KADIN NTT Butuh Pemimpin Visioner, Jangan ada Dikotomi Senior-Junior

Ekonomi29 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Asosiasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) adalah sebuah organisasi besar di Republik ini yang kehadirannya diatur oleh undang-undang serta tugas-tugasnya diterjemahkan dalam AD/ART. Secara skala nasional, Kadin memberi kontribusi pada perekonomian Indonesia. Kadin ini juga dibentuk pemerintah dalam rangka membantu pemerintah dalam menjembatani dalam hal-hal yang berkaitan dengan perekonomian.

Sebentar lagi, yakni 20 Desember 2021 mendatang, Kadin NTT akan menggelar Musprov untuk membahas program sekaligus memilih pengurus baru periode 2021-2026. Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi NTT, DR. James Adam, dalam sebuah wawancara, Rabu (8/12/2021) petang di Kupang menegaskan bahwa jika dilihat dari besarnya tantangan kedepan, maka organisasi ini membutuhkan figur pemimpin hebat, berkarakter dan juga visioner. Hal ini dikarenakan, sejauh ini Kadin NTT belum berfungsi secara maksimal.

Ketua ISEI NTT, DR. James Adam

“Kalau saya lihat dari kacamata ekonomi, Kadin NTT belum memberikan apa-apa terhadap ekonomi di daerah ini. Kita belum masuk pada masalah industri dan lain sebagainya. Mungkin ada namun sangat kecil. Ini mestinya menjadi dasar, acuan untuk kepengurusan Kadin kedepan. Jadi kalau dia ada di daerah, maka dia menjadi jembatan antara pengusaha daerah dengan Pemda. Dalam rangka menumbuhkembangkan, membangun dan membentuk serta melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Tapi saya liat sampai hari ini, kontribusi Kadin terhadap Provinsi NTT dalam rangka menumbuhkan sektor industri misalnya, belum ada,”tegas James serius. Dia mencontohkan, yang lebih banyak berperan sekarang adalah pemerintah. Posisi Kadin menurutnya masih kecil.

Baca Juga  Segera Manfaatkan Kesempatan Ini, 1 Juli Harga Rumah Sudah Naik

“Dengan demikian maka kita harapkan pengurus baru produk Musprov 20 Desember ini harus mampu memberi kontribusi. Contohnya, bisa mendatangkan  investor baru,”tambah James.

Mediatorstar.com kemudian memberi gambaran mengenai adanya kesan dikotomi antara senior dan junior yang menjurus ke dinamika jatah-jatahan. “Kalau bicara organisasi, tentu ada dinamikanya. Sebetulnya begini, saya tidak mau bicara figur. Siapapun yang mau, silahkan. Namun saya hanya mau minta, jangan ada dikotomi antara senior dan junior. Karena belum tentu senior itu hebat, dalam konteks jaman now. Dan juga belum tentu junior pun hebat,”tegasnya serius.

Dia menyarankan, siapapun yang akan terpilih, seharusnya tidak ada lagi blok-blok. Karena kedepan provinsi ini akan berhadapan dengan tantangan-tantangan yang tak biasa. Dan ini membutuhkan figur yang visioner. “Sekarang kita lihat faktanya, NTT di tahun 2022 beda dengan ketika kita ngomong ekonomi NTT di tahun 90-an. Semua sudah berubah. Jadi kalau pemimpin di tahun 90-an dibawa ke tahun 2022, itu agak rancu. Kecuali si pemimpin  itu punya sesuatu yang wah, sehingga dia cepat beradaptasi di lingkungan yang baru,”tegas James sembari meminta agar Kadin kedepan membutuhkan team work yang kuat, dan team ini harus dipimpin oleh seorang leader yang punya visi jauh kedepan.

Baca Juga  Warga Rame-Rame Bawa Pulang Mobil Baru, KKB On The Street Bank NTT Sukses Besar

“Soal dia mau junior atau senior bukan masalah. Seorang pemimpin yang punya visi jauh. Adaptif terhadap perubahan-perubahan. Bukan soal jatah-jatahan. Sekarang sudah tidak jamannya lagi gontok-gontokan. Lu masih ribut-ribut, orang lain sudah lari kencang,”tegas James sembari menambahkan “Tidak mungkin pak Chris, Pak Hidayat, Pak Vivo, Pak Boby jalan sendiri. Karena di dalam Kadin, semua pengusaha jadi anggota. Mereka butuh kerjasama tim yang baik.”

Dia melihat bahwa tagline yang diusung oleh Boby Lianto soal kebangkitan ekonomi NTT, transformasi ekonomi NTT, ada benarnya karena sejak dulu semangat ini tidak pernah ada sehingga karena kondisi, real sekarang ini membutuhkan konsep demikian. Begitu juga dengan semangat yang ditonjolkan oleh keempat senior yang sudah mendeklarasikan diri untuk maju bahwa Kadin NTT mesti lebih bergairah lagi menjadi rumah besar seluruh pengusaha dan menjadi jembatan hang baik antara pengusaha dengan pemerintah.  Di samping itu, Kadin menjadi organisasi yang profesional dengan kinerja terukur. (MSC01)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *