Dua Profesor Kelahiran NTT di Panggung UKSW, Dampingi Rektor Intiyas Tandatangan Kerja Sama dengan KPU RI

INFO UKSW33 Dilihat

Salatiga (MEDIATOR)—Masyarakat NTT boleh berbangga. Dua dari sekian guru besar yang hari ini dipercaya di perguruan tinggi berkelas di Indonesia, ikut berperan dalam peningkatan kualitas mahasiswa dalam berdemokrasi. Mereka adalah Prof. Yafet Yosafet Wilben Rissy, S.H., M.Si., LLM., Ph.D (AFHEA)., dan Prof. Dr. Umbu Rauta, S.H., M.Hum. Untuk diketahui, Prof Yafet dipercaya mengemban tanggungjawab sebagai Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) dan Prof Umbu Rauta sebagai Dekan Fakultas Hukum (FH). Keduanya berkarier di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Pada Selasa (04/06/2024) sore, kedua tokoh ini mendampingi  Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., dalam penandatanganan Memorandum of Understanding  (MoU) dengan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), di ruang Graha Kartini Kampus Kartini UKSW.

Rektor Prof. Dr. Intiyas Utami, mewakili pihak UKSW, sedangkan Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si., Ph.D dalam kapasitas sebagai Ketua KPU RI. Dalam MoU ini, kedua sepakat mengadakan kerja sama dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada bidang Kepemiluan dan Pendidikan Demokrasi.

Penandatanganan MoU UKSW dengan KPU RI oleh Rektor Intiyas dan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si., Ph.D., di ruang Graha Kartini, Selasa (04-06-2024). nampak Prof Umbu Rauta (Kiri) dan Prpf Yafet (Kanan).
FOTO: Humas UKSW/Mediatorkupang.com

Komisioner KPU Jawa Tengah (Jateng) yakni Divisi Teknis KPU Jateng Muhammad Machruz, Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Jateng Basmar Perianto Amron dan Ketua KPU Kota Salatiga Yesaya Tiluata beserta jajarannya turut hadir dalam acara ini.

Menghasilkan inovasi berbasis project

Rektor Intiyas menyambut baik kedatangan Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si., Ph.D., di kampus Indonesia Mini yang termanis, UKSW. Ia berharap melalui jalinan kerja sama ini dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk menjalankan program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di KPU.

Baca Juga  538 Lulusan Diwisuda Rektor UKSW, Kamis Esok 

“Tidak hanya program magang, kami berharap melalui penandatanganan ini menghasilkan inovasi berbasis project,” ungkapnya.

Senada, Prof. Dr. Umbu Rauta juga berharap adanya kegiatan tindak lanjut sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam MoU. “Melalui jalinan kerja sama ini saya berharap mahasiswa FH bisa berkontribusi dalam Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara yakni menjadi Panitia Pemungutan Suara,” imbuhnya.

Kegiatan penandatangan MoU juga dirangkai dengan Kuliah Umum bertajuk “Hakikat Pengaturan Pemilu dan PILKADA Pasca Amandemen UUD NRI 1945”, dengan Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si., Ph.D., sebagai narasumber tunggal. Kuliah tamu yang digelar secara secara hybrid ini diikuti lebih dari 400 peserta.

Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si., Ph.D., memaparkan bahwa dalam proses penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu), KPU harus bekerja secara profesional dan sesuai dengan kompetensi. “Terdapat dua hal penting yang harus dimiliki oleh anggota KPU dalam menyelenggarakan Pemilu yaitu pengetahuan dan pengalaman,” paparnya.

Baca Juga  UKSW Gelar Talk Show "Menempa Mental Baja di Era Disrupsi" Panaskan Semangat Wirausaha Muda, Simak Harapan Rektor Intiyas

Selain itu, Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa KPU tidak bisa bekerja sendiri. “Kami tidak bisa bekerja sendiri, KPU juga membutuhkan bantuan dari berbagai pihak diantaranya institusi pendidikan,” pungkasnya. (RLS/HUMAS-UKSW/KJR)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *