Gubernur Apresiasi Pontuak Festival Undana, Jadi Ruang Kreasi dan Riset Mahasiswa

Pendidikan785 Dilihat

KUPANG–Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, hadir dan membuka Pontuak Festival Universitas Nusa Cendana (Undana) Tahun 2026 yang berlangsung Kamis (5/11/2026) malam di Lapangan Bela Negara di kampus Undana-Penfui. Di hadapan Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni, Kabinda NTT, Rektor Undana, Prof Jefri Bale para wakil rektor dan seluruh jajaran, Gubernur Melki memberi apresiasi atas pelaksanaan event yang sejatinya akan berlangsung sejak 5 – 7 November 2026 ini. Baginya, event tersebut harus benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi, kreativitas, inovasi, dan aktualisasi potensi generasi muda. Festival ini pun diharapkan mampu memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.

“Saya menyampaikan penghargaan kepada Undana dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan yang mempertemukan seni, budaya, olahraga, inovasi, dan kewirausahaan dalam semangat kebersamaan. Pontuak Festival bukan sekadar festival kampus atau kegiatan hiburan, melainkan wadah perjumpaan dan kolaborasi yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Saya juga harap agar ini nantinya menjadi ajang untuk riset mahasiswa dan dosen,”tegas Melki.

Dia menambahkan “Undana sebagai salah satu kampus terbesar di Flobamorata memiliki tanggung jawab besar, bukan hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang inovatif, kreatif, berkarakter, berdaya saing, dan mampu memberikan solusi bagi persoalan masyarakat secara konkret di Nusa Tenggara Timur.”

Tak hanya itu, Gubernur juga menyoroti filosofi Pontuak (Pohon Tuak) yang merepresentasikan kekayaan alam dan kehidupan masyarakat NTT. Pohon Tuak yang memiliki akar kuat, batang tegak, serta mampu bertahan dalam berbagai kondisi alam menjadi simbol penting bagi pembentukan karakter generasi muda.

 

Filosofi tersebut, lanjut Gubernur, mengajarkan pentingnya memiliki akar yang kuat berupa ilmu pengetahuan, budaya, integritas, dan karakter; batang yang teguh berupa semangat, disiplin, dan daya juang; serta menghasilkan buah berupa karya, inovasi, dan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  Undana Resmi Terima SK Pembentukan Prodi Teknik Geologi Konsentrasi Geothermal

 

“Harapan kita, mahasiswa-mahasiswi Undana berakar kuat pada budaya, bertumbuh dengan ilmu, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang. Jangan takut bermimpi dan menciptakan sesuatu yang baru. NTT membutuhkan lulusan Undana yang tidak hanya mencari dan mengisi pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan berbagai lapangan kerja di NTT,” tegasnya.

 

Gubernur mengapresiasi berbagai kegiatan yang dihadirkan dalam Pontuak Festival, antara lain Sport Festival, Art Festival, Innovation and Entrepreneur Expo, Cultural Festival, Community Engagement, Alumni Homecoming, serta partisipasi UMKM dari berbagai tempat. Ia berharap ruang tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk memperdalam kreativitas, menampilkan hasil penelitian, mengembangkan inovasi, dan mempromosikan produk unggulan.

 

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa Pontuak Festival sejalan dengan arah pembangunan Provinsi NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. Semangat tersebut juga sejalan dengan dasar cinta ke-10 Melky Joni, yakni “Ayo bangun NTT, kolaborasi bersama.” Sementara gubernur juga memberi apresiasi dan berkomitmen mendukung ekosistem di mana kreativitas anak muda dan produk UMKM lokal mendapatkan panggung, pendampingan, serta pasar yang lebih luas.

Baca Juga  Peneliti Undana Dibidik Masuk Nominasi Nasional Anugerah Diktisaintek 2026

 

Menurut Gubernur, kolaborasi antara perguruan tinggi, akademisi, mahasiswa, alumni, praktisi profesional, pelaku UMKM, dan sektor usaha merupakan fondasi penting dalam membangun ekonomi NTT yang mandiri, berdaya saing, dan berbasis kerakyatan. Ia juga menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi UMKM agar mampu menjadi tuan rumah dan mandiri di daerah sendiri.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyambut baik cita-cita Undana untuk mempercepat langkah menuju world class university. Namun, ia mengingatkan bahwa universitas berkelas dunia harus tetap berpijak pada identitas lokal.

 

“Berpikir global, berakar lokal, dan berkarya untuk kemanusiaan. Itulah semangat yang saya kira menjadi spirit Undana dan kita semua. Kita mampu membawa kekayaan alam, budaya, kearifan lokal, hasil penelitian, dan berbagai potensi NTT menjadi pengetahuan dan karya yang diakui di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. (boy/IST)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan