Kupang (MEDIATOR)—Kehadiran Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang terus berdampak luas bagi masyarakat Kota Kupang. Jika saat dibuka hanya 3 instansi saja, kini terus bertambah. Data terakhir yang diperoleh media ini, sudah 21 kantor yang melayani di MPP. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang, Wildrian Ronal Otta, dalam sebuah sesi diskusi dengan media ini di ruang kerjanya, Kamis, menegaskan hal itu.
“Sebelum masa kepemimpinan kami, ada tiga instansi bahkan beberapa sudah mengundurkan diri. Namun setelah kami benahi, syukur hari ini jumlahnya bertambah menjadi 21 kantor. Semuanya melayani disini. Kita siapkan sistem yang baik dan dikawal, akhirnya seluruh pelayanan terintegrasi dan fokus disini,”tegas sosok yang kerab disapa Andre ini.
Lebih jauh dia merinci, di MPP, mereka menggunakan Motto BESTIE yang artinya Beres dan Pasti, menjadi daya tarik sehingga pelayanan di mall pelayanan publik kian memudahkan warga. “Bahkan kita terus berinovasi dalam pelayanan sehingga pelayanan tidak saja on site di kantor melainkan kami sudah hadir di Car Free Day (CFD) maupun di Sunday Market aytau sering kita sebut Saboak,”tegasnya.
Hal yang membanggakan adalah adanya lonjakan dalam kunjungan. Masyarakat yang datang terus mengalir, jumlahnya terus naik dari bulan ke bulan. Baginya, ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan warga terhadap layanan yang lebih cepat, pasti, dan mudah diakses.
Yang membaanggakan lagi dari pelayanan di MPO adalah, pelayanan yang terintegrsi. Seluruh yang dibutuhkan ada di sana sehingga pengunjung tidak perlu kemana-mana lagi.
“Misalnya ketika mengurus data bantuan di Dinas Sosial, tentu membutuhkan data kependudukan yang valid. Nah jika sistemnya menolak, maka ada kendala disana. Pengunjung tidak perlu jauh-jauh ke kantor Disenduk lagi melainkan cukup di loket yang ada disini,”tegas Andre lagi. Begitu pula untuk pembayaran berbagai pajak baik pajak bumi dan bangunan maupun ajak kendaraan bermotor.
Setelah mengurus administrasinya di kantor Samsat, sudah ada loket Bank NTT di lokasi yang tak jauh, masih dalam satu rangan. Sehingga mereka langsung membayarnya disana. (boy)
Wildrian Ronald Otta saat memberi penjelasan kepada media di MPP.
Foto: Mediator






