Kupang (MEDIATOR)–– Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho dan Direktur Kredit Bank NTT Paulus Stefen Messakh, Kamis (12/10) lalu, mendampingi Bupati Manggarai Herybertus Nabit, mengunjungi 157 calon peserta Program Ausbildung Jerman. Di sana, para tokoh ini memberikan motivasi kepada para calon peserta yang sedang mengikuti training Bahasa Jerman di SMKN 4 Kupang.
Ausbildung atau Program Vokasi dan Training Industri ini adalah program pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang digagas oleh Gubernur NTT periode 2018-2023 Viktor Laiskodat dalam kerja sama dengan Yayasan Global Catalyst yang ada di Jerman.
Dalam program ini, pemerintah Provinsi NTT akan mengirimkan ribuan anak-anak muda untuk mengikuti program vokasi dan training industri di Jerman. Diharapkan, setelah program tersebut selesai, mereka bisa pulang dan membangun NTT menjadi lebih baik.
Bupati Manggarai Hery Nabit mengatakan, sebagai pemerintah daerah, pihaknya ingin mengetahui situasi pembelajaran para siswa calon peserta program Ausbildung, karena program ini sangat baik sehingga Pemkab Manggarai akan membangun kerja sama dengan Bank NTT sebagai jembatan penghubung ke Global Katalyst, agar program ini bisa dilaksanakan di Kabupaten Manggarai.
“Saya berpikir tadi coba melihat dulu situasi dan saya minta Bank NTT untuk menjembatani kami dengan pihak Global Katalyst, sehingga kita bicara kemungkinan kerja sama (Ausbildung) ini juga dilaksanakan dengan Pemkab Manggarai,”ujar Hery Nabit seperti dilansir KoranNTT.com. Dia juga berharap agar anak-anak NTT calon peserta program Ausbildung bisa belajar dengan serius.
Sementara Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengapresiasi semua pihak yang terlibat, dan berkontribusi terhadap pengembangan SDM di NTT. Menurut Alex, ada spirit yang kuat dari anak-anak NTT untuk mengikuti program tersebut. Walaupun dengan keterbatasan dan tantangan, tapi kosistensi dan komitmen anak-anak NTT luar biasa. “Mereka memiliki semangat mau maju untuk membangun NTT lewat program vokasi. Mudah-mudahan ini momentum untuk kebangkitan pembangunan SDM NTT,” ujar Alex.
Ketua Panitia Program Training Bahasa Jerman yang juga adalah Kepala Sekolah SMKN 4 Kupang Semi Ndolu mengatakan program Ausbildung bukan program pengiriman tenaga kerja, tapi program untuk pengiriman anak-anak NTT untuk bisa mendapat akses pendidikan yang lebih baik di Jerman.
“Bahwa setelah mereka selesai pendidikan dan mereka bisa bekerja, itu nomor duanya. Tapi nomor satunya adalah peningkatan SDM anak-anak kita untuk bisa mengakses pendidikan. Karena kita tahu di Jerman, 15 dari 16 negara bagian di Jerman menerapkan 100 persen uang kuliah gratis tapi berkualitas,” ujar Semi Ndolu. (**/KN/KJR)












