara semangat pengabdian mahasiswa dan penguasaan teknologi, program “Mahasiswa Berdampak” diharapkan mampu menciptakan model pemulihan bencana yang lebih cepat, efisien, dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat di Pulau Sumatera.(Audc/rls/undana/boy)






