FBS UKSW Rayakan Dies Natalis ke-25, Teguhkan Semangat Refleksi dan Integritas

INFO UKSW367 Dilihat

Salatiga (MEDIATOR)–Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Ibadah Senin dalam nuansa Dies Natalis ke-25 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UKSW, Senin (13/04/2026), dengan tema Courage to Reflect, Integrity to Advance: A Quarter Century of Reflection & Advancement. Perayaan ini menjadi momentum syukur sekaligus peneguhan arah perjalanan FBS memasuki usia seperempat abad.

Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan Priyo Hari Adi, Ph.D., menyampaikan bahwa Dies Natalis menjadi saat yang tepat untuk berhenti sejenak dan berefleksi. Menurutnya, bahasa merupakan produk peradaban, sementara sastra menghadirkan kelembutan dan seni yang memperkaya kehidupan kampus.

“Terima kasih FBS yang terus melahirkan budaya yang mencitrakan UKSW. Saya berharap fakultas ini menjadi pilar mercusuar UKSW,” tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang sebagai kekuatan masa depan universitas.

Sementara itu, Dekan FBS Drs. Agastya Rama Listya, M.S.M., Ph.D., menjelaskan bahwa tema Dies Natalis tahun ini mengandung visi yang mendalam. Menurutnya, refleksi bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan keberanian moral untuk bercermin secara jujur dan menilai apakah langkah yang ditempuh telah selaras dengan misi para pendiri UKSW.

Baca Juga  Bangga! Siswi SMA Kristen Satya Wacana Harumkan Nama Sekolah di Kancah Nasional

“Kita tidak mendapatkan pelajaran hanya dengan mengalami suatu peristiwa, melainkan melalui refleksi atas pengalaman tersebut. Tanpa integritas, refleksi hanya akan menjadi wacana tanpa aksi nyata,” tegasnya. Ia berharap FBS terus bertumbuh sebagai fakultas yang relevan, berdampak, dan unggul dalam pendidikan bahasa serta seni.

Sebagai simbol syukur, perayaan ditandai dengan penyerahan anggrek dari Rektor UKSW Periode 1983–1993 Profesor Dr. (HC) Willi Toisuta, Ph.D., kepada Drs. Agastya Rama Listya, M.S.M., Ph.D., dilanjutkan pemotongan tumpeng yang dimaknai sebagai ungkapan syukur, gotong royong, dan harmoni hubungan manusia dengan Tuhan. Suasana ibadah semakin khidmat melalui pujian “One Day at a Time” serta “The Gift to Sing”.

Iman Refleksi Integritas

Firman Tuhan disampaikan Rektor UKSW Periode 1983–1993 Prof. Dr. (HC) Willi Toisuta, Ph.D., yang menegaskan bahwa tanpa keterlibatan Tuhan, segala usaha manusia akan sia-sia. Ia mengajak civitas academica memaknai perayaan Dies Natalis sebagai celebration of faith, sebab menurutnya kesetiaan Tuhan terus mengawal perjalanan UKSW hingga kini.

Baca Juga  Dengan Doa dan Semangat Menggelora, UKSW Lepas Atlet POMPROV dan Peserta PPK Ormawa

“Cikal bakal FBS adalah Jurusan Bahasa Inggris yang tumbuh dari Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Kristen Indonesia (PTPG-KI), lalu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen Indonesia (FKIP-KI), hingga menjadi FBS. English Department adalah modal UKSW yang sangat berharga,” ujarnya. Ia menambahkan, kemajuan sejati tidak boleh mengorbankan nilai, inovasi harus tetap berpijak pada etika ilmiah dan tanggung jawab moral.

Ketua Dies Natalis ke-25 FBS Ardiyarso Kurniawan, M.Hum., menambahkan bahwa keunikan perayaan tahun ini terletak pada semangat refleksi. Setelah menempuh perjalanan 25 tahun, FBS memilih merayakan Dies secara sederhana namun bermakna, dengan meninjau capaian, kekurangan, serta tantangan yang perlu dijawab ke depan. “Harapannya, FBS tetap menjadi lentera bagi kampus, melayani mahasiswa lebih baik, serta meningkatkan capaian di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Rangkaian Dies Natalis ke-25 FBS sebelumnya telah diisi berbagai kegiatan akademik dan kreatif, mulai dari Alumni Lecture Series, English Fun Fair, lokakarya guru berbasis Artificial Intelligence (AI), bedah buku musik, hingga English & Music Competition Days. Seluruh rangkaian menegaskan komitmen FBS untuk terus melangkah maju dengan keberanian berefleksi dan integritas yang kokoh.

Baca Juga  Usai Seminar Internasional di Jepang, Dua Dosen FKIP UKSW Bagikan Solusi Pembelajaran Inovatif

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 Pendidikan Berkualitas, SDGs ke-10 Berkurangnya Kesenjangan, serta SDGs ke-16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Sejalan dengan Asta Cita Presiden poin ke-3, kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi UKSW dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing global.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.  (rls/UKSW/boy)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan