UKAW Kupang Berbagi, Gandeng Masyarakat dan Siswa SMP Raknamo Gelar Aneka Kegiatan

Pendidikan733 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai terjemahan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dan, PKM kali ini mengenai diversifikasi pengolahan pangan lokal  dan pemasaran Kelompok  Tani Hutan Kasih Ibu serta pelatihan Bahasa Inggris bagi siswa SMK Negeri 2 Amabi Oefeto, Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang. Kegiatan ini berlangsung di Raknamo pada 26- 28 November 2022.

Adapun tim yang mengeksekusi PKM di Raknamo, yakni Melkias Manggoa, MPd (Ketua sebagai Dosen FKIP IPT), Ir. Melkianus Nuhamara, MP (Anggota sebagai Dosen Fak. Pertanian), Norci Beeh, MPd (Anggota sebagai Dosen FKIP Pendidikan Bahasa Inggris), Renya Rosari, MSi (Anggota sebagai Dosen Fak. Ekonomi Manajemen).

Sementara narasumbernya, Melkias Manggoa, MPd dengan materi Packaging dan labelling produk, Ir. Melkianus Nuhamara, MP dengan materi Pengolahan Pangan Lokal Pasca Panen, Norci Beeh, MPd dengan materi, Bahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari serta Renya Rosari, MSi dengan materi Manajemen Pemasaran dan Tata Kelola Keuangan.

Baca Juga  Miliki Barang Haram Jenis Shabu, Tim Polresta Kupang Kota Tangkap Warga Oetete

“Tujuan dari pelatihan ini adalah mantra dapat mengetahui produk olahan pangan lokal yang diolah menjadi produk olahan berupa marning jagung, dan keripik pisang serta olahan yang lain, sehingga Kelompok Tani Kasih Ibu memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah pangan local agar kedepan dapat menjadi kelompok usaha yang mandiri dan mampu memberikan pelayanan kepada pengunjung di area Bendungan Raknamo,”tegas Melkias Manggoa, sebagai Ketua Tim PKM kepada Mediatorkupang.com di Kupang, tadi.

Menurutnya kelompok ini akan didampingi oleh tim UKAW selama enam bulan kedepan. Pelatihan pengolahan pangan ini dapat menjadikan sumber pemasukan baru dari kelompok tani  sehingga kesejahteraan anggota mitra bisa meningkat.

Lebih lanjut Melkias Manggoa, menambahkan mitra harus mengetahui cara packaging dan labelling produk yang meliputi: pemberian merck, pencantuman bobot, kandungan gizi, infomasi kadaluarsa, pengurusan PIRT, sehingga siap untuk dipasarkan.

Sementara ditambahkan Melkianus Nuhamara, untuk memperoleh produk olahan pangan lokal maka kita harus memilih jenis bahan baku yang baik. Sehingga pada saat melakukan olahan makanan, dapat menarik pembeli/konsumen pada saat dipasarkan. “Pengolahan makanan pangan lokal dapat memadukan teori dan pengalaman dari kelompok karena setiap kali mengolah makanan tidak secara otomatis langsung jadi dan baik tapi membutuhkan proses dan waktu yang berulang ulang,”tegasnya menambahkan, anggota kelompok sangat serius untuk mengikuti kegiatan ini, dan LPM tidak salah memilih mitra di Desa Raknamo karena ada juga kelas Bimbingan Belajar siswa SMP.

Baca Juga  Gandeng GP3 NKRI, Kodim 1604 Kupang Beri Santunan Kepada Anak-anak di Kelurahan Naimata

Masih di kesempatan yang sama, Renya Rosari menambahkan bahwa pada aspek pemasaran, mitra selaman ini hanya bergantung pada pengunjung Bendungan Raknamo. “Sehingga dengan pelatihan ini,  dapat dilakukkan pendampingan pemasaran. Dan melakukan penjualan, baik melalui media sosial maupun marketplace.”

Sedangkan Norci Beeh, saat itu mengurai, dengan kursus/pelatihan Bahasa Inggris bagi siswa diharapkan dapat mempersiapkan siswa untuk percakapan sehari-hari dan menjadi guide bagi wisatawan baik local maupun mancanegara. “Dalam pelatihan ini siswa juga dibagikan modul untuk dapat belajar mandiri,”tambahnya.

Dengan diselenggarakan PKM ini, setidaknya bisa disimpulkan bahwa diversifikasi pangan lokal dan pemasaran diharapkan dapat meningkatkan produksi, meningkatkan penjualan, memperluas pemasaran yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya kelompok Hutan Kasih Ibu. Bahkan dalam pelatihan ini kelompok mitra dibagaikan buku resep makanan lokal, peralatan masak dan peralatan lainnya yang dapat digunakan untuk menunjang perkerjaan mitra.

Baca Juga  Undana Jamin Kelancaran Ujian, Gembleng Tenaga Teknisi Jelang UTBK 2026

Ada yang menarik dari testimoni warga, yakni Felpina Ledoh sebagai Ketua Kelompok Tani Kasih Ibu. Menurutnya, pelatihan ini bisa membuat mereka belajar lebih banyak dalam membuat dan mengolah makanan. Tak hanya itu melainkan mereka pun dapat melebarkan pemasaran ke luar Raknamo. Sama halnya dengan Nur, anggota kelompok Tani Kasih Ibu. Dia adalah seorang warga yan pernah  merantau ke Luar Negeri. Menurutnya pelatihan ini dapat menambah pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan bagi mereka karena para dosen turun langsung dan mengajarkan pada mereka strategi yang benar dalam pengolahan hingga pemasaran bahan lokal. (Stenly Boymau)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan