UKSW Bersinergi dengan Sinology Centre Membangun Pusat Bahasa dan Budaya Mandarin

INFO UKSW551 Dilihat

SALATIGA–Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali memperkuat jejaring internasional dengan menjajaki kerja sama strategis bersama mitra dari Tiongkok, baru-baru ini. Salah satu fokus pembahasan adalah rencana pendirian Pusat Bahasa dan Budaya Mandarin di UKSW sebagai pintu masuk pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, budaya, teknologi, hingga kesehatan.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami didampingi Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy serta Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik, dan Kemahasiswaan Profesor Ferdy S. Rondonuwu. Turut hadir pula Ketua China Sinology Center Profesor Zhang Jian,  Board Of Governors Southern University College Profesor Azman Ching, dan Dr Hao.

Dalam sambutannya, Rektor Intiyas memperkenalkan UKSW sebagai Kampus Indonesia Mini yang memiliki komitmen kuat dalam membangun kolaborasi global. Menurutnya, kerja sama ini diharapkan tidak hanya menghadirkan pembelajaran bahasa Mandarin, tetapi juga membuka peluang kolaborasi di bidang bisnis, kewirausahaan, pengembangan rumah sakit pendidikan, hingga penguatan hubungan akademik antara Indonesia dan Tiongkok.

Baca Juga  Kolaborasi Hebat UKSW dan UNPAR, Kerja Sama Tridharma Demi Bangun Indonesia
UKSW kembali memperkuat jejaring internasional dengan menjajaki kerja sama strategis untuk pendirian Pusat Bahasa dan Budaya Mandarin di UKSW.
Foto UKSW

“Harapan kami, kerja sama ini dapat menghasilkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, maupun masyarakat,” ungkap Rektor Intiyas.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy  menyampaikan, salah satu hasil kesepakatan dalam diskusi yang dilakukan adalah kesepakatan untuk mempersiapkan Pusat Bahasa dan Budaya Mandarin di lingkungan UKSW. Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy akan memimpin langsung joint committe UKSW dengan Sinology Center.

“Hal ini dilakukan untuk mempercepat penawaran program dan mata kuliah bahasa mandarin pada bulan Januari 2026 sebagai mata kuliah elektif yang terbuka bagi semua mahasiswa UKSW. Rencananya juga akan dibangun sebuah center khusus untuk memimpin proyek ini”, kata Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy.

Baca Juga  Inkubasi Atlet Muda, UKSW dan SMA Kristen Satya Wacana Jaring Talenta Basket dari Seluruh Indonesia 

Pusat bahasa ini nantinya akan mendukung pembelajaran bahasa dan budaya Tiongkok, pengembangan kompetensi pengajar, serta menjadi wadah pertukaran akademik dengan perguruan tinggi di Tiongkok. Sebagai langkah awal, UKSW akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk mempersiapkan pendirian pusat bahasa dan budaya tersebut, termasuk penyusunan kurikulum, kebutuhan tenaga pengajar, serta penyiapan fasilitas.

Dalam implementasinya, mata kuliah pilihan Bahasa Mandarin direncanakan mulai ditawarkan pada Semester Genap yang dimulai Januari 2026. Ke depan, program ini diharapkan berkembang seiring kebutuhan dan regulasi yang berlaku. Selain bidang bahasa, UKSW juga menjajaki peluang kerja sama di bidang Traditional Chinese Medicine (TCM), penelitian, penyusunan buku berbahasa Mandarin yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia, serta pengembangan pelatihan guru bahasa Mandarin di Indonesia.

Baca Juga  Pemprov Jateng dan UKSW Kerja Sama Strategis Pembangunan

Melalui langkah ini, UKSW menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi internasional dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, memperkuat kompetensi global mahasiswa, serta mendorong inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dunia. Kerja sama ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas dan SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan, serta selaras dengan Asta Cita ke-4 yaitu penguatan pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, sains, dan teknologi. (RLS/UKSW/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan