Buntut Musibah Kapal Pasific 88, Kolaborasi DPRD NTT, PELINDO, INSA-Suntraco Selamatkan Nyawa Ratusan Pasien Cuci Darah RS Leona

Ekonomi118 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Insiden miringnya kapal kargo Pasific 88 pada pukul 04.00 WIB, Senin (2/2) di dermaga Jamrud Selatan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, saat sedang bongkar muat sehingga mengakibatkan 30-an kontainer jatuh ke laut, ternyata berdampak sangat serius pada keselamatan ratusan pasien Rumah Sakit (RS) Leona Kupang.

Ternyata di kapal itu ada kontainer bahan habis pakai milik RS Leona Kupang. Setelah diricek, bahan habis pakai itu antara lain obat-obatan termasuk obat-obatan untuk Hemodialisa (cuci darah) yang tak lain adalah sebuah prosedur medis untuk menyaring limbah, racun dan kelebihan cairan dari darah.

Direktur RS Leona Kupang, dr Monika Salim, yang dikonfirmasi Mediatorkupang.com, Sabtu malam ini membenarkan informasi itu. Dia menyebut, pasca musibah itu, pihaknya berusaha agar kontainer mereka dipindahkan ke kapal kargo Calypso karena menyangkut masalah kemanusiaan. Banyak pasien cuci darah yang sementara menanti datangnya obat-obatan itu.

“Akhirnya kontainer yang memuat bahan habis pakai tersebut harus dipindahkan ke Kapal Calypso yang rencana sandar hari Sabtu tanggal 14 Februari. Tetapi karena kebutuhan untuk pelayanan yang sangat mendesak sehingga kami mencoba untuk menghubungi Wakil Ketua DPRD NTT, Pak Fernando Soares,”tegasnya.

Baca Juga  Karang Taruna Naikolan Gelar Ibadah PASKAH, PT. Pelindo Salurkan Bantuan Kepada Lansia

Saat menghubungi Fernando Soares itulah mereka mendapatkan angin segar sehingga Fernando lalu mengontak sejumlah pihak untuk mempermudah proses pengiriman karena jika terlambat maka akan berakibat fatal pada pasien.

Menurut dr Monika, Fernando-lah yang kemudian memfasilitasi ke Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Kupang yakni Yusak Benu. Untuk diketahui, INSA adalah organisasi resmi pengusaha perusahaan pelayaran niaga Indonesia. Tak hanya itu, PT Pelindo pun dihubungi sehingga terjadilah sebuah kolaborasi yang sempurna untuk memudahkan pengiriman kontainer berisi obat-obatan itu.

“Koordinasi inilah sehingga membantu memajukan jadwal sandar kapal Calypso dari sebenarnya Sabtu ke Jumat, 13 Februari. Mereka benar-benar membantu kami sehingga Puji Tuhan hari ini kami sudah bisa langsung melakukan pelayanan ke pasien unit Hemodialisa di RS Leona Kupang,”tambahnya lagi.

Dia mengakui, pelayanan kepada pasien cuci darah mereka sempat tertunda karena insiden tersebut. Ketika dikonfirmasi lebih jauh mengenai jumlah pasien mereka setiap hari, dia merinci, rata-rata mereka melayani 30-35 orang pasien. Tak bisa dibayangkan jika kontainer itu mengalami keterlambatan berhari-hari tentu angka pasien yang antri dan menanti jadwal cuci darah bisa tembus ke angka ratusan. Untuk diketahui, penelusuran media ini, ada dampak negatif bagi seorang pasien yang mengalami keterlambatan cuci darah. Kasus ini beresiko menyebabkan penumpukan cairan dan racun (uremia) yang mengancam nyawa pasien.

Baca Juga  Prabowo Resmikan 37 Proyek Strategis Tenaga Listrik di Berbagai Provinsi, 3 di Labuan Bajo

Sementara Ketua INSA Kupang, Yusak Benu, yang dikonfirmasi media ini, membenarkan fakta itu.

“Kemarin pihak Rumah Sakit Leona menghubungi Pak Nando Soares untuk meminta bantuan karena cuaca buruk sehingga kapal Calypso mengalami keterlambatan 5 hari dan di dalam kapal tersebut mengangkut obat-obat untuk Hemodialisa. Pasien cuci darah ini harus cuci darah tepat waktu dan jika terlambat maka bisa berdampak pada kematian karena keracunan,”demikian Yusak.

Karena pertimbangan kemanusiaan, maka menurutnya, INSA selaku assosiasi pemilik kapal berkoordinasi dgn GM Pelindo untuk bisa memajukan jadwal sandar kapal Calypso yang terjadwalkan sandar pada Sabtu siang, ke Jumat 13 Februari agar obat-obatan bisa segera terangkut dan mendapatkan jalur prioritas keluar dari pelabuhan menuju ke rumah sakit.

Baca Juga  Dukungan Pemda Sangat Diapresiasi, Ditjen EBTKE: Perluasan PLTP Ulumbu Sangat Diperlukan

“Pagi ini kami mendapatkan kabar bahwa banyak pasien sudah bisa menjalani Hemodialisa karena obatnya sudah didistribusikan ke rumah sakit. Kami dari INSA pun sudah berkoordinasi dengan pemilik kapal-kapal yang tergeser jadwal sandarnya dan mengalami keterlambatan demi misi kemanusiaan. Puji Tuhan semua bisa menerima dengan baik karena ini menyangkut nyawa manusia yang harus kita prioritaskan.”

Sementara Rudy Irawan, selaku Kepala Cabang Suntraco Kupang, pihak yang mengangkut kontainer berisi obat-obatan itu, membenarkan.

“Benar, kami yang mengangkut kontainer khusus yang membawa obat-obatan untuk RS Leona. Katanya sudah telat lima hari. Kita juga harus membantu semaksimal mungkin. Untung kami dibantu oleh PELINDO dan INSA sehingga dipercepat prosesnya. Sekali lagi kami berterima kasih karena sudah dibantu oleh pihak-pihak sesuai kapasitasnya,”ujar Rudy. (BOY/TIM)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan