PLN Operasikan Trafo 30 MVA Guna Perkuat Kelistrikan Labuan Bajo

Ekonomi39 Dilihat

Labuan Bajo (MEDIATOR)–PLN melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) berhasil melaksanakan energize/pemberian tegangan pertama pada trafo extension Gardu Induk Labuhan Bajo berkapasitas 30 MVA (Mega Volt Ampere). Trafo ini merupakan ivestasi tambahan PLN pada Gardu Induk Labuan Bajo yang sebelumnya hanya berkapasitas 20 MVA, sehingga saat ini operasionalnya ditopang oleh dua trafo sehingga total daya menjadi 50 MVA.

General Manager UIP Nusra, Wahidin menuturkan keberhasilan energize trafo extension ini merupakan wujud komitmen PLN untuk menunjang aktifitas kegiatan ekonomi di kabupaten Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo yang merupakan kawasan destinasi pariwisata super prioritas dan tentunya kawasan pengembangan strategis nasional.

“Beroperasinya trafo 30 MVA ini membuat pasokan listrik pada sistem flores menjadi semakin kuat dan andal, sehingga kedepan PLN mampu mensuplai kebutuhan untuk pelanggan – pelanggan premium pada sektor pariwisata, dan masyarakat umum tentunya,”ujar Wahidin.

Proses energize ini dilaksanakan setelah seluruh rangkaian tahapan test dan commisioning berhasil dilalui dan ditandai dengan terbitnya Rekomendasi Laik Bertegangan (RLB) dari PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi.

“Total kami membutuhkan waktu sembilan bulan untuk menyelesaikan pekerjaan ini,”ucap Wahidin.

Tentunya pembangunan kelistrikan yang dilaksanakan oleh PLN menurutnya harus mampu menghasilkan penurunan biaya pokok produksi tenaga listrik, dengan tetap menjaga suplai listrik yang berkualitas kepada masyarakat, sehingga listrik menjadi salah satu motor penggerak roda ekonomi, dan pembangunan industri.

Baca Juga  Peneliti: Prabowo Telah Buktikan Kinerja dan Kesetiaan Pada Presiden

Lebih lanjut, Wahidin menyampaikan bahwa Investasi yang dikeluarkan oleh PLN untuk menyelesaikan proyek ini  sebesar 13,4 Miliar,  dan didukung serapan tenaga kerja sebanyak  40 orang tenaga kerja lokal.

“Pada tahap terakhir nanti kami akan menyelesaikan pekerjaan akses jalan yang memasuki lokasi gardu induk, sehingga masyarakat sekitar juga dapat menikmati dan memanfaatkan akses jalan yang lebih baik,”tutup Wahidin.

Kedepan PLN akan membangun saluran udara tegangan tinggi (SUTT) untuk menginterkoneksikan Gardu Induk Labuan Bajo dengan PLTMG Labuan Bajo yang ada di kecamatan Rangko, dan direncanakan akan dimulai pada tahun 2023.

Untuk diketahui, sistem flores saat ini  memiliki daya mampu 94,97 Mega Watt (MW) dengan besara beban puncak 79,34 Mega Watt (MW) yang artinya terdapat daya cadangan sebesar 15.63 Mega Watt (MW).

Baca Juga  Ditemukan Hidup Setelah Tenggelam di Dasar Laut Selama Tiga Hari

Sekilas Tentang PLN

PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi menjalankan misi besar menerangi dan menggerakkan negeri. Memiliki visi menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara, PLN bergerak menjadi pilihan nomor 1 pelanggan untuk Solusi Energi. PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore. (**/TIM)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *