Warga Lembata Senang, Jaringan Air Bersih Lewokoba Terpasang: PLN UIP Nusra Lanjutkan Pembenaman Pipa di Sekitar PLTP Atadei

Ekonomi860 Dilihat

LEWOLEBA – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melanjutkan Program Desa Berdaya melalui pengembangan jaringan air bersih di wilayah sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei (2×5 MW), Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

 

Setelah jaringan perpipaan di Kampung Lewokoba, Desa Atakore, terpasang, pekerjaan kini dilanjutkan dengan pembenaman pipa dan penyiapan titik-titik keran air bagi masyarakat.

 

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UIP Nusra yang dilaksanakan bersama Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) Indonesia tersebut memanfaatkan sumber mata air Wai Wu di Desa Nubahaeraka untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Atadei.

 

Pembenaman dilakukan untuk melindungi jaringan perpipaan yang telah terpasang, khususnya pada jalur yang melintasi kawasan hutan dan perkebunan warga. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat melalui kegiatan gotong royong.

Pelaksanaan pekerjaan mengikuti jadwal bakti warga. Masyarakat bersama tim pelaksana melakukan penggalian dan pembenaman pipa secara bertahap setiap Selasa dan Jumat hingga seluruh jaringan terlindungi.

Baca Juga  PLN ‘Setrum’ Lima Desa di Manggarai, Demi Sokong Perekonomian dan Pendidikan Masyarakat NTT

 

Ketua Yayasan PAPHA Indonesia Cabang Lembata, Paulus Makarius Dolu, mengatakan seluruh jaringan perpipaan untuk mengalirkan air dari sumber menuju Lewokoba hingga Kampung Genek yang berada di bawahnya telah terpasang. Tahapan pekerjaan selanjutnya difokuskan pada penggalian dan pembenaman pipa.

 

“Seluruh jaringan perpipaan sudah terpasang, mulai dari puncak menuju Lewokoba dan Genek, termasuk jaringan di dalam Kampung Lewokoba. Hari Jumat kami sudah mulai menggali dan membenamkan pipa dengan panjang sekitar 500 meter. Kami sudah sepakat dengan warga bahwa penggalian akan dilanjutkan setiap hari Jumat. Setelah pipa dibenamkan, kami akan melakukan uji coba kembali untuk memastikan jaringan berjalan dengan baik,” ujar Paul.

 

Paul optimistis seluruh proses pembenaman pipa dapat diselesaikan pada September 2026. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam kelanjutan program tersebut. Meski sebagian besar warga di kampung sasaran merupakan orang tua, masyarakat tetap terlibat membantu pekerjaan di lapangan.

Baca Juga  Motor BBM Dikonversi Jadi Motor Listrik, Keahlian Baru dari Program Pelatihan TJSL PLN

 

Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Lewokoba, pengembangan jaringan tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat di Desa Nuba Atalojo dan Desa Atakore.

 

Sebelumnya, uji coba jaringan pada 31 Agustus 2026 berhasil mengalirkan air hingga Lewokoba. Keberhasilan tersebut menjadi tahapan penting dalam perluasan jaringan air bersih dari sumber mata air Wai Wu menuju wilayah Desa Atakore.

Tokoh Adat Lewokoba, Agus Bala Puhun, sebelumnya menyampaikan bahwa masuknya air bersih ke wilayah mereka menjadi hal yang sangat berarti bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air.

 

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena akhirnya masyarakat bisa melihat dan menikmati air sampai di sini,” kata Agus.

Hal senada disampaikan Petrus Bala Wukak, salah satu warga Lewokoba. Ia mengenang kondisi masyarakat sebelum jaringan air tersedia, ketika warga harus mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dulu kami susah sekali mendapatkan air karena harus menunggu air hujan. Saya benar-benar merasakan masa-masa itu. Sekarang air sudah sampai di sini dan mengalir deras sekali. Kami sangat bersyukur,” ujar Petrus.

Baca Juga  Pejabat Teras PLN Bertemu Yusak Benu,  Bicarakan Prospek  Energi Baru Terbarukan

 

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan pengembangan jaringan air bersih merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

 

“Kami berharap sarana yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Manurung.

 

Pengembangan jaringan air bersih tersebut merupakan bagian dari Program Desa Berdaya yang juga mencakup penguatan ekonomi masyarakat melalui pendampingan kelompok tani dan kelompok perempuan di Desa Nubahaeraka.

 

PT PLN (Persero) UIP Nusra bersama Yayasan PAPHA Indonesia akan melanjutkan pekerjaan jaringan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas akses air bersih sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah pengembangan PLTP Atadei.(RLS/PLN/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan