PLN Komit Lestarikan Lingkungan, Penghijauan dari Timor hingga Manggarai

Ekonomi334 Dilihat

Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan dalam setiap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan standar pengelolaan lingkungan berkelanjutan, program penghijauan, hingga berbagai langkah mitigasi risiko ekologis di wilayah proyek.

Asistant Manager Lingkungan PT PLN (Persero) UIP Nusra, Nasrulloh, menjelaskan bahwa seluruh proyek ketenagalistrikan yang dijalankan PLN selalu mengacu pada peraturan perundang-undangan serta dokumen persetujuan lingkungan yang telah disahkan kementerian maupun dinas lingkungan hidup setempat.

“Penerapan standar lingkungan meliputi pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3 dan air limbah, pengendalian gangguan lingkungan, hingga penghematan penggunaan air dan energi,” jelas Anas.

Baca Juga  Respons Penolakan Geothermal, PLN UIP Nusra Siapkan Ruang Dialog Sehat Melalui Satgas Penanganan Isu Sosial dan Teknis

Selain itu, PLN juga secara rutin melakukan pemantauan kualitas lingkungan guna memastikan seluruh aktivitas pembangunan tetap berada dalam baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan.

“Pemantauan ini penting agar setiap proyek tetap mendukung kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, termasuk perlindungan vegetasi di sekitar wilayah pembangunan,” tambahnya.

Tak hanya berfokus pada pengelolaan dampak lingkungan proyek, PT PLN (Persero) UIP Nusra juga aktif menjalankan program penghijauan yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem.

Pada awal 2025, PT PLN (Persero) UIP Nusra bersama masyarakat dan pihak kehutanan melakukan penanaman 33 ribu pohon jambu mete di Desa Noin Bila, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan cakupan area mencapai 50 hektare.

Baca Juga  Masyarakat Sekitar PLTP Mataloko Diberdayakan PLN Jadi Pengrajin Genteng

Program serupa juga dilaksanakan di Desa Lungar, Kabupaten Manggarai, melalui penanaman 4.800 bibit kopi sebagai upaya mendukung potensi perkebunan kopi di Pulau Flores sekaligus memperkuat manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, pada awal 2026, PT PLN (Persero) UIP Nusra kembali menginisiasi program penghijauan di Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan menanam sekitar 24 ribu bibit pohon yang terdiri atas mahoni, cendana, flamboyan, alpukat, mangga, dan sukun.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan bahwa aspek lingkungan menjadi perhatian utama PLN sejak tahap awal perencanaan proyek hingga memasuki masa operasional.

“Setiap proyek yang kami jalankan selalu melalui proses identifikasi dan pemetaan potensi dampak lingkungan melalui AMDAL. PLN berkomitmen memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem,” ujar Rizki.

Baca Juga  PLN Buka 14 Lahan Kosong Warga Poco Leok Jadi Lahan Pertanian Hortikultura

Ia menambahkan, berbagai langkah mitigasi terus dilakukan PLN, mulai dari pengendalian pencemaran, pemantauan kualitas lingkungan secara berkala, hingga perlindungan flora dan fauna di sekitar wilayah proyek.

“Program penghijauan yang kami lakukan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Pembangunan ketenagalistrikan harus tumbuh berdampingan dengan pelestarian lingkungan,” tutup Rizki. (RLS/PLN/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan