Kupang (MEDIATOR) – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus mengakselerasi produktivitas publikasi ilmiah internasional dengan menggelar pelatihan intensif penggunaan platform ScienceDirect selama dua hari, pada 7 dan 8 Januari 2026. Berkolaborasi dengan raksasa penerbitan dunia, Elsevier, Undana kini memberikan akses penuh terhadap teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) guna menunjang riset dosen dan mahasiswa agar lebih kompetitif di kancah global.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut nyata dari bergabungnya Undana dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI). Melalui skema ini, Undana berhasil memangkas hambatan biaya langganan yang tinggi, sehingga seluruh sivitas akademika kini memiliki hak akses yang setara dengan perguruan tinggi papan atas di Indonesia Barat dalam mengeksplorasi literatur ilmiah berkualitas.
Johan Jang, Strategic Engagement Manager Elsevier Southeast Asia, yang hadir sebagai pemateri utama, memaparkan bahwa ScienceDirect tahun 2026 hadir dengan fitur revolusioner yakni ScienceDirect AI. Fitur ini memungkinkan peneliti mendapatkan rekomendasi jurnal yang lebih personal, integrasi otomatis dengan alat manajemen sitasi seperti Mendeley, serta akses data sitasi Scopus secara real-time.
“Investasi Undana pada platform ini bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan mesin penggerak riset. Dengan fitur AI, peneliti Undana dapat memantau tren riset terkini secara lebih presisi,” ungkap Johan Jang di hadapan para pustakawan, dosen, dan pengelola jurnal fakultas.
Selama masa langganan tahun 2026, sivitas akademika Undana diberikan akses tanpa batas untuk mengunduh ribuan jurnal yang 93 persen di antaranya terindeks Scopus pada kuartil Q1 dan Q2. Akses ini mencakup literatur lima tahun terakhir (2022–2026) dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari sains, teknologi, hingga medis yang diterbitkan oleh jurnal-jurnal prestisius seperti The Lancet dan Cell.
Untuk memastikan pemanfaatan yang berkelanjutan, Undana menyiapkan dua mekanisme akses: IP Access bagi pengguna di lingkungan kampus dan Remote Access bagi peneliti yang bekerja dari luar wilayah kampus melalui domain email institusi. Pustakawan dan pengelola jurnal di setiap program studi diposisikan sebagai pendamping teknis yang bertugas memastikan setiap potensi riset mahasiswa dan dosen mendapat rujukan referensi terbaik.
Melalui penguatan literasi digital berbasis AI ini, Undana optimistis dapat meningkatkan kualitas karya tulis ilmiah secara signifikan. Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mendongkrak reputasi akademik universitas di tingkat internasional, tetapi juga memberikan kontribusi keilmuan yang nyata dan berdampak bagi pembangunan masyarakat di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. (FnT/RLS/Undana/boy)






