Salatiga (MEDIATOR)--Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menghadirkan Innovation Corner Experience dalam kegiatan Media Gathering bersama insan pers, Kamis (09/04/2026), di Grha Nusantara, Kampus UKSW Jalan Kartini. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat relasi sekaligus memperkuat kerja sama UKSW dengan media massa, khususnya di wilayah Salatiga dan Kabupaten Semarang.
Dalam kegiatan ini, UKSW menampilkan beragam inovasi dari lintas fakultas, mulai dari Mikoo: Mushroom Grow Kit dan Herbal Drink Jahe Lemon dari Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB), dari Sabun Zerowa dan Lip Balm Skualea Fakultas Sains dan Matematika (FSM), Es Krim Yoghurt Kefir (YoKe) dari Fakultas Biologi, Sourdough Sandwich Bread dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), hingga Smart IoT Kit dari Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK). Produk-produk ini menjadi wujud hilirisasi riset yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Rektor UKSW, Profesor Intiyas Utami, menegaskan bahwa pengembangan inovasi akan terus didorong agar mampu bersaing di tingkat nasional, maupun internasional. Mahasiswa juga didorong meningkatkan kompetensi melalui berbagai program, termasuk short course dan keterlibatan dalam kegiatan nasional maupun global.
“UKSW juga berencana menggelar berbagai expo inovasi dan melibatkan media sebagai mitra strategis dalam publikasi. Pengembangan diarahkan pada pendekatan humanisme, agar teknologi yang dihasilkan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tuturnya.
Inovasi Berdampak, Solusi Berkelanjutan
Salah satu inovasi yang ditampilkan bertajuk Smart IoT Kit, sebuah perangkat edukatif untuk pembelajaran Internet of Things (IoT) bagi siswa SMA/SMK. Kit ini dilengkapi IoT Digital Ruler berbasis ESP32 yang mampu mengukur jarak menggunakan sensor ultrasonik, menampilkan hasil secara real-time pada layar OLED, serta mengirimkan data melalui protokol MQTT ke antarmuka web lokal.
Selain perangkat tersebut, inovasi di bidang teknologi juga dikembangkan dalam bentuk media pembelajaran interaktif lainnya. Salah satunya, SpiderBot, robot berbentuk laba-laba yang dapat dikendalikan melalui smartphone, turut diperkenalkan sebagai media pembelajaran robotika. Produk ini menggabungkan sistem mekanik dan kendali nirkabel dalam satu perangkat.
Rayhan Adika Roja, Mahasiswa FTEK angkatan 2024, menjelaskan bahwa produk ini juga dilengkapi pelatihan dasar robotika. “Dalam satu paket terdapat digital ruler, robot laba-laba, serta smart plug berbasis IoT yang dapat mengontrol perangkat elektronik rumah tangga dari jarak jauh,” jelasnya.
Tidak hanya di bidang teknologi, inovasi UKSW juga berkembang di sektor pangan yang mengedepankan aspek kesehatan dan keberlanjutan.
Di bidang pangan, Sourdough Sandwich Bread dari FIK turut menjadi perhatian. Agnes Rouli Situmorang, S.Gz., Tim Produksi Inkubator Bisnis FIK, menjelaskan bahwa produk ini merupakan inovasi pangan yang mengedepankan kesehatan karena mengandung probiotik yang baik untuk menjaga keseimbangan flora usus. Roti ini dibuat dari bahan dasar seperti tepung terigu, susu, butter, gula, air, dan garam, melalui proses fermentasi sekitar 7–8 jam menggunakan ragi alami atau starter tanpa tambahan ragi instan. “Proses ini menghasilkan rasa khas dengan tekstur lebih kenyal, gurih, dan creamy,” jelasnya.
Produk yang disajikan berupa sourdough sandwich bites yang dipadukan dengan keju home made produksi Inkubator Bisnis FIK. Keju tersebut dibuat dari 100% susu segar tanpa campuran. “Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga lebih sehat dan autentik dibandingkan produk yang beredar di pasaran,” tambah Agnes.
Selain produk roti fermentasi, inovasi pangan lainnya juga dikembangkan dalam bentuk olahan berbasis probiotik. Inovasi unggulan tersebut Adalah Es Krim Yoghurt Kefir (YoKe) yang merupakan hasil hilirisasi riset dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi yang mengkombinasikan kultur yoghurt dan kefir. YoKe mengandung probiotik tinggi, rendah gula, dan dibuat tanpa bahan pengawet.
Ian Yunisa Putri Adabil, Mahasiswa Fakultas Biologi 2024, menyampaikan bahwa produk ini dikembangkan sebagai alternatif es krim yang lebih sehat. “Kami menggunakan pemanis alami seperti stevia dan madu, serta bahan lokal untuk meningkatkan nilai gizi. Kombinasi yoghurt dan kefir juga baik untuk kesehatan pencernaan,” ujarnya.
Sejak dikembangkan pada 2023, YoKe terus bertumbuh sebagai usaha berbasis riset mahasiswa dan saat ini tengah dalam proses pengembangan lebih lanjut melalui program kewirausahaan UKSW, Young Entrepreneur Progressive and Outstanding (YOUR PROUD).
Melalui Innovation Corner Experience, UKSW menegaskan komitmennya dalam mengembangkan inovasi yang berdampak sekaligus memperkuat kolaborasi dengan media. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 Pendidikan Berkualitas, SDGs ke-9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDGs ke-17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sejalan dengan Asta Cita Presiden poin ke-3, kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi UKSW dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (rls/UKSW/boy)






