Tekan Angka Stunting, Tim PKM FKKH Undana Dampingi Ibu Hamil dan Balita di Kupang

Pendidikan422 Dilihat

KUPANG – Tim dosen Program Studi Pendidikan Dokter dari Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) meluncurkan terobosan intervensi terpadu guna menekan angka stunting secara berkelanjutan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), para akademisi ini mengombinasikan pemeriksaan medis spesialis dini pada masa kehamilan dengan pelatihan ketahanan pangan keluarga berbasis budidaya hidroponik mandiri.

 

Program pengabdian lintas disiplin ini dipimpin oleh dr. Regina M. Hutasoit, M.Kes, dengan melibatkan anggota tim dosen FKKH Undana yang terdiri atas Rahel Rara Woda, S.Si., M.K.M, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Gottfrieda P. Taeng-Ob Adang, Sp.O.G, serta dr. Redemptus. Kegiatan ini secara intensif merangkul 50 peserta dari kelompok masyarakat rentan, yang terdiri atas 10 ibu hamil penerima pemantauan janin tingkat lanjut serta 40 ibu yang merawat balita terindikasi stunting.

 

Inisiatif pengabdian ini membawa dampak serta nilai strategis yang menjadi wujud pengejawantahan Tridharma Perguruan Tinggi, dengan memadukan kepakaran ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat untuk menghasilkan solusi empiris langsung di lapangan. Sementara bagi publik, intervensi dwifungsi ini menghadirkan kepastian medis bagi ibu hamil melalui pemantauan janin presisi sekaligus memberdayakan ekonomi keluarga berpenghasilan rendah lewat pemenuhan asupan sayuran bergizi secara mandiri di pekarangan rumah, sebagai langkah konkret memutus rantai stunting di NTT.

Baca Juga  Subasuka Waterpark Hadirkan SPLASH FEST DEAL, Nikmati Renang Sepuasnya dengan Menu MURAH MERIAH

 

Pemantauan Medis Spesialis dan Deteksi Dini Janin

 

Rangkaian program diawali dengan fokus intervensi medis yang dipusatkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Undana pada Sabtu (19/9/2026). Dalam sesi ini, sebanyak 10 ibu hamil mendapatkan fasilitasi pemeriksaan Ultrasonografi (USG) komprehensif secara gratis yang ditangani langsung oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Langkah medis ini ditujukan untuk mengukur antropometri janin serta memantau kondisi kesehatan kehamilan secara presisi guna mendeteksi potensi Intrauterine Growth Restriction (IUGR) atau hambatan tumbuh kembang janin sejak dini.

 

Pemeriksaan spesialis ini memungkinkan penanganan dan intervensi risiko stunting dilakukan secara responsif sebelum bayi lahir ke dunia. Ketua Tim PKM FKKH Undana menegaskan pentingnya pengawasan kesehatan secara berkelanjutan pada fase krusial tumbuh kembang anak. Menurutnya, pemantauan fisik dan pemberian edukasi asupan gizi esensial harus dikawal ketat sejak janin berada di dalam kandungan hingga masa persalinan.

Baca Juga  Gerakan “The Bridge”, Perkuat Edukasi Remaja dan pencegahan HIV/AIDS

 

Langkah ini diambil untuk memastikan tumbuh kembang fisik dan kapasitas kognitif anak terlindungi secara optimal sejak dini.

 

“Pencegahan stunting harus menjadi gerakan proaktif sejak masa kehamilan. Melalui pemeriksaan USG spesialis ini, kami memastikan para ibu memahami perkembangan janinnya secara rinci sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan asupan gizi esensial hingga masa persalinan,” ungkap dr. Regina.

 

Pelatihan Hidroponik Mandiri di Puskesmas Sikumana

 

Penguatan keberlanjutan program berlanjut melalui kegiatan edukasi lapangan di Puskesmas Sikumana pada Rabu (30/9/2026). Sebanyak 40 ibu yang memiliki balita terindikasi stunting dibekali pelatihan praktis mengenai teknik budidaya tanaman pangan menggunakan metode hidroponik sederhana. Inovasi budidaya ini dirancang khusus memanfaatkan barang daur ulang serta bahan rumah tangga yang mudah didapat oleh masyarakat.

Foto : Dokumentasi Tim FKKH

Melalui metode ini, keluarga rentan difasilitasi untuk memproduksi kebutuhan sayuran segar bergizi tinggi secara mandiri tanpa menambah beban pengeluaran ekonomi rumah tangga.

Baca Juga  Rektor Undana Kerahkan Kekuatan Dukung Pemprov Perkuat Sinergi Riset Pembangunan

 

Guna menjamin keberlanjutan penerapan teknologi tepat guna tersebut di tingkat rumah tangga, tim PKM FKKH Undana menyerahkan bantuan paket starter kit hidroponik kepada seluruh peserta pelatihan. Paket bantuan tersebut berisi benih tanaman unggul, media tanam, serta pasokan nutrisi pupuk yang siap diaplikasikan langsung oleh warga.

 

Sinergi Strategis Mewujudkan Generasi Bebas Stunting

 

Pemberian bantuan ini menjadi stimulan awal agar para ibu dapat langsung mempraktikkan ilmu bercocok tanam hidroponik di lingkungan rumah masing-masing.

 

Melalui pengintegrasian layanan medis spesialis dan pemberdayaan pangan skala rumah tangga ini, Undana membuktikan efektivitas kolaborasi antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat. Sinergi terpadu ini diharapkan dapat secara efektif menekan prevalensi stunting di Kota Kupang secara signifikan.

 

Langkah nyata ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan generasi masa depan Nusa Tenggara Timur yang sehat, kuat, dan berdaya saing tinggi. (IyL/RLS/USW/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan