Mahasiswa UKSW Raih Juara 1 dan Juara 2 Nasional dalam Kompetisi Debat 

INFO UKSW465 Dilihat

SALATIGA–Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui kompetisi debat. Dua tim mahasiswa yang tergabung dalam Satya Wacana Debating Forum (SWDF) berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam Incredible Research and National Competition (INSTINCT) ke-10 Tahun 2026 di Universitas Riau, Pekanbaru, serta Juara 2 Nasional dalam Festival Lomba Debat Proyek Kebangsaan 2026 di Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Selain meraih juara bersama tim, salah satu mahasiswa UKSW juga memperoleh penghargaan individu sebagai 2nd Best Speaker.

Prestasi pertama diraih oleh Chindyana dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Program Studi Akuntansi, bersama Nathan Janson Dawolo dari Fakultas Hukum (FH), Program Studi Ilmu Hukum. Keduanya berhasil meraih Juara 1 Nasional dalam Kompetisi Debat Nasional Mahasiswa INSTINCT ke-10 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian Ilmiah dan Informasi (LPII), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau.

Kompetisi tersebut dilaksanakan secara hybrid, dengan tiga babak praeliminasi secara daring dan dilanjutkan babak semifinal dan grand final secara luring belum lama ini di FEB, Universitas Riau, Pekanbaru, Riau. Dalam kompetisi tersebut, Chindyana juga berhasil meraih penghargaan 2nd Best Speaker berdasarkan akumulasi nilai individu selama pertandingan.

Bagi Chindyana dan Nathan, pencapaian ini menjadi momen yang bermakna karena keduanya telah beberapa kali berkompetisi bersama, tetapi belum pernah meraih Juara 1. Terlebih, mereka kini berada di semester akhir sehingga kesempatan untuk mengikuti kompetisi semakin terbatas.

“Tentu kami merasa senang dan lega. Selain itu, kami berdua merupakan rekan yang sudah berkompetisi bersama-sama di berbagai lomba, tetapi belum pernah mendapatkan Juara satu. Oleh karena itu, Juara satu ini menandai pencapaian tertinggi kami sebagai rekan dan sebagai seorang pendebat,” ungkap Chindyana dan Nathan.

Baca Juga  Edukasi Gastronomi, PT. Satya Mitra Sejahtera dan SMP Kristen Satya Wacana Menggelar Cooking Class dan Decorating Pizza Competition

Bagi Chindyana, prestasi tersebut juga memiliki makna personal karena dipersembahkan untuk kedua orang tuanya yang sedang sakit. Penghargaan 2nd Best Speaker yang diraihnya menjadi bukti atas proses latihan dan usaha yang telah dijalaninya.

“Saya bangga dengan hasil tersebut karena sebagai bukti kepada diri saya sendiri bahwa hasil keras latihan pribadi membuahkan hasil dan menjadi persembahan prestasi khusus kepada orang tua saya,” tutur Chindyana.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan bersama SWDF. Chindyana dan Nathan menjalani latihan internal bersama anggota Kelompok Bakat Minat (KBM) serta latihan eksternal dengan pendebat dari universitas lain secara daring. Mereka juga mempelajari isu-isu aktual dan bertukar materi mengenai berbagai bidang, mulai dari politik, hukum, sosial, hingga ekonomi, untuk menghadapi mosi debat yang dapat diberikan secara langsung saat kompetisi berlangsung.

Sementara itu, prestasi kedua diraih oleh Shalom Selomita Widyakusuma dari Fakultas Hukum (FH), Program Studi Ilmu Hukum, bersama Winky Xavier Imanuel Zina dari Fakultas Teologi (FTEOL), Program Studi Filsafat Keilahian. Keduanya berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam Festival Lomba Debat Proyek Kebangsaan 2026 yang diselenggarakan melalui kerja sama antara perguruan tinggi Kristen di Indonesia, dengan Universitas Kristen Maranatha sebagai tuan rumah. Kompetisi tersebut berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 di Bandung.

Sebagai anggota sekaligus delegasi SWDF, Shalom dan Winky mengikuti kompetisi tersebut untuk mengembangkan kemampuan debat, menambah pengalaman, sekaligus membawa nama baik UKSW. Keduanya menjalani persiapan intensif selama kurang lebih dua minggu sebelum perlombaan. Persiapan dilakukan melalui latihan rutin bersama SWDF, latihan khusus, pendalaman materi secara mandiri, serta diskusi untuk membangun komunikasi dan kekompakan sebagai tim yang baru pertama kali berkompetisi bersama.

Baca Juga  UKSW Ciptakan Ruang Aman Anak, Edukasi Anti-Bullying dan Cinta Kampung

Salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah perbedaan sistem debat yang digunakan dalam kompetisi dengan sistem British Parliamentary (BP) yang selama ini mereka ikuti. Perbedaan tersebut menuntut keduanya untuk menyesuaikan cara berpikir, menyusun argumen, dan menentukan strategi selama pertandingan. Selain itu, mereka juga harus menghadapi peserta lain yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia debat.

Alih-alih berfokus pada pengalaman lawan, Shalom dan Winky memilih untuk memusatkan perhatian pada persiapan, komunikasi, dan performa mereka sendiri di setiap babak. Upaya tersebut mengantarkan keduanya meraih Juara 2 Nasional, sekaligus menjadi pencapaian yang bermakna bagi tim.

“Tentu kami merasa sangat bersyukur bisa meraih juara nasional. Bagi kami, pencapaian ini memiliki makna yang cukup besar karena menjadi salah satu bukti penyertaan Tuhan dalam setiap proses yang kami jalani. Terlebih, ini merupakan piala pertama yang berhasil kami persembahkan bagi UKSW dan SWDF setelah melalui proses latihan dan perjuangan yang cukup panjang,” ungkap Shalom Selomita Widyakusuma dan Winky Xavier Imanuel Zina.

Keduanya berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus mendorong anggota SWDF lainnya agar berani mengikuti kompetisi. Mereka juga ingin meneruskan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari proses regenerasi komunitas debat.

Baca Juga  KKN UKSW Dorong Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas Jadi Pupuk Organik

 

Keberhasilan kedua tim ini turut didukung oleh UKSW melalui dukungan moral, administratif, dan finansial. Direktorat Kemahasiswaan (DEM) membantu proses pendampingan administratif, sementara SWDF menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berlatih, berdiskusi, memperdalam materi, serta mengembangkan kemampuan debat bersama pelatih dan sesama anggota.

Melalui capaian tersebut, mahasiswa UKSW menunjukkan bahwa prestasi di bidang debat tidak hanya membutuhkan penguasaan materi dan kemampuan menyampaikan argumen, tetapi juga kerja sama, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta ketekunan dalam menghadapi tantangan. Prestasi Chindyana, Nathan, Shalom, dan Winky diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berani berkompetisi, dan membawa nama UKSW di tingkat nasional.

Prestasi mahasiswa UKSW dalam kompetisi debat ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas melalui pengembangan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan penyampaian argumentasi. Capaian ini juga sejalan dengan Asta Cita ke-4 yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 36 Prodi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (RLS/UKSW/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan