Kupang (MEDIATOR)–Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menawarkan rumah jabatannya untuk warga Kelurahan Oesapa yang rumahnya terbakar. Sikap ini diambilnya, sebagai bentuk empati terhadap warga Kampung Nelayan, tepatnya Jl Damai RT. 031 RW. 011, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima.
Api menjalar cepar menghanguskan 3 unit rumah tinggal permanen, 2 unit rumah semi permanen, 9 unit rumah petak (kontrakan) dan 1 (satu) Kios.
“Kalau belum ada tempat tinggal sementara, Rumah Jabatan terbuka untuk digunakan. Di sana ada mess yang bisa dimanfaatkan,”ungkap politisi muda yang dipuji Presiden Prabowo Subianto saat Kongres PSI di Solo akhir pekan kemarin.
Gerak cepat ketua DPW PSI NTT ini sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap musibah kebakaran yang terjadi, Rabu siang (23/7/2025) sekitar pukul 13.30 Wita hingga Pukul 16.40 Wita.
Kebakaran tersebut menghanguskan 15 rumah dan berdampak pada 20 Kepala Keluarga (KK).
Terpantau, meski memiliki agenda yang padat, Wali Kota turun langsung ke lokasi pada malam harinya untuk memastikan kondisi warga terdampak dan menyerahkan bantuan secara langsung bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang. Hadir juga di lokasi kejadian, Anggota DPRD Kota Kupang, Ihsan Darwis.
“Kita bawa sendiri bantuannya dan langsung serahkan kepada warga yang terkena musibah,” ujar dr. Christian Widodo di lokasi.
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan dasar seperti selimut, beras, minyak goreng, mie instan, peralatan tidur, perlengkapan dapur, serta alat makan dan minum.
Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang harus selalu tanggap dan menjadi pihak pertama yang hadir saat warganya tertimpa musibah.
“Saya ingin Pemerintah Kota Kupang itu responsif, cepat, tanggap, dan hadir duluan,” tegasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu warga mengalami luka melepuh ringan. “Tadi saya sudah lihat dan minta langsung dibawa ke Puskesmas. Hanya butuh perawatan ringan,” jelasnya.
Terkait penanganan pengungsi, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko Umar, menyampaikan bahwa pihaknya memprioritaskan kelompok rentan seperti balita, anak-anak, perempuan, dan lansia.
“Menurut data yang kami terima, hanya ada satu lansia dan sudah dipindahkan ke rumah keluarganya. Selebihnya, balita, anak-anak, dan perempuan sudah diungsikan ke rumah keluarga yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian,” jelas Ricko.
Menanggapi tawaran Wali Kota untuk memanfaatkan Rumah Jabatan sebagai tempat tinggal sementara, Ricko menambahkan, “Sesuai janji Pak Wali Kota tadi, nanti kami koordinasikan kembali. Apabila ada warga yang bersedia dievakuasi ke sana, akan kami bantu sesuai arahan Pak Wali Kota.”
Hingga kini, belum ada kepastian soal penyebab kebakaran. Namun informasi sementara yang dihimpun menyebutkan bahwa sumber api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik di salah satu rumah warga. (RLS/TIM/BOY)






