Bank NTT Hadirkan Pasar Digital di Pedalaman Sumba, Implementasi QRIS Bank Indonesia

Ekonomi35 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Waikabubak

Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT), terus mensosialisasikan pentingnya transaksi yang aman, yakni secara digital dengan menggunakan layanan QRIS (Quick Response Indonesian Standard). Dan kini, program ini mulai merambah ke pasar-pasar tradisional dalam program pasar digital.

Untuk diketahui bahwa kode QR standar Indonesia adalah standar kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia yang bertujuan mengintegrasikan seluruh metode pembayaran nontunai di Indonesia. Seluruh layanan jasa keuangan disyaratkan untuk mensosialisasikan serta menerapkan sistem pembayaran ini tak terkecuali Bank NTT. Dan Bank NTT dibawah kepemimpinan Harry Alexander Riwu Kaho, tak pernah berhenti mensosialisasikan pola pembayaran jenis ini.

Yang membanggakan dari implementasi program ini adalah, kini, masyarakat di berbagai pelosok NTT sudah bisa menggunakan layanan pembayaran berbasis digital yang difasilitasi oleh Bank NTT. Senin (14/2/2022), Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, didampingi Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, serta sejumlah staf khusus gubernur yakni Prof. Daniel Kameo, Prof. Intiyas Utami, Dr. David Pandie, serta Imanuel Blegur, melihat dari dekat pemaparan sekaligus implementasi program pasar digital yang digagas oleh Bank NTT.

Baca Juga  Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho Raih Top Leader on CSR Comitment 2022

Berlokasi di Pasar Wee Karou yang berjarak sekira 10 Km dari kota Waikabubak,  saat itu Gubernur VBL bangga ketika melihat dan mendengar testimoni pedagang pasar yang memaparkan mengenai kelebihan jika membayar dengan menggunakan QRIS. Kristina Dapa Talu, seorang pedagang pasar, yang diserahi tanggungjawab mengelola sebuah lapak kecil, di hadapan Gubernur VBL dan rombongan menjelaskan dia adalah salah satu pedagang yang menggunakan layanan pembayaran secara digital.

Bahkan dia mengajak gubernur bersama Dirut Bank NTT dan rombongan untuk melihat dari dekat lapaknya yang tak jauh dari lokasi acara. Setidaknya 20 langkah, rombongan tiba di sana. Ternyata Ibu Kris, semikian dia disapa, mengajak semua untuk melihat bagaimana dia menggunakan QRIS dalam setiap transaksi.

“Saya juga dikasi QRIS pak, sehingga bisa membayar secara online. Dengan begini (pembayaran secara digital), uang saya aman di rekening pak gubernur. Kalau mau butuh baru ambil,”tegasnya pendek sambil tersenyum. Di lapaknya, Ibu Kris menjual aneka kebutuhan dapur seperti rempah-rempah, dan menurut informasi, dia pun menyediakan layanan penjualan ayam potong.

Baca Juga  Membanggakan, Project KADIN NTT Lolos Masuk dalam Investment Forum B20 di Bali

Di lokasi, Dirut Alex berbelanja sejumlah kebutuhan dengan menggunakan QRIS. Di hadapan Gubernur VBL, Alex melakukan transaksi secara digital, dan menunjukkan ke pemilik lapak bahwa transaksinya sudah sukses. “Sudah selesai ya Ibu Kris. Langsung ke rekeningnya ibu sesuai nominal belanja,”ujar Alex disambut jawaban benar dari Ibu Kris.


MOTIVASI. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, didampingi Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, ketika mengunjungi pedagang pasar. Tak hanya memborong jualan, VBL pun memotivasi mereka.
Stenly Boymau/Mediatorstar.com

Gubernur VBL saat itu pun spontan berujar “Ibu Kris yang menggunakan QRIS,”tegasnya disambut tawa seluruh yang hadir. “Saya pesan kepada pak bupati, tolong berdayakan seluruh pedagang pasar. Harus pastikan komoditinya dari mana, saya minta harus dipasok oleh petani disini,”tambah Viktor. Bupati Yohanis nampak menganggukan kepala.

Tak hanya itu, VBL pun meminta kepada bupati agar mengerahkan seluruh ASN untuk berbelanja secara dgital demi menghindari kerumunan. “Kita anjurkan belanja secara online saja agar jangan ada kerumunan lagi di pasar-pasar. Lokomotifnya harus ASN baru yang lain mengikuti. Kita maksimalkan digitalisasi di pasar agar bisa berjalan dengan baik,”tegas VBL.

Baca Juga  Diberkati Uskup Atambua, Dirut Bank NTT, Kepala OJK dan BI Tanam Perdana di Secred Farming OMK

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, belum lama ini bersama Kepala Kantor Bank Indonesia  Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, melakukan kunjungan ke Pasar Inpres Naikoten I Kupang. Disana mereka mendatangi puluhan lapak, memastikan implementasi program QRIS.

Kepada media, Nyoman memberi apresiasi yang tinggi atas kesungguhan Bank NTT menyukseskan program tersebut. Karena menurutnya, Indonesia sementara bergerak maju dan dengan QRIS, Bank Indonesia mau mengajak seluruh masyarakat untuk bertransaksi secara digital. Karena aman, apalagi di masa pandemi COVID 19.

Penegasan yang sama disampaikan oleh Dirut Alex, bahwa Bank NTT sangat serius menerapkan pola pembayaran menggunakan QRIS. Pihaknya menyasar pasar-pasar, dan saat ini sudah banyak yang menikmatinya. “Karena manfaatnya besar, sehingga kedepan kami akan menyasar pasar-pasar tradisional di seluruh pelosok NTT, mengajak masyarakat untuk menggunakan transaksi yang sehat dan aman,”tegas Alex. (MSC01)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *