Kupang (MEDIATOR)–GMKI Komisariat Muhammadiyah Kupang, Sabtu (25/1/2025) menggelar Pendidikan Kader Tingkat Komisariat (PKTK) yang bertujuan membina dan mempersiapkan anggota menjadi kader-kader yang loyal dan berjiwa kepemimpinan.
Kegiatan yang digelar sehari ini berlangsung di sekretariat BPC GMKI Cabang Kupang.
Ketua panitia pelaksana, Merry Ottu melaporkan, setidaknya 25 orang anggota komisariat, 6 orang pengurus komiasariat, dan 7 orang dari BPC hadir dan mengikuti kegiatan. Sementara materi yang diberikan antara lain Mekanisme Kerja Internal dibawakan oleh Wasek (bung Dangki Silla, SH), Mekanisme Persidangan oleh Sekfung Or (bung Andri Hane,SE), Manejemen Konflik oleh Bung Senior Fendi Bia, SH) dan materi Desain Grafis oleh sekfung media dan komunikasi (bung Marlon Naitboho,S.Pd).

Berbagai motivasi diberikan dalam seremoni penutupan yang didahului dengan ibadah singkat.
Stenly Boymau selaku senior GMKI Komisariat Muhammadiyah, dalam sambutannya memberi apresiasi atas langkah pertama yang sudah dilakukan oleh pengurus.
“Ini penting untuk memberi penguatan kepada kader-kader baru agar mereka memiliki pemahaman yang baik dalam ber-GMKI. Terutama memahami sejarah dan prinsip-prinsip dasar di organisasi ini karena kader rumah biru memiliki kekhasan yang tak dimiliki kader organisasi lain,”tegas Stenly.
Dia memberi testimoni mengenai dinamika membangun organisasi di Universitas Muhammadiyah Kupang di tahun 1996. Pihak kampus yang terbuka, serta jejaring yang baik dengan sesama organisasi Cipayung, sehingga saling support.
“Saya yakin bahwa baik universitas maupun sesama organsisasi di kampus, memiliki visi yang sama untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai kader loyal dan pemimpin masa depan sehingga komunikasi dan saling support harus selalu ada,”ujar mantan jurnalis Jawa Pos group ini.
Sementara ketua komisariat, Oskar Horo salam sambutannya berterimakasih kepada baik itu BPC, maupun para senior yang sudah mensupport terlaksananya kegiatan tersebut. Dia berharap kedepan mereka terus disupport agar terus melangkah.
Satrio T. H Boling, S.Th selaku Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan yang hadir mewakili BPC GMKI juga memberi apresiasi atas kerja nyata Komisariat Muhammadiyah.
Ada materi yang sejatinya sangat bermanfaat bagi pertumbuhan kader kedepan. Dia mencontohkan manajemen konflik. Saat ini sedang terjadi degradasi mental anak muda, sehingga muncul beberapa jasus bunuh diri.
“Mereka ini sedang mengalami krisis mental. Nah materi manajemen konflik mengajarkan untuk mampu mengendalikan diri terhadap masalah. Masalah dihadapi dengan cara cerdas, bukan dengan gantung diri. Dipastikan masuk neraka karena merebut hak prerogatif Allah,”tegasnya serius. Tak hanya itu, dia menekankan pentingnya membangun komunikasi dengan senior maupun BPC sehingga memudahkan dalam kerja-kerja organisasi. (Boy)












