Pada Wakil Dubes Swedia, Gubernur VBL: Kami Butuh Kerja Cepat dan Tepat

Ekonomi80 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–“Kami butuh kerja yang cepat untuk segera memajukan provinsi ini. Provinsi ini tidak miskin, karena daerah ini sangat kaya dengan berbagai potensi alam yang luar bisa, untuk diolah secara optimal dengan pengetahuan dan tentunya skill yang hebat, agar cepat maju dan memberi dampak kesejahteraan bagi masyarakat NTT itu sendiri”.

Demikian Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  (VBL), saat menerima Wakil Duta Besar Swedia untuk Republik Indonesia sekaligus Pimpinan Misi Kedutaan Swedia , Lars Gustav Dahlin beserta rombongan, di ruang kerja Gubernur NTT, Selasa (23/08).

Kunjungan dari Wakil Dubes dan Rombongan tersebut dalam rangka membahas berbagai program kerja berkelanjutan,  juga tentang energi baru terbarukan yang sangat besar potensinya dan terbaik di NTT, dan juga kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia, sehingga dapat dikolaborasikan dengan perusahaan-perusahaan dari Swedia. Program ini akan dijalin oleh Swedia dan Pemerintah Provinsi NTT,  melalui beberapa perusahaan pengelola pertanian, peternakan dan energi yang beroperasi di Swedia.

“Saya dengan senang hati menyambut kahadiran bapak/ibu dari Swedia yang hari ini boleh ada di Nusa Tenggara Timur. Sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan banyak sekali ekosistem pariwisata potensial di NTT, kami membutuhkan partner kerjasama yang bisa berdampingan dengan kami dalam mengelola dan memanfaatkan berbagai potensi unggul tersebut, bukan hanya sumber daya alamnya saja, tetapi juga sumber daya manusia yang ada di NTT,”tegas gubernur menambahkan ”Saya berharap kita juga bisa membangun perekonomian, serta memberdayakan masyarakat agar mampu bergerak cepat  dalam kerja kolaborasi untuk mensejahterakan NTT. Saya sangat antusias untuk melakukan kolaborasi berkelanjutan dengan bapak/ibu sekalian. Kami siap menyediakan wadah terbaik yang dibutuhkan oleh Bapak/Ibu untuk kita kelola di NTT dalam perencanaan kerjasama ini.”

Baca Juga  Didoakan Pdt Selfina Fanggidae dan Diberkati Uskup Waitabula, Kantor Bank NTT Waibakul Resmi Beroperasi

Saat itu Gubernur VBL didampingi oleh Staf Khusus Gubernur Bidang Pertanian, Peternakan dan Energi, Prof. Fred Benu.

Orang Nomor Satu NTT ini juga berharap kepada wakil Dubes Swedia beserta rombongan untuk segera mengeksekusi rencana tersebut, karena hal yang terpenting adalah kita langsung melakukan aksi nyata dengan tidak lagi membuang-buang waktu dalam berdiskusi lewat pertemuan-pertemuan formal.

“Saya persilahkan Bapak dan Ibu sekalian untuk segera berdiskusi menyangkut hal-hal teknis guna menemukan solusi dan menyamakan persepsi, untuk merealisasikan rencana ini secepatnya. Disini ada Kadis Pertambangan, saya persilahkan Bapak dan Ibu untuk dapat berkoodinasi dengannya secepatnya,” ujar Gubernur Laiskodat.

Selain memberikan dukungan penuh, VBL juga menghimbau secara khusus kepada Wakil Dubes Swedia dan rombongan, agar dapat mendatangi dan melakukan survey secara langsung ke beberapa tempat di NTT, yang memiliki potensi sumber daya yang bisa dikelola bersama dalam perencanaan sustainable cooperation tersebut.

