JALAN PANJANG PEPERANGAN..

Nasional45 Dilihat

Catatan: Denny Siregar

Saya jadi sering buka-buka tiktok sekarang.

Bukan karena suka disana, tapi ingin memantau komen anak2 milenial dan gen Z yang jadi market tiktok, ketika mereka nonton film Sayap Sayap Patah.

Film ini targetnya memang mereka, karena generasi muda itulah yang paling mudah terpapar radikalisme. Bahkan banyak diantara mereka gak paham radikalisme itu apa, karena merasa tidak terancam. Usia muda membuat mereka menerima semua ideologi dengan terbuka, tanpa filter, sehingga mudah dimasuki paham yang merusak.

Dan – Alhamdulillah – komen2 di tiktok itu, sebelum dan sesudah menonton film Sayap Sayap Patah, ternyata membuat mereka membuka kembali sejarah di Mako Brimob tahun 2018. Mereka akhirnya belajar dari sejarah dan tanpa sadar membentuk pertahanan diri atau self defense, bahwa radikalisme itu merusak.

Baca Juga  Pelayat Berdatangan, Kasrem Kol Petrus Kamlasi Dampingi Wagub Persiapkan Pelepasan Jenazah Danrem

Film memang alat edukasi terbaik. Dengan gaya visual yang bagus, pesan yang dikemas dalam film bisa mudah masuk dalam benak. Dan pesan itu tertinggal dalam ingatan, hingga satu waktu keluar ketika ada peristiwa yang berkaitan.

Kenapa harus Nicholas Saputra ? Kenapa harus Ariel Tatum ? Mereka kan aktor mahal ? Karena mereka jadi idola buat generasi2 milenial dan gen Z. Nicsap dan Ariel jadi magnet supaya generasi itu melirik film ini, dengan begitu mereka bisa duduk dan kita “kuliahi”.

Saya sendiri ngos2an mencari biaya untuk film ini. Seharusnya ini kerjaan pemerintah lewat BPIP, BNPT, BIN, Kementrian pendidikan, Kementrian agama, jadi saya lebih enteng. Tapi karena mereka sendiri kurang perduli, ya udah bikin sendiri.

Baca Juga  TJPS Jadi Program Unggulan, Pemprov NTT Eksekusi Lebih Awal Sambut Periode Okmar

Setidak-tidaknya ini menjadi “tamparan halus” buat pemerintah, bahwa gua aja bisa bikin ginian, masak kalian gak bisa ? Gak malu apa ??

Kalian nonton deh film Sayap Sayap Patah ini. Saya yang sudah nonton puluhan kali aja masih nyesek terus, karena Rudi Soejarwo jago banget membangun dramanya dengan cantik. Tambah akting Iwa K dan Nugie yang benar-benar ciamik, film ini bisa membuat nangis satu studio.

Jangankan kalian, wong ketika gua booking satu studio untuk anggota Densus yang terkenal gahar itu, mata mereka bengkak habis nontonnya..

Semakin tinggi ku mendaki, semakin ingin berbuat lebih besar dan banyak lagi. Anginnya juga semakin kuat. Doa dari banyak orang kubutuhkan supaya tubuh ini tidak rentan.

Baca Juga  Habib Gus (Dahlan Iskan Menulis Anis-Cak Imin)

Hidup sekali. Berarti. Lalu Mati

Seruput kopi...

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *