Gereja Mawar Sharon Kini Hadir di Kupang, Diresmikan Pastor Philip Mantofa Didampingi Wakil Walikota, Don Putra dan Briando Gotama

Metro511 Dilihat

MEDIATORKUPANG.COM, KUPANG—Gereja Mawar Sharon (GMS), kini hadir di Kota Kupang, yakni di Subasuka Convention Center, Jl RW. Monginsidi Kelurahan Fatululi, atau belakang Subasuka Dept Store Fatululi. Kehadiran gereja yang selalu akrab dengan slogannya ‘Welcome Home’ ini, ditandai dengan ibadah dan pengguntingan pita oleh Pastor Philip Mantofa.

Hadir mendampingi Pastor Philip di atas altar, Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man, juga Komisaris Subasuka Group, Johanes Don Putra Gotama. Ada yang menarik, ketika diundang naik ke altar untuk mengikuti prosesi pengguntingan pita, Don Putra Gotama tidak sendirian. Dia menoleh ke samping, lalu mengajak putra sulungnya Briando Pribadi Gotama untuk bersamanya naik ke atas, mendampingi Pastor Philip untuk menggunting pita.

Diatas panggung, sudah ada Pastor Philip, serta gembala GMS Kupang, Pdm Andri Suprianto. Dalam hitungan ketiga, pita pun terputus, digunting oleh Pastor Philip, Wakil Walikota Kupang Hermanus Man, Pdm Andri dan Briando Gotama. Ribuan jemaat yang memenuhi gedung berkapasitas seribu orang lebih itu, serentak bertepuk tangan kegirangan, merayakan moment bersejarah ini.

Duduk di depan, sejumlah tamu undangan yakni anggota DPRD NTT, Kepala Kesbangpol Linmas Kota Kupang, Noce Nus Loa dan sejumlah pejabat lainnya. Ada juga peserta mission trip dari sejumlah hamba Tuhan dari beberapa wilayah di Pulau Jawa. Sementara hadir juga sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang organisasi pelayanan.

Baca Juga  Ayo Banjiri Halaman Gubernuran dan Arena Car Free Day Besok, ada Iven Menarik dari NFA
KHOTBAH. Pastor Philip Mantofa, dengan gaya bicaranya yang khas, berkhotbah tentang esensi dari kehadiran sebuah gedung gereja.
Foto: Stenly Boymau/Mediatorkupang.com

Dalam khotbahnya Pastor Philip lebih banyak mendoakan serta meneguhkan kehadiran gedung ibadah tersebut. Dia menekankan jemaat tidak boleh berbangga dengan gedung yang megah dan fasilitas yang mumpuni, melainkan harus tetap fokus pada Amanat Agung yang tertera dalam Injil, yakni mereka diutus pergi, serta menjadikan semua bangsa murid Yesus.

“Karena itu saya tekankan, gedung gereja ini mestinya menjadi rumah doa, rumah kesembuhan, rumah warisan, rumah pujian dan rumah Tuhan. Dengan kehadiran gedung kebaktian ini, kita sangat berterimakasih kepada Tuhan serta semua pihak yang sudah peduli pada pelayanan Tuhan,”tegas Pastor Philip menambahkan, dalam fungsinya sebagai rumah doa, seluruh akrtivitas disana mesti didasari dengan doa. Demikian halnya dengan rumah pujian dan selanjutnya. Dia mengkhawatirkan jangan sampai rumah Tuhan hanya sekedar slogan.

Sebelumnya, dia mengurai bahwa sudah sejak lama terbeban untuk Kota Kupang. Ada beberapa tanda yang diberi oleh Tuhan, bahwa dia harus ke Kupang dan baru terjawab sekarang. Dia sangat kagum akan perkembangan GMS Kupang yang menurutnya sangat cepat. Jika setahun yang lalu masih terdapat banyak kekurangan, maka tahun ini Tuhan melengkai seluruh fasilitasnya. Karena itu dia mengajak seluruh jemaat untuk selalu bersyukur pada Tuhan.

JABAT TANGAN. Pastor Philip Mantofa menjabat tangan J Don Putra Gotama, di sela-sela pengguntingan pita pengresmian GMS Kupang.
Foto: Stenly Boymau/Mediatorkupang.com

Semua Milik Tuhan

Baca Juga  Walikota Serahkan 2 Mobil Ambulans dan 5 Buah Motor untuk Operasional Puskesmas Alak dan Bakunase

Sementara itu, J. Don Putra Gotama, beberapa saat seusai ibadah, mengurai sedikit mengenai riwayat kehadiran gedung ini. Menurut Don, apa yang diberinya saat ini tidak sebanding dengan banyaknya berkat Tuhan yang dipercayakan padanya. Itulah yang menjadi alasan, ketika Pastor Philip Mantofa menggenggam erat tangan kanannya, di atas panggung pada moment pengguntingan pita, Don dengan sedikit membungkuk, menegaskan “Semua yang ada pada kami milik Tuhan.” Ucapan Don memiliki makna yang sangat dalam, bahwa apa yang diberikannya malam itu, untuk pelayanan, tidak sebanding dengan apa yang sudah Tuhan beri padanya.

Ketika didalami lebih jauh mengenai motivasi kalimat itu, kepada Mediatorkupang.com, Don Putra Gotama mengurai sedikit riwayat panggilannya untuk pelayanan ini. Berawal pada suatu ketika, dia bersama keluarganya sedang bergumul untuk mencari tempat usaha. Dan ternyata ada seorang hamba Tuhan asal Amerika yang mendoakan dia dan saat itu berkata bahwa dia akan memiliki sebuah lokasi usaha yang luas, dan di lokasi itu, mereka akan diberkati. Dan ternyata nubuatan hamba Tuhan itu benar, tiga bulan kemudian mereka memperoleh tanah itu yang nantinya dijadikan sebagai Subasuka Dept Store Kelurahan Fatululi.

Di suatu ketika, saat sedang berada di Singapura, anaknya Briando menyampaikan padanya bahwa separuh lokasi itu akan digunakan untuk pelayanan, dan sudah ada pihak yang bertemu dan meminta lokasinya. “Saat itu, dengan singkat saya katakan, tanah itu Tuhan yang berikan. Kalau saat ini Dia memintanya, maka sudah sepatutnya kita serahkan,”ujar Don dengan nada sangat tenang. Ini juga yang menjadi alasan, ketika didaulat menggunting pita, Don memilih untuk menyerahkan gunting itu ke putranya Brian, dan Brian-lah yang menggunting pita, mewakili keluarga besar Subasuka.

Baca Juga  Wali Kota Serahkan Mesin Konsentrator Oksigen ke Rutan, Puskesmas Sikumana dan Bakunase

Saat itu Don memilih berdiri di belakang Brian, dan menyaksikan prosesi pengguntingan pita itu. “Brian ada di barisan itu, karena tim dari GMS bertemu dengannya, dan merekalah yang membangun komuniksi untuk pelayanan ini. Tuhan sudah menubuatkannya sehingga ketika sekarang Tuhan butuh untuk rumahNya, maka kita harus iklas menyerahkannya. Kiranya nama Tuhan dipermuliakan dalam pelayanan ini,”tutup Don.

Pada kesempatan terpisah, Briando senada dengan ayahnya. Walau tak banyak bicara, dia menyampaikan bahwa apa yang diberinya tidak sebanding dengan yang sudah Tuhan buat bagi dia selama hidupnya. “Kita bersyukur karena atas dukungan semua pihak, pelayanan ini bisa berjalan,”ujarnya singkat.

Untuk diketahui, pada 20 Juni 2021, grand opening GMS Kupang. Hingga saat ini, jumlah jemaatnya terus bertambah dan menuju ke angka seribu jemaat di Kota Kupang, sehingga dihadirkanlah sebuah gedung kebaktian yang representatif. Seusai peresmian GMS Kota Kupang, agenda selanjutnya adalah GMS akan menjangkau sejumlah kota di NTT. (BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *