Para Mantan Rektor Undana Dihadirkan dalam Forum Pimpinan, Bedah Strategi Menuju Reputasi Global 

Pendidikan895 Dilihat

KUPANG – Dalam upaya memperkuat pencapaian berkelanjutan dan mendorong reputasi global institusi, jajaran pimpinan Universitas Nusa Cendana (Undana) membedah berbagai isu strategis pada hari kedua Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Pimpinan Tahun Anggaran 2026 di Umera Kofie, Kota Kupang, Selasa (3/11/2026). Evaluasi hari terakhir ini difokuskan pada capaian unit kerja, mutu pelayanan mahasiswa, hingga penyelarasan tata kelola kelembagaan.

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, dalam arahannya menegaskan bahwa melalui RTM, universitas dapat melihat secara menyeluruh sejauh mana realisasi program dan kegiatan telah berjalan, apakah target yang ditetapkan sudah tercapai, serta bagaimana kesesuaiannya dengan Rencana Strategis (Renstra) dan perjanjian kinerja antara Rektor dengan kementerian terkait.

Ia menjelaskan, pelaksanaan RTM kali ini memiliki sejumlah agenda tambahan yang tidak hanya berorientasi pada evaluasi administratif, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat fondasi kepemimpinan dan keberlanjutan pengembangan Undana.

Baca Juga  Sambut Tantangan Presiden Prabowo, Rektor Undana Hadiri Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di Jakarta

Salah satu agenda penting adalah menghadirkan para mantan Rektor Undana dari periode 2005 hingga 2025 untuk berbagi pengalaman dan memberikan pandangan mengenai kepemimpinan masa depan. Melalui sesi tersebut, para peserta diajak memahami pentingnya membangun fondasi kepemimpinan yang berkelanjutan, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, serta memberikan dampak nyata bagi perkembangan institusi.

Penajaman Evaluasi Unit Kerja, Audit SPI, hingga Isu Wisuda

Pada sesi evaluasi hari kedua, jajaran pimpinan universitas, fakultas, lembaga, hingga tingkat biro membedah secara langsung kendala operasional serta realisasi program Triwulan III Tahun Anggaran 2026. Rektor menegaskan bahwa evaluasi tidak boleh hanya berfokus pada persoalan keuangan dan administrasi, tetapi juga menyentuh pelayanan akademik, keluaran penelitian, pengabdian masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan mahasiswa.

Dalam dinamika diskusi yang interaktif, forum RTM membahas sejumlah isu strategis kelembagaan. Pembahasan diawali dengan penajaman sistem remunerasi dan audit risiko, di mana forum menginginkan penguatan mekanisme pengukuran kinerja yang terintegrasi dalam sistem SINERGI sebagai dasar pembayaran remunerasi agar semakin transparan dan akuntabel. Sesi ini dilanjutkan dengan penyampaian hasil audit RBA Tahun 2027 serta pemetaan risiko periode 2026–2030 oleh Ketua SPI bersama tim terkait.

Baca Juga  Undana Perkuat Konsolidasi Alumni, Gelar Rapat Persiapan Undana Fest: Pontuak Festival 2026

Selain itu, forum RTM turut membahas penguatan pencapaian kinerja melalui indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dan pemeringkatan UI GreenMetric melalui Satgas Pemeringkatan, guna memastikan Undana memiliki kontribusi nyata pada kelestarian lingkungan dan reputasi internasional. Langkah strategis tersebut juga diperkaya dengan penyampaian arahan dari Kementerian, Dirjen Riset dan Pengembangan, serta BRIN terkait tantangan disrupsi, reorientasi peran kampus, dan rekonstruksi tata kelola perguruan tinggi menghadapi tahun 2030.

Isu pelayanan akademik yang tidak kalah penting menjadi sorotan adalah wacana penambahan frekuensi wisuda. Forum membahas opsi penambahan frekuensi wisuda dari empat kali dalam setahun menjadi lebih sering, berkaca pada perguruan tinggi di Pulau Jawa yang mampu menyelenggarakan wisuda setiap bulan. Kebijakan ini dikaji untuk mempercepat pelayanan administrasi lulusan, dengan tetap memperhitungkan beban kerja sumber daya manusia dan efisiensi tata kelola secara menyeluruh.

Baca Juga  Alumni Undana Jembatani Kemitraan Taktis dengan Bappenas RI, Dorong Hilirisasi Riset Peternakan

“Kalau kebijakan yang kita mau ambil ini menguntungkan, harus dilihat juga tambahan pekerjaan administrasi yang harus dilakukan. Karena itu, saya sudah sampaikan dalam rapat agar ditinjau kembali berapa kali wisuda yang paling tepat dan efisien,” tegas Prof. Jefri.

Melalui penajaman materi pembahasan di hari kedua RTM ini, Undana berkomitmen memperkuat budaya evaluasi dan akuntabilitas, mempercepat pencapaian target IKU dari level pimpinan hingga staf, serta memastikan seluruh program kerja memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan kemajuan universitas.(Alk/RLS/UNDANA/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan