KADIN NTT Beri Masukan Penting Pada Rakor antara Utusan RI-RDTL

Ekonomi1342 Dilihat

Atambua (MEDIATOR)—Ketua Umum asosiasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi NTT, Bobby Lianto, memberi masukan penting pada rapat koordinasi yang berlangsung di Atambua, Jumat (4/11/2022) lalu. Hadir dalam forum yang diinisiasi oleh Bupati Belu dalam rangka rapat koordinasi  bersama para stakeholder wilayah perbatasan RI-RDTL, seperti perwakilan  dari Deputy Pengelolaan Batas Negara, perwakilan Duta Besar RI di Dili, Bupati Belu, KADIN  Belu, Kadis Perindag NTT, Badan Pengelola Perbatasan NTT, Konsulat Jenderal Timor Leste, Atase Komersil Timor Leste, Kepala Agent Konsultan serta bidang terkait lainnya.

“Pada pertemhan itu kita membahas berbagai materi yakni pasar perbatasan yang selama ini sudah pernah berjalan dengan baik tetapi kemudian pada saat COVID ini berhenti. Nah, kami menginisiasi untuk dibuka kembali. Ada beberapa  kendala yang kami temukan yaitu bagaimana border pass (pas perbatasan) dari wilayah perbatasan dalam hal ini Bobonaro Distric dan juga di Mota’ain. Dari Bobonaro mereka mau masuk dan dapat border pass itu harus ke Dili lagi sehingga menjadi satu kesulitan. Kita minta kemudahan,”tegas Bobby.

KADIN NTT menurut Bobby, meminta kepada pemerintah bahkan Presiden RDTL untuk border pass dipermudah penerbitannya sehingga warga di Bobonaro dan sekitarnya bisa masuk ke pasar perbatasan. Tidak hanya itu melainkan dari Timor Leste pun ketika mereka mau masuk ke wilayah Indonesia, silahkan beli berapapun.

“Tanpa batas, unlimited, belinya di pasar perbatasan. Sejauh ini  sebaliknya yang dari Indonesia, kita dibatasi hanya sebesar 50 dollar. Nah mungkin ini peraturan yang sudah lama, sejak 2003 dan kita usulkan untuk dirubah sehingga seperti pertimbangan bapak Ramos Horta bahwa jumlahnya disamakan. Nah kita mengharapkan bahwa dengan pasar perbatasan ini akan memacu ekonomi perbatasan,”tegas Bobby yang terus berharap agar pasar perbatasan ini dibuka kembali.

Baca Juga  Ayo Gabung…KADIN & IAI NTT Gelar Pelatihan Brevet Pajak A&B di  Kupang untuk Umum

KADIN NTT akan mendukung serta mensupport agar pasar ini selain pasar yang disiapkan, juga disiapkan fasilitas lainnya. Dan berdasarkan pertemuan tersebut,  diputuskan untuk melakukan kunjungan berikut ke Timor Leste, di awal Desember nanti yang dipimpoin Bupati Belu dan para stake holder terkait. (BOY)

 

Resume hasil pertemuan KADIN NTT di perbatasan mengenai pemanfaatan kembali pasar perbatasan dan peluang Free Trade Zone:

  1. Membahas peluang dilakukan free trade zone atau PLB (Pusat Logistik Berikat pada kawasan Batugede – Motaain atau OEKUSI WINI – MOTAAIN – BOBONARO.
  2. Anjuran Imigrasi terkait perbaruan Border Pass Agreement tahun 2003. Antara Keimigrasian Indonesia dan Timor Leste.
  3. Dari Konsul Timor Leste menyampaikan untuk bisa diperjuangkan kembali Free Visa kepada warga negara Timor Leste.
  4. Pas Lintas Batas yang berjarak 10Km diusulkan untuk diajukan bersama sehingga 40Km ke wilayah RI dan ke wilayah Timor Leste. Dan usulan barang yang bisa dibawa oleh warga negara ke RI diubah dari 50 US dolar menjadi 500 US dolar per orang.
  5. Rencana Pertemuan lanjutan akan diadakan oleh Dubes RI di Dili dengan Tim Ekonomi negara Timor Leste di Dili (Masih menunggu schedule Presiden Timor Leste)
  6. Penambahan jam tutup perbatasan dan tanpa jedah di siang hari.

Sumber: KADIN NTT

 

Baca Juga  Mengajar di Sekolah Darurat, Pegawai PLN Bantu Anak-anak Pulih dari Trauma Gempa Cianjur

 

Posting Terkait

Jangan Lewatkan