AIPDA Endy Boko, Anggota Polres Kupang Kota yang Sukses Pimpin Warga Bello Jaga Lingkungan

Metro769 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–Adalah AIPDA Endy Boko. Anggota Polri yang bertugas sebagai Bintara Pembina (Babin) Kamtimbas pada Kelurahan Fatukoa ini, menjadi seorang abdi negara yang berbeda dari yang lain.

Menyatu dengan warga dalam setiap situasi, baik suka dan duka, memungkinkan dia mudah dipercaya sebagai seorang Ketua RT.

Warga RT 21/RW 1 Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa Kota Kupang secara aklamasi menunjuk dia sebagai tokoh yang memimpin mereka dalam berbagai urusan. Tidak saja urusan pemerintahan, melainkan berbagai urusan sosial kemasyarakatan. Apalagi terkait bidangnya, Kamtibmas.

“Ini adalah periode kedua saya menjadi Ketua RT di sini. Saya ditunjuk warga, katanya kali ini mereka mau warna baru. Maka saya pun ditetapkan,”ujarnya menambahkan, selama dua periode ini dia sangat menikmati kebersamaan dengan warganya.

Baca Juga  Menuju Inklusifitas Pelayanan Gereja, GMIT Gelar Pelatihan Juru Bahasa Isyarat

Ada satu bargaining yang dia ajukan, kalau dia diinginkan maka apapun yang diperintahkannya wajib dilakukan.

“Dan semua berjalan baik. Kami buat komunitas, lalu ada arisan suka dan duka. Jika ada warga yang berduka, semua wajib urunan. Nilainya Rp. 100.000 setiap KK. Sedangkan kalau ada urusan pesta nikahan, maka silahkan isi buku sesuai kemampuan,”tuturnya. Ini berjalan cukup baik.

Satu hal yang menggelitik untuk disimak. Dia mengerakkan 600an orang warganya untuk aktif melakukan aksi kebersihan untuk menjaga lingkungan mereka sehat. Minggu (21/7) petang, ratusan warga tumpah ke jalan utama yang membelah wilayah mereka.

Dari sisi kiri dan kanan jalan, mereka bahu membahu membersihkan sampah. Kerja bhakti itu dimulai pukul 15.00 Wita dan berakhir pukul 18.00 Wita. Seluruh wilayah pun bersih dari sampah.

Baca Juga  Membanggakan Aksi ‘Youth 3G Goes to Street’ dari C3 Pemulihan Kupang, Ada Aksi Peduli Kebersihan Hingga Worship

“Undangan untuk kerja bhakti ini saya share ke group WA wilayah dan sudah menjadi keputusan bersama, seluruh warga wajib terlibat. Ada absensi yang kami edarkan. Bagi mereka yang tidak hadir tanpa informasi, kedepan ada konsekwensinya,”tegas Endy. Dia menyebut konsekwensi itu salah satunya, warga akan dievaluasi ketika mengurus administrasi.

Sampah yang berhasil dikumpulkan, terbanyak sampah plastik berupa popok bayi dan sejenisnya.

“Wilayah kami berbatasan dengan beberapa perumahan sehingga ada yang nakal, sengaja membawa sampah dari kompleks dan membuangnya di tanah kosong. Kami berinisiatif memasang papan pengumuman larangan membuang sampah. Kami tidak main-main, ada konsekwensinya. Jika kedapatan, siapapun dia, ada hukumannya agar jadi pelajaran buat semua,”ungkap Endy lagi.

Baca Juga  Dukung Gerakan Kupang Hijau, Kaum Bapak Klasis Kota Kupang Deklarasikan Gesapasapo

Beberapa warga yang ditemui di lokasi, membenarkan bahwa ini sudah menjadi agenda rutin mereka.

“Ada kesepakatan bersama dan beliau kontrol kami sehingga semua ikut kerja. Kami senang karena dalam kepemimpinan Pak Endy ini lingkungan kami jadi lebih baik “ujar Jony Talan, seorang warga Bello.

Ketegasan dan juga kearifan Endy dalam memimpin, disambut baik seluruh warga. Mereka mempertahankannya untuk terus menjabat sebagai Ketua RT.

“Pesta disini lingkungan aman, bahkan kalau Pak RT tidak ada, kami cari beliau. Kalau beliau ada semua masalah aman,”ujar Jony disambut tawa rekannya yang lain. (Stenly)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan