Kupang (MEDIATOR)— Bank NTT menghadirkan Gallery ATM dan juga ATM khusus untuk para penyandang disabilitas. Dan, yang membanggakan adalah ini yang pertama di NTT, sebuah fasilitas layanan perbankan yakni ATM yang ramah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus. Peremian gallery ATM yang di dalamnya ada mesin setor tunai (CRM) ini, berlangsung Jumat (30/12) pagi. Berlokasi di halaman depan kantor pusat Bank NTT, di Jl. Brigjen Iman Budiman Oebufu ini, galerry ATM yang juga beroperasi 24 jam ini diresmikan oleh Penjabat Walikota Kupang, George M Hadjoh. Hadir saat itu, Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, Deputy Bank Indonesia Perwakilan NTT, Daniel Agus Prasetyo, pejabat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT. Pejabat dari Pemprov, hadir Kepala Biro Ekonomi, Lerry Rupidara. Sementara dari kalangan Bank NTT hadir juga Direktur TI dan Operasional, Hilarius Minggu, Direktur Kepatuhan, Christofel Adoe serta sejumlah Kepala Divisi serta undangan.
Dalam sambutannya, Dirut Alex Riwu Kaho menegaskan bahwa lokasi dibangunnya Gallery ATM ini sebelunya adalah pos Satpam yang belakangnya adalah ATM. “Thema Natal tahun ini, menginspirasi bahwa kalau kita hidup tanpa inovasi, kreatif dan tidak berani keluar dari jalan yang nyaman maka tidak akan menemukan nilai yang baru,”tegas ALex.
Masih menurutnya, dia mengajak seluruh unsur Bank NTT untuk bersyukur karena oleh Bank Indonesia mereka diberi banyak hal untuk belajar, mampu percaya diri bahwa apa yang dilakukan, sepanjang didasari niat yang baik dan tulus, dan sesuai dengan regulasi, akan memberi pengayaan.
Sehingga melalui diskusi di Kantor Cabang Khusus (KCK), mereka mendorong untuk tempat pos jaga yang kurang efektif, dirubah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pelayanan jasa Bank NTT.
“Di dalam ini ada ATM dan CRM dimaksudkan untuk layanan kita baik tarik dan setor tunai serta fitur-fitur layanan dalam kanal ini secara 24 jam beroperasi tetap normal. Bagi msyarakat yang ingin memanfaatkan ATM dan CRM ini sebagai kontribusi bagi Kota Kupang untuk bayar PBB maupun transaksi lainnya, bisa memanfaatkan CRM dan ATM ini untuk layanan 24 jam,”tegas Alex.
Dia menyebut kerjasama dengan penyandang disabilitas bukan baru hari ini. Karena itu Alex berharap dengan ATM, CRM dan layanan untuk disabilitas bisa menjadi model layanan yang baru. apalagi, sejauh ini sudah banyak yang dilakukan bersama penyandang disability baik dalam lomba-lomba inklusi keuangan, yakni program Ramai Skali juga dalam bidang UMKM, yang mana banyak debitur disability yang sudah masuk ke marketplace maupun market yang off line.
Bank Night
Masih dalam sambutannya Dirut Alex menyentil pola hidup msyarakat kota yang kian modern dan mesti didukung sektor perbankan. Menjawab tantangan tahun depan, Bank NTT akan menerapkan new model bisnis dan secara korporasi mereka sudah melaporkan ke OJK dan Bank Indonesia bagaimana strategi bisnis Bank NTT di 2023.
“New model bisnis akan kita terapkan. Karena itu sudah dalam diskusi direksi, kita melihat makin maraknya pertumbuhan ekonomi di Kota Kupang yang hampir 24 jam. Karena itu model-model bisnis bank, tidak terbatas lagi pada 8 jam, aktivitas di siang hari. Mungkin suatu saat ada semacam bank night atau bank malam,”tegas dia. Dengan konsep ini, bnk bisa mengakomodir semua kehidupan ekonomi pada malam hari karena dengan teknologi yang kain maju, serta kebutuhan yang terus meningkat, manusia tidak bisa dihambat lagi oleh batas hari dan waktu. “Karena itu saya terus mengajak teman-teman di internal Bank NTT untuk berani keluar melepaskan diri dari mindset yang terbatas.”
Usai seremoni pembukaan, peresmian Gallery ATM ditandai dengan kunjungan ke loksi oleh seluruh pejabat dan undangan, serta melihat dari dekat fsilits yang tersedia. Tak hanya itu, seorang penyandang disabilitas pun diundang hadir dan memperagakan cara memanfaatkan layanan. Pj Walikota, George Hadjoh pun berkesempatan melakukan transaksi di salah satu mesin. (stenly boymau)