Sementara itu, Wakil Dubes Swedia untuk RI sekaligus Ketua Tim Misi Khusus Swedia, Lars Gustav Dahlin, menyampaikan maksud kedatangan Tim Swedia, dalam rangka mengagas kerjasama yang saling menguntungkan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Berdasarkan MOU antara Pemerintah Swedia dan Pemerintah Indonesia dua tahun yang lalu di Jakarta, saat ulang tahun Kemitraan Indonesia Swedia yang ke 70, kami telah membuat perjanjian bisnis, tidak hanya tentang energi tetapi banyak sektor untuk Substantial Partnership,”tegasnya menambahkan “Jadi setiap tahun kita harus fokus pada beberapa sektor seperti energi, pertanian, teknologi dan di akhir tahun ini, kami melakukan report dan konferensi pers dengan mengundang kementerian terkait. Kami juga telah banyak mendengar informasi keunggulan-keunggulan di NTT, yaitu tentang potensi arus laut, potensi gelombang dan potensi angina, khususnya potensi energi baru terbarukan yang sangat besar di NTT.”.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Pimpinan Misi Kedubes Swedia untuk Indonesia, Lars Gustav Dahlin juga memaparkan berbagai sektor kedutaan Swedia, yang yang dapat dikolaborasikan dengan NTT, diantaranya teknologi, kelautan dan perikanan serta pertanian dan peternakan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada,

“Kami mengajak kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat NTT, untuk saling belajar banyak hal, salah satunya dengan memanfaatkan perkembangan energi dan teknologi, agar menjadi lebih efektif. Kami telah melakukan pemetaan terhadap energi terbesar di Indonesia, dan kami menemukan NTT adalah sumber energi terbesar, dan akhirnya pada hari ini, delegasi kami untuk NTT, bisa hadir betemu langsung dengan Bapak Gubernur untuk menjajaki kerjasama ini. Kami juga telah melakukan diskusi maupun seminar, untuk membahas gagasan pengembangan potensi energi yang ada di NTT,” ungkap Dahlin.

Ajak ke Flores, Sumba, Rote, Sabu

Menanggapi pernyataan dari Wakil Dubes Swedia tersebut, maka Gubernur Laiskodat mengajak Tim dari Swedia untuk bisa mengunjungi pulau-pulau yang ada di NTT, seperti  Flores, Sumba, Rote, Sabu dan berbagai pulau indah lainnya yang kaya akan berbagai potensi untuk dikembangkan.

Baca Juga  Ini Alasan Hakim Vonis Hukuman Mati untuk Randy

“Saya yakin ketika bapak/ibu menginjakan kaki secara langsung di pulau-pulau tersebut, anda semua akan melihat bahwa semua pulau di NTT itu sangat indah adanya, Wonderful Islands,”puji Gubernur Laiskodat. Di penghujung pertemuan tersebut, Gubernur Laiskodat menyampaikan harapannya kepada Wakil Dubes Swedia beserta rombongan, agar dapat kembali untuk melaporkan hasil yang telah dicapai dari pertemuan yang dilaksanakan pada hari ini.

“Saya menanti bapak dan Ibu sekalian untuk bisa melaporkan perkembangan hasil pengamatan dan kerjanya, dilengkapi dengan data yang akurat tentang berbagai potensi, untuk dikembangkan dalam proses kerjasama selanjutnya. Saya berharap Bapak dan Ibu tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa merealisasikannya,” pungkas Gubernur menutup pertemuan tersebut.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Komisi Perdagangan Swedia : Erik Ingemar Odar, Firman Ardiansyah, Nofilia Kiki, Sri Kumala Chandra, Pejabat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Swedia : Paul Westin, Perwakilan Perusahaan Hitachi Energy : Zelayna Claudia, Perwakilan Perusahaan Valmet : Rushikesh Dikule, Perwakilan Perusahan Hexicon : Lars Vanelid , Perwakilan Perusahaan Our Ecolution : Matthew Schneider, Perwakilan Perusahaan Ecobarge : Marten Bjork, Kadis Pertambangan dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTT : Jusuf Adoe, Wakil Ketua Kadin NTT : Boby Pitoby, Wakil Koordinator Ketua Investasi & Maritim KADIN NTT : Yusak Benu, dan Wakil Koordinator/Ketua Perekonomian KADIN NTT : Christopher Samara. (AP-NTT/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *