Kupang (MEDIATOR)—Ketua Lembaga Pesparawi Daerah NTT (LPPD) NTT, Esthon Foenay, dan Dr Harun Natonis, Msi., selaku Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Sabtu (26/11) pagi bertempat di Sahid T More Hotel Kupang menandatangani sebuah pernyataan kerjasama/Memorandum of Understanding (MoU).
Kedepan, kedua lembaga ini akan berkolaborasi dalam membangun potensi olah vokal dan juga bermusik yang akan diimplementasikan dalam sejumlah program. IAKN sebagai lembaga yang memiliki program study baik itu seni, musik dan seni pertunjukan, bisa mengerahkan SDM yang dimiliki untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas peserta Pesparawi dalam setiap even. Untuk diketahui, MoU ini mengatur tentang pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Tidak hanya MoU tersebut, melainkan masih pada moment penutupan Musda LPPD NTT, Esthon dan Harun pun menyaksikan penandatangan Memorandum of Agrement (MoA) antara Dekan Fakultas Seni IAKN Kupang, Dr Hemy Bara Pa, Mpd dengan seluruh LPPD kabupaten/kota di NTT.
Dalam sambutannya, Dr Harun Natonis menegaskan bahwa kerjasama ini memiliki nilai yang tinggi bagi mereka karena IAKN diberi ruang lebih dalam berkontribusi membangun Provinsi NTT melalui LPPD. Di IAKN Kupang menurutnya, ada program study yang bisa berkontribusi, seperti Prodi Seni, Prodi Musik serta Seni Pertunjukan.
“Ini adalah sebuah sejarah bagi kami, karena ada ruang untuk berkolaborasi. Dari sisi pengembangan SDM, dosen-dosen kami lumayan bagus sehingga bisa juga diajak bersama membangun potensi kita,”tegas Harun.

Foto: Stenly Boymau
Sementara Esthon Foenay saat itu juga bergembira karena IAKN sudah mengulurkan tangan, dan mau bermitra menjadi sebuah kekuatan dalam membesarkan nama Provinsi NTT di pentas nasional. Apalagi, di setiap iven, NTT selalu menjadi rival tangguh bagi daerah lain.
Esthon juga menambahkan, kehadiran IAKN menjadi sebuah kekuatan besar, karena pada tahun 2025 nanti, usai Pesparawi Nasional XIV di Papua, maka NTT akan membangun argumentasi untuk menjadi tuan rumah pada Pesparawi Nasional XV.
“Pesparawi Nasional di NTT adalah taget pertama kita. Besar harapan kami untuk meningatkan sinergitas antar sesama pengurus baik provinsi maupun kabupaten/kota,”ujar Esthon sembari menambahkan, hari ini sudah ada MoU dengan IAKN yang memiliki SDM berkualitas. Kehadiran dosen-dosen ini selama beberapa kali Pesparawi baik regional maupun nasional, sudah berkontribusi lebih pada mutu dan kualits peserta. “Karena itu saya harap dosen dan mahasiswa IAKN Kupang bisa membantu pembinaan paduan suara di sekolah dan gereja sehingga kualitas bernyanyi kita semakin baik. Sebagian besar pelatih di LPPD 1 adalah para dosen dan pengajar di IAKN Kupang. Melalui kolaborasi antar lembaga, Pesparawi bisa dilaksanakan di tingkat dasar hingga perguruan tinggi, yang dilaksanakan rutin tiap tahun sehingga investasi SDM yang dimaksudkan oleh Pak Presiden dan Pak Gubernur bisa dilakukan melalui injeksi-injeksi rohani,”tegas Esthon. (Stenly Boymau)






