Bank NTT Setara dengan Bank Nasional dalam Program BI FAST, Ini Kata Dirut Alex

Ekonomi75 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Masyarakat NTT boleh berbangga. Bank kebanggaan bersama, yakni Bank NTT kini setara dengan bank nasional lainnya dalam mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui perluasan peserta fast payment Bank Indonesia (BI) yaitu BI-FAST.

Bank Indonesia pada 31 Januari 2022, mengakomodir Bank NTT dalam 20 bank dan 1 lembaga non  bank yang masuk gelombang (batch) kedua BI-FAST. Adapun bank-bank yang masuk batch dua ini seperti Bank Digital BCA, Bank Mandiri Taspen, Bank Nobu, Bank Jatim, Bank Jabar dan Banten (BJB) serta sejumlah bank besar lainnya.

Untuk diketahui bahwa BI FAST adalah bukti komitmen Bank Indonesia dalam menyiapkan infrastruktur sistem pembayaran yang sehat. Ini  dapat diakses melalui aplikasi yang disediakan industri sistem pembayaran dalam memfasilitasi transaksi pembayaran ritel bagi masyarakat.

Bank Indonesia dalam releasenya yang dilansir melalui situs resmi mereka, www.bi.go.id dan ditandatangani Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono menyebutkan bahwa para anggota BI FAST akan dapat mendukung digitalisasi transaksi di pasar modal. Dan dengan total peserta BI-FAST yang telah mencapai 43 peserta tersebut (termasuk peserta BI-FAST gelombang pertama), telah mewakili 81,45% dari pangsa sistem pembayaran ritel nasional.

Baca Juga  Persiapan KADIN NTT Sudah Mantap, Bobby Lianto Pastikan Siap Hadirkan Tiga Menteri Saat Rapimprov

“Layanan BI-FAST akan terus diperluas secara bertahap mencakup layanan bulk credit, direct debit, dan request for payment. BI mengharapkan dukungan dan partisipasi seluruh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) untuk dapat memanfaatkan infrastruktur BI-FAST. BI-FAST akan menjadi backbone infrastruktur sistem pembayaran ritel masa depan, yang mengakselerasi pembayaran menggunakan berbagai instrumen dan kanal secara real time, aman, mudah, dan beroperasi 24/7,”demikian Haryono.

Untuk diketahui, implementasi BI-FAST bertujuan mewujudkan terciptanya layanan sistem pembayaran yang CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, Andal), untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi dan mendorong pertumbuhan, serta inklusi ekonomi dan keuangan.

Dan kedepan, menurut Haryono, BI akan terus memperkuat sinergi kebijakan dan implementasi BI-FAST dengan pelaku industri, dalam rangka mengintegrasikan Ekonomi Keuangan Digital (EKD) nasional. Dengan adanya BI-FAST, diharapkan pelaku industri akan terus berinovasi dengan mengoptimalkan nilai tambah dari layanan BI-FAST yang consumer centric untuk meningkatkan inklusi keuangan dan mempercepat pemulihan ekonomi melalui efisiensi transaksi.

Baca Juga  Warga Manggarai Datangi Kantor PLN, Minta Perluasan Jaringan dan Dukung PLTP Ulumbu

Sementara Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengucapkan terimakasih dan memberi apresiasi yang tinggi kepada Bank Indonesia yang sudah menilai serta menetapkan Bank NTT sebagai bank penyelenggara BI FAST. Ini bukan sesuatu yang dicapai dengan mudah, karena ada syarat-syarat yang sulit. Namun karena komitmen yang kuat dari pemegang saham, pengurus dan seluruh manajemen serta masyarakat NTT maka Bank NTT terpilih dalam 22 lembaga penyelenggara program Bank Indonesia ini.

“Secara teknologi Bank NTT menjadi penyelenggara BI FAST, ini membuktikan bahwa Bank NTT memiliki komitmen kuat untuk  melakukan Transformasi IT, SDM & Corporate Culture demi terus berkembang maju,”tegas Alex menambahkan, sudah menjadi komitmen bersama bahwa Bank NTT terus berupaya memperbaiki, memenuhi ekspektasi para penggunan jasa layanan Bank dan tuntutan kemajuan industri perbankan serta penerapan regulasi.

Selain itu masih menurut Alex, untuk mampu bersaing dengan kemajuan industri perbankan, perkembangan layanan digitalisasi perbankan dan menjawab  tuntutan pelayanan jasa bank yang maju, aman, cepat, murah, maka Bank NTT harus ikut aktif bertransformasi dalam berbagai aspek. “Termasuk transformasi layanan digital, SDM dan corporate culture. Dan ini adalah satu-satunya pilihan agar kita terus bergerak maju menuju Bank Devisa,”tegas Alex.

Baca Juga  Didampingi Dirut Alex, Deputi Gubernur BI Borong Sayur di Pasar Digital Labuan Bajo

Untuk diketahui bahwa dalam rangka transformasi mobile banking, maka Bank NTT meluncurkan aplikasi mobile banking baru dari sebelumnya NTT Pay menjadi B’Pung Mobile. Ada tambahan beragam fitur baru di aplikasi ini untuk meningkatkan layanan bagi nasabah, Online Onboading, Be Pinjam, dan mesin EDC yang dapat bertransaksi menggunakan Kartu Debit/Kredit berlogo Visa Master Card & JCB.

Selain itu, Bank NTT pun sementara melakukan transformasi layanan konvensional menuju digital dengan menghadirkan konsep smart branch pada dua kantor cabang. Yakni Kantor Cabang Khusus (KCK) yang diresmikan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada Juli 2021, disusul Kantor Cabang Utama (KCU). Saat ini kedua kantor ini sedang beroperasi. (***/HUMAS BNTT/MSC01)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *