Tim PkM Undana Dampingi Kelompok Wanita Tani Desa Oenoni

Pendidikan739 Dilihat

OENONI – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menegaskan komitmen pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Surplus Produk, Defisit Strategi” yang digelar di Desa Oenoni, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (29/8/2026). Kegiatan pengabdian berbasis lintas disiplin ini dijalankan oleh dua tim akademisi Undana, yakni tim pertama yang diketuai Henny L.L. Lada, S.Sos., M.I.Kom dengan anggota Helga M.E. Gero, S.Pd., M.Si dan Balkis Soraya Tanof, S.Sos., M.Hum, serta tim kedua yang diketuai Helga M.E. Gero, S.Pd., M.Si dengan anggota Henny L.L. Lada, S.Sos., M.I.Kom dan Petrus Selestinus Mite, S.Fil., MA.

 

Pendampingan ini difokuskan pada pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Oenoni untuk mengembangkan potensi olahan produk lokal sekaligus memperkuat strategi pemasaran hasil pertanian. Kehadiran para akademisi Undana membuka ruang diskusi interaktif bersama para anggota KWT guna memetakan serta memecahkan berbagai persoalan mendasar dalam mengelola dan memasarkan hasil tani daerah.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dan bagian dari kampanye #UndanaBerdampak dalam menghadirkan solusi akademis berbasis realitas lapangan. Sementara bagi publik dan masyarakat desa, pendampingan ini mentransformasi paradigma pertanian lokal dari sekadar pemenuhan konsumsi mandiri menjadi peluang bisnis berkelanjutan yang mampu meningkatkan nilai tambah olahan pertanian, menciptakan nilai ekonomi baru, serta menggerakkan kemandirian ekonomi perempuan di perdesaan.

Baca Juga  Magister Ilmu Komunikasi Undana Menuju Akreditasi Unggul, Rektor Jefri Optimis

Menjawab Tantangan Pemasaran Hasil Tani Lokal

Dalam sesi pendampingan, persoalan pemasaran menjadi fokus utama yang diseksamai oleh tim PKM Undana dan para peserta. Melimpahnya hasil pertanian di Desa Oenoni dinilai memiliki potensi komersial yang amat besar, namun sejauh ini masih membutuhkan strategi yang tepat agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai bagi kelompok tani.

 

Melalui wadah edukasi ini, para anggota KWT diberikan pemahaman mendalam bahwa produksi yang melimpah belum tentu meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa diimbangi dengan strategi hilirisasi dan pemasaran yang tepat.

 

“Melimpahnya hasil pertanian belum tentu meningkatkan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, produksi yang melimpah membutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar dapat menciptakan nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat desa,” ungkap Henny Lada.

Baca Juga  Sambut Tantangan Presiden Prabowo, Rektor Undana Hadiri Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di Jakarta

 

Kegiatan PKM Undana ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa setempat dengan hadirnya Kepala Desa Oenoni, Melyaki Sabuin, yang turut terlibat aktif sepanjang sesi diskusi. Pemerintah desa bersama akademisi dan masyarakat membahas secara komprehensif potensi lokal serta kebutuhan spesifik KWT dalam mengembangkan usaha berbasis hasil pertanian.

 

Pengembangan Produk, Pengemasan, dan Peluang Ekonomi

 

Kolaborasi antara lembaga perguruan tinggi dan pemerintah desa ini dipandang sebagai fondasi kuat dalam merancang program pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran. Pendampingan yang diberikan tim Undana tidak hanya berfokus pada dorongan peningkatan volume produksi, melainkan pada kemampuan masyarakat untuk melihat produk sebagai peluang ekonomi.

 

Peserta dibekali materi mengenai pentingnya pengembangan strategi pengemasan, diferensiasi produk, serta penetapan saluran pemasaran yang efektif. Langkah pendampingan ini dirancang agar hasil pertanian tidak hanya dikonsumsi mandiri, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Sepanjang rangkaian acara, antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para anggota Kelompok Wanita Tani yang hadir. Beberapa anggota kelompok secara aktif memanfaatkan forum ini untuk berbagi pandangan dan pengalaman mereka tentang aktivitas pertanian, sekaligus menguraikan tantangan nyata dalam memasarkan produk mereka. Interaksi dua arah ini memperjelas kebutuhan KWT akan pendampingan berkelanjutan dari pihak akademisi guna mengatasi hambatan usaha tani perdesaan.

Baca Juga  52 Tahun ATK Hadir, Esthon Sentil Peran Besar El Tari dan Mantan Menteri PU

 

Komitmen Pengabdian Undana Berdampak bagi Masyarakat

 

Melalui pendampingan ini, tim PKM Undana berharap KWT Desa Oenoni dapat secara mandiri mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki. Penguasaan strategi pemasaran yang tepat diyakini menjadi kunci utama untuk mengubah kondisi surplus produk menjadi penciptaan nilai ekonomi baru.

 

Langkah ini sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat desa di Kabupaten Kupang. Rangkaian kegiatan pendampingan di Desa Oenoni diakhiri dengan optimisme bersama untuk terus mengawal kemajuan KWT setempat. Undana berkomitmen untuk memperluas jangkauan program-program pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pemecahan masalah ekonomi warga.

Melalui semangat #UndanaBerdampak, civitas akademika Undana terus berupaya memastikan bahwa ilmu pengetahuan dan hasil pendampingan perguruan tinggi dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat perdesaan. (Audc/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan