Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Kupang Stabil

Metro43 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Menjelang Hari Raya Natal, terpantau harga sejumlah bahan makanan pokok di Kota Kupang masih stabil. Tidak terjadi kenaikan signifikan. Demikian hasil pantauan dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang setelah mendatangi distributor dan pasar tradisional di Kota Kupang, belum lama ini. Saat itu Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH., memimpin dan memantau langsung bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, General Manager Pelindo III Kupang, Agus Nazar.

Turut mendampingi antara lain Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang , Djidja Kadiwanu, S.E., Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere,  AP. M.Si, Dirut PD Pasar, Kardina Kale Lena serta perwakilan Bulog NTT.

Wali Kota dalam sesi wawancara dengan media menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dengan Bank Indonesia dalam upaya memantau harga sehingga kalau ada gejolak harga maka dapat diantisipasi dengan langkah-langkah yang telah dipersiapkan.

Baca Juga  Esthon Foenay Menyampaikan Selamat Memperingati Jumat Agung dan Paskah

“Harga pasar di Kota Kupang masih dalam taraf stabil, dalam artian ketersediaan stok dan kestabilan harga. Meskipun begitu kita akan terus pantau perkembangan harga hingga hari raya nanti. Mengantisipasi adanya indikasi beberapa barang di Kota Kupang dibawa ke daerah lain sehingga ketersediaan stok berkurang dan mengakibatkan lonjakan harga nantinya,” jelas Wali Kota.

Usai melakukan pemantauan di pasar, rombongan kembali ke Kantor Wali Kota Kupang untuk melanjutkan dengan Rapat Koordinasi TPID Kota Kupang guna membahas langkah antisipatif mencegah laju inflasi. Dari data dan hasil pantauan TPID diketahui bahwa stok sembako di Kota Kupang, masih aman untuk beberapa bulan ke depan.

Pada forum rapat TPID Wali Kota menyampaikan bahwa pantauan ini untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru telah siap. Langkah ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Pemerintah Kota Kupang dan stakeholder yang terlibat sudah siap menyiapkan bahan-bahan pokok kebutuhan masyarakat. Hal ini juga untuk mengantisipasi lonjakan harga dengan mengambil langkah yang tepat.

Baca Juga  Tim Prabowo Gibran Gelar Revolusi Putih di Oepura, Silahkan Konsultasi Gratis

Selanjutnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyampaikan pada bulan November 2021, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,59%, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,20%. Inflasi terutama didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara, daging ayam ras dan minyak goreng. Di sisi lain ada beberapa bahan pokok yang mengalami penurunan harga sehingga menjadi faktor penahan inflasi.

Inflasi bahan makanan terus menurun pasca siklon seroja, namun masih lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Inflasi setiap bulan Desember biasanya meningkat lebih tinggi seiring dengan konsumsi masyarakat yang juga meningkat pada hari raya Natal dan Tahun Baru.

Pemantauan diawali pada gudang distributor CV Sumber Cipta yang terletak di Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak. Wali Kota dan TPID disambut langsung oleh Direktur CV Sumber Cipta, Fernando Gontai yang memastikan stok sembako mereka cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kupang menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru nanti. Rombongan juga berkesempatan meninjau langsung stok persediaan beras, gula dan tepung terigu dan minyak goreng.

Baca Juga  Pemkot Launching Integrasi Data Kotaku dengan Website Kota Kupang

Setelah memantau ketersediaan stok pada distributor, rombongan beranjak menuju Pasar Kasih Naikoten I untuk memantau kenaikan harga sembako jelang Hari Raya Natal. Beberapa pedagang diwawancarai untuk mengetahui perkembangan harga sembako seperti daging ayam, daging sapi dan bumbu dapur.

Dari hasil pantauan tidak ditemukan kenaikan harga yang cukup signifikan, kecuali pada harga cabai yang terdapat kenaikan. Naiknya harga cabai diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi di mana banyak cabai yang rusak sebelum panen tiba. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir menjelang perayaan hari raya Natal dan Tahun Baru ini karena TPID menjamin ketersediaan stok sembako dan kestabilan harga.  (*PKP_chr/***/MSC01)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *