Cadangan Daya Listrik Flores Cuma Sedikit: Saatnya Lepas dari Ketergantungan Fosil, Berikut Hasil Penelitian Tentang Geothermal

Ekonomi919 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)--General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Yasir, menjelaskan bahwa PLN bertanggung jawab menyediakan listrik andal di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Flores.
“Flores, saat ini, daya mampunya sekitar 104 MW. Sedangkan beban kita sudah mencapai 96 MW, jadi cadangan cuma sedikit. Itupun disuplai rata-rata dari fosil yang beberapa tahun ke depan wajib dikurangi” ujar GM Yasir.


Untuk diketahui, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, pada Senin 28 April 2025 menggelar audiensi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), para pengembang panas bumi, bupati setempat, serta kelompok pemerhati lingkungan WALHI dan elemen masyarakat dari JPIC SVD.
Saat itu gubernur mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung ikhtiar PT PLN (Persero) dan pengembang panas bumi dalam mewujudkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di NTT.
Masih menurut GM Yasir yang ikut hadir dalam pertemuan itu, Geothermal merupakan sustainability energy yang memungkinkan Flores untuk lepas dari ketergantungan fosil, sehingga lebih ramah lingkungan dan subsidi dapat dialihkan ke sektor potensial lainnya.
“Kita harus mengutamakan ketahanan energi. Dengan menghasilkan energi, tadi Pak Gubernur sudah menggarisbawahi, bahwa industri harus hadir di NTT, karena dengan begitu ekonomi bisa tumbuh,” ucap GM Yasir.


Dalam audiensi tersebut, Ketua Geothermal Indonesia dari UGM, Pri Utami, menerangkan bahwa area panas bumi yang selama ini ada di Indonesia merupakan rahmat dan anugrah dari Tuhan, telah bertahun-tahun diteliti ahli geothermal sehingga menjadi sebuah WKP.
“Maka dalam hal urusan panas bumi kita harus melihat adanya benang merah antara kebijakan moyang kita untuk melestarikan lingkungan dengan semangat pelestarian lingkungan, kelanjutan kehidupan, bahkan peningkatan kesejahteraan bagi manusia sekarang,” ucap Pri Utami.
Pri Utami menegaskan, berdasarkan penelitian telah ditetapkan bahwa geothermal bukanlah tambang. Aktivitas eksplorasi geothermal dilakukan dengan memanfaatkan energi panas bumi yang terbarukan, bukan mengeksploitasi sumber daya alam terbatas. Dengan demikian, kelestarian lingkungan dapat tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat dapat digapai.
“Pasti akan muncul manifestasi seperti lubang uap panas, lumpur, suara gemuruh dan bau belerang. Ini perlu diperhatikan dan dikelola agar bisa dijaga keamanannya dan bahkan bisa saja menjadi tempat wisata, pemanas atau pengering hasil pertanian, dan pembangkit listrik,” kata Pri Utami. (RLS/PLN/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan