“UKSW Tempat Kuliah yang Nyaman, Kampus Fasilitasi Kami Mendapatkan Pekerjaan”

Pendidikan941 Dilihat

Salatiga (MEDIATOR)—Kampus tak hanya sebuah tempat perkuliahan semata. Setidaknya  dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memproduksi kaum cerdik cendikia, kampus dimungkinkan melakukan berbagai inovasi dalam pelayanannya. Termasuk dalam implementasi Kurikulum, yang memungkinkan mahasiswanya merdeka dalam menimba serta mengekspresikan keahliannya.

Universitas Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga adalah salah satu lembaga pendidikan tinggi di tanah air yang sukses dalam menghadirkan inovasi tersebut. Pengakuan ini datang dari Gladies Zuzan Theresia Maunino, seorang mahasiswi UKSW yang baru saja diwisuda akhir pekan kemarin. Zusan, demikian disapa, merupakan seorang wisudawati periode II tahun 2023/2023 asal Kupang, Provinsi NTT.

Kepada media ini, dia memberi testimoni mengenai berbagai kemudahan yang diperolehnya ketika kuliah di kampus yang saat ini dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak tersebut. Tak hanya fasilitas, metode perkuliahan dan berbagai layanan lainnya, ternyata UKSW pun aktif bekerjasama dengan mitra, memudahkan lulusannya mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga  Bedah Peradaban Lewat Neurosains di Undana, Tekankan Kecerdasan Emosional

“Sangat banyak, pengalaman yang saya dapat pada bidang akademik maupun non akademik. Saya diberi kesempatan untuk belajar sesuai jurusan yang diambil disertai dengan fasilitas praktek yang memadai,”tegas Zusan di awal diskusi. Ternyata kampus memberi mereka ruang untuk berekspresi serta berbaur dengan sesama dalam komunitas-komunitas kampus.

“Saya ikut terlibat dalam organisasi kampus yaitu Himpunan Mahasiswa Progdi (HMP) dan ikut kepanitian kegiatan yang diselenggarakan oleh kampus. Yang paling menonjol dari UKSW yaitu kegiatan-kegiatan yang lebih ke ‘menghargai’ mahasiswa seperti Welcoming party yaitu menyambut mahasiswa baru, ada juga kegiatan IICF (Indonesia Internasional Culture Festival). Kegiatan tersebut adalah memperkenalkan etnis dan budaya dari masing-masing mahasiswa,”tuturnya.

Berikutnya, cara UKSW menerapkan Kurikulum Talenta Merdeka pun sangatlah bagus dan memberi dampak lebih bagi mahasiswa dalam perkuliahan. Seperti mahasiswa tidak saja mendapatkan materi secara monoton dalam kelas, melainkan dibarengi kegiatan-kegiatan penunjang seperti live in dan sebagainya.

Baca Juga  Akselerasi Pembukaan Prodi Kenotariatan, Rektor Undana Bertemu Dirjen di Kemenkum
Gladies Zuzan Theresia Maunino di sela-sela prosesi wisuda yang berlangsung di Balairung kampus UKSW Salatiga.
Foto: Dok Pribadi/Mediatorkupang.com

“Ruang kelas pun didesain seperti kelas cafe, kelas Angkrigan, kelas perpustakan untuk menunjang pembelajaran sehingga kami tidak bosan saat menerima materi,”ungkap Zusan yang saat wisuda yang berlangsung di Balairung kampus UKSW, didampingi kedua orang tuanya, Yan Kristian Maunino dan Yakoba Tahun.

Berikutnya, UKSW pun dikenal sebagai kampus Indonesia mini tak lain karena mahasiswanya berasal dari seluruh Indonesia, sehingga dengan perbedaan suku serta budaya inilah UKSW melahirkan inovasi dengan menjadikan kampus sebagai tempat yang nyaman bagi semua.

“Dengan beragam suku dan budaya di kampus UKSW maka dari setiap daerah membentuk kelompok kecil untuk menampilkannya pada acara budaya IICF (Indonesian Internasional Culture Festival),”ungkapnya bangga.

Baca Juga  Pemprov Jateng dan UKSW Kerja Sama Strategis Pembangunan

Zusan yang adalah mahasiswa Fakuktas Teknologi Informasi Program Study S1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer ini pun membeber kelebihan di fakultasnya. Ruang kuliah yang memadai, suasana belajar yang nyaman serta dilengkapi dengan sarana prasarana yang dapat menunjang pembelajaran.

BANGGA. Gladies Zuzan Theresia Maunino didampingi kedua orang tuanya, Yan Kristian Maunino dan Yakoba Tahun, beberapa saat di sela-sela prosesi wisuda yang berlangsung di Balairung kampus UKSW Salatiga.
Foto: Dok Pribadi/Mediatorkupang.com

Pihak kampus pun menyediakan bus sehingga mahasiswa tidak direpotkan, pasalnya kampus mereka jauh dari kampus utama.

“Dan yang paling menarik lagi fakultas kita bekerjasama dengan banyak perusahaan besar di Indonesia sehingga ketika kita praktek/magang bisa di perusahaan tersebut. Sesudah lulus ada satu kegiatan namanya job fair dan terdapat perusahan-perusahan yang bekerja sama dengan fakultas kita untuk merekrut mahasiswa yang ingin bekerja pada perusahaan tersebut. Jadi kami tidak perlu khawatir karena selesai berkuliah sudah ada tempat untuk mengembangkan ilmu dan skill yang sudah di pelajari saat kuliah,”pungkasnya. (KJR)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan