Menu

Mode Gelap
Politeknik Negeri Kupang Gelar PPM, Warga Oesapa Barat Dilatih Teknik Pengemasan Produk UMKM Ada Anggur Berkelas, Aneka Produk dan Mahakarya Perempuan Timor di Napan, Desa Binan Bank NTT yang Jadi Etalase RI Gerindra Beri Catatan Kritis ke Polda, Syahbandar dan Basarnas Terkait Tragedi Cantika Express 77 Riwayat Brigjen Iman, Putra Jenderal Edi Sudrajat yang Meninggal karena Serangan Jantung di Kupang Produksi Aneka Rempah Melimpah di Molakoli, Desa Binaan Bank NTT, Mereka Butuh Offtaker

Ekonomi · 9 Nov 2022 09:44 WITA ·

Produksi Aneka Rempah Melimpah di Molakoli, Desa Binaan Bank NTT, Mereka Butuh Offtaker


 MOLAKOLI. Juri festival, Dr. James Adam dengan Kristo K Seda dari Bank NTT saat berkunjung ke Desa Molakoli.  Foto: Dok Bank NTT Perbesar

MOLAKOLI. Juri festival, Dr. James Adam dengan Kristo K Seda dari Bank NTT saat berkunjung ke Desa Molakoli. Foto: Dok Bank NTT

Mbay (MEDIATOR)—Kampung Adat Molakoli Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo, memiliki kekayaan yang luar biasa. Jarak yang sangat dekat dengan Gunung Api Ebulobo, membuat mereka mendesain paket wisata tracking ke sana. Tentu dengan aneka fasilitas dan tour guide. Bahkan tidak hanya kekayaan di dunia pariwisata, melainkan warga yang didominasi petani ini, selama bertahun-tahun sukses membudidayakan aneka potensi pertanian dan perkebunan. Sebut saja kopi, pala, cengkeh, coklat, kemiri dan vanila.

Produksi mereka berlimpah ruah, hingga di beberapa musim, mereka kesulitan off taker. Pada Selasa (8/11/2022), Dr James Adam, dosen/akademisi yang tergabung dalam juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022, berkunjung ke sana. Didampingi Kristoforus K Seda dari Direktorat Kredit Bank NTT kantor  pusat, mereka melakukan kunjungan terakhir pada penjurian iven yang menginspirasi sejumlah BPD di Indonesia ini.

Baca Juga  Sukses Terapkan Smart Branch System, Bank Sulsebar Kirim Tim Belajar ke Bank NTT

Di lokasi, tim kecil ini diterima Sekretaris Desa Molakoli, Kanisius Lako dan salah seorang Kepala Urusan (Kaur) desa, Heribertus Mola. Sementara Bumdes yang dimiliki desa ini bernama Bumdes Molakoli, yang konsentrasi usahanya di Kampung Adat Molakoli.

Dalam diskusi, mereka terbuka bahwa kekayaan potensi perkebunan dan pertanian, membuat mereka sejahtera. Namun ada sejumlah kendala beberapa tahun terakhir¸ seperti produksi menurun, diikuti dengan harga yang tidak pasti.

“Karena itu kami minta agar kalau bisa Bank NTT menyiapkan offtaker untuk bisa membeli hasil perkebunan kami supaya menghindari petani atau masyarakat menjual hasil mereka sendiri-sendiri dengan harga jual yang tidak tentu,”tegas Kanisius.

Saat itu juri menyarankan agar kepala desa bersama perangkatnya segera memfasilitasi pertemuan internal dengan semua petani atau penjual untuk menetapkan satu harga jual komoditi. Dan, memusatkan seluruh proses penjualan lewat Bumdes Molakoli agar menghindari tengkulak. (TIM/BOY)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 61 kali

Baca Lainnya

PLTU Timor  1 Capai Backfeeding, PLN Siap Perkuat Keandalan Kelistrikan Sistem Timor di NTT

2 Desember 2022 - 19:04 WITA

PLN Kian Mapan Sukseskan Pengembangan PLTP Ulumbu, Gelar Konsultasi Publik

2 Desember 2022 - 18:54 WITA

Kisah Perempuan Tangguh di Pedalaman Timor, Sukses Setelah Bermitra dengan Bank NTT

29 November 2022 - 18:20 WITA

HEBAT…Enam Startup Baru NTT Beradu Solusi Digital di Demo Day 1000, Siapa Mereka?

28 November 2022 - 22:42 WITA

Bank NTT Latih Pembuatan Kemasan Produk UMKM di Mbay, Hadirkan Pelatih Berkualitas

25 November 2022 - 14:54 WITA

Bank NTT Latih Pembuatan Kemasan Produk UMKM di Mbay, Hadirkan Pelatih Berkualitas

25 November 2022 - 14:35 WITA

Trending di Ekonomi