Kupang (MEDIATOR)—Deputi Sistem dan Tata Kelola (Sistalok) Badan Gizi Nasional, Tigor Pangaribuan berama tim, Kamis (13/3) malam bertemu dengan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena di Kupang. Pertemuan itu tak lain koordinasi demi suksesnya program Presiden Prabowo Subianto dan wapres Gibran Rakabuming yakni Makanan bergizi Gratis (MBG).

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan itu, tim BGN ingin memastikan kesiapan Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh pemangku kebijakan dalam mengeksekusi program itu.
Florencio Mario Vieira, selaku Tenaga Ahli Utama MBG yang juga hadir dalam pertemuan, kepada Mediatorkupang.com dalam sebuah wawancara, mengatakan “Beberapa hal yang kami diskusikan saat itu adalah tentang bagaimana menyukseksan program MBG di NTT. Dan kami juga membahas, setelah semua kabupaten sudah memiiki dapur (SPPG) dan mulai distribusi makan, maka tantangan terbesar kita adalah pada aspek suplay. Yakni sayuran, buah-buahan, telur, ayam, dia harus vatriatif dan tidak monoton. Bagaimana stok kita di NTT.”

Foto: stenly boymau
Pasalnya setelah diuji coba di sejumlah wilayah seperti tiga dapur di Kota Kupang, satu dapur di Kabupaten Kupang dan juga di Flores, Lembata, Sikka, tantangan di depan mata adalah suplay.
“Sayuran untuk 3000-an orang itu, buncis misalnya tidak mencukupi. Sehingga karena tidak cukup maka diselingi dengan sayuran yang lain. Ini baru tiga dapur di Kota Kupang. Dalam pertemuan itu kita membedah potensi-potensi apa yang dimiliki serta solusi jika ada kelangkaan produk,”ujar Mario.
Gubernur Melki yang saat itu didampingi sejumlah pejabat seperti dari Dinas Pertanian, Pekerjaan Umum, Perikanan dan Kelautan serta OPD lainnya seperti BKKBN, mereka diperintahkan untuk memonitor kelompok-kelompok binaan agar menyiapkan bahan baku untuk dapur.
“Pak gubernur memerintahkan agar kelompok-kelompok binaan yang sudah ada dimonitoring agar produksinya terjaga. Yakni pertanian serta peternakan dan perikanan. Ikan juga jenis-jenis tertentu. Misalnya kelompok-kelompok tani untuk mulai menanam karena pasti dibeli oleh dapur. Kalau dulu cari pasaran susah, sekarang sudah pasti dibeli. PU agar menyediakan akses air, Dinas Peternakan soal peternakan dan sebagainya,”tambah Mario.

Foto: Stenly Boymau
Saat itu Pemprov langsung membuat pemetaan jumlah dapur serta mengevaluasi ketersediaan bahan pokok yang dibutuhkan utuk keperluan dapur.
“Harus diakui bahwa program MBG ini punya dampak besar selain pada status gizi anak juga peningkatan pendapatan petani, peternak. Efek dominonya besar. Saat itu Pak Gubernur bereaksi dan para pemangku kepentingan diminta untuk segera bekerja cepat,”tambahnya.
Untuk diketahui, ikut hadir sejumah pejabat dari BGN, serta Pemrov NTT. Hadir juga mitra kerja yang mendukung suksesnya program MBG, antara lain Antonio Sarmento, serta sejumlah pihak.
Suksekan Program MBG
Sementara itu, ketika memberikan sambutan perdana pada rapat paripurna DPRD NTT pekan kemarin, Gubernur NTT Melki Laka Lena meminta kepada semua untuk mensukseskan program MBG.
“Program ini bukan sekdar program kebijakan sosial melainkan investasi jangka panjang bagi generasi penerus bangsa. Dengan adanya program ini kita memastikan anak-anak terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang secara optimal. Gizi yang baik adalah fondasi utama bagi kesehatan, kecerdasan anak-anak generasi masa depan,”tegas Melki saat itu.
Anak-anak yang terpenuhi nutrisinya akan memiliki daya tahan yang lebih kuat, kemampuan belajar lebih baik serta peluang yang lebih baik untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Lebih dari itu program makan bergizi gratis menurutnya akan diintegrasikan dengan sektor pertanian dan peternakan lokal sehingga bahan pangannya berasal dari produk-produk unggulan NTT sendiri.
“Degan demikian program ini tidak saja dirasakan oleh anak-anak melainkan juga oleh petani, peternak, serta pelaku usaha kecil lainnya, menciptakan pergerakan ekonomi sirkuler yang berkelanjutan. Program ini bukan sekedar makanan di piring melainkan tentang harapan, kesehatan, dan masa depan NTT,”tegas melki sembari mengajak semua mendukug dan mengawal bersama sehingga progam MBG sukses terlaksana.
“Kemarin saya diingatkan oleh kepala BGN, uang yang masuk ke NTT kalau kita kerja dengan baik melalui MBG itu Rp 8 T lebih besar dari angka APBD kita. Jadi ini program luar biasa, saya harap kita dukung agar pergerakan ekonominya samai ke tingkat desa,”pungkasnya disambut tepukan tangan peserta sidang paripurna DPRD NTT. (BOY)






