Wapres RI Kenakan Tenun Motif Ayotupas-TTS UMKM Binaan Bank NTT, Dirut Alex Ucap Terimakasih

Ekonomi92 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Membanggakan!! Wakil Presiden RI, K.H Ma’ruf Amin, mengenakan kain tenunan motif Ayotupas Kabupaten TTS. Sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo pun mengenakan kain tenunan asal Nunkolo, TTS dan Sabu Raijua di hari besar kenegaraan sehingga masyarakat NTT umumnya, tersanjung atas perlakuan ini.

Menariknya, kali ini kain tenunan yang dipakai oleh Wapres Ma’ruf Amin adalah kain yang ditenun oleh Aplonia Asnat F. Banu, seorang ibu rumah tangga, istri seorang sopir angkutan kota di Kupang, yang merupakan anggota UMKM binaan Bank NTT.  Seperti diketahui, dalam Corbuzier Podcast yang diasuh oleh Deddy Corbuzier, dan sudah ditayang belum lama ini, nampak Wapres Ma’ruf Amin sangat senang mengenakan jacket bomber yang didesain oleh Padu Padan pimpinan Erwin Yuan asal Kupang ini.


Wapres Ma’ruf Amin saat diwawancarai Dedy Corbuzier
Foto: Capture Podcast Corbuzier

Dalam cuplikan video yang diambil dari Corbuzier Podcast dan sempat viral ini, diawali dengan pernyataan Wapres mengenai negara sedang fokus pada pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Lalu Wapres menjelaskan pada Deddy bahwa yang dikenakan adalah jacket hasil kreasi UMKM. “Oh jadi ini jaket dari UMKM,”tanya Dedy sambil menunjuk ke arah jacket yang dikenakan Wapres.

Tanpa menunggu lama, Wapres langsung menjawabnya “Oh iya benar, ini UMKM dari NTT,”tegas Wapres bangga, sambil tangan kirinya memegang sisi kiri jacket sedangkan tangan kanannya menunjuk ke arah jacket yang dikenakannya. Jacket yang didesain oleh Erwin Yuan, seorang desanier kawakan asal Kupang ini, adalah kombinsi kain  tenunan dengan kain  jenis lain yang memiliki warna dasar biru, selaras dengan motif dasar kain tenunan. Sementara, corak pada kain tenunan adalah paduan antara warna coklat dengan putih dan abu-abu.

Baca Juga  Penantian Panjang Serikat Pekerja PLN Berakhir, Teken PKB dengan Manajemen
Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho
Foto: Istimewa

Bank NTT Berterimakasih

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, mengucapkan terimakasih kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang sudah mengenakan jacket bomber hasil tenunan UMKM binaan Bank NTT. “Kami menyampaikan rasa hormat dan bangga serta apresiasi yang tinggi kepada bapak wapres yang telah berkenan mengenakan hasil kreasi tenun ikat msyarakat NTT dalam acara podcast Dedy Corbuzier yang followernya sangat banyak. Ini moment yang sangat baik untuk kebangkitan kreatitifitas dan inovasi karya intelektual yang telah dimodifikasi dalam bentuk jacket bomber yang dikenakan bapak Wapres,”tegas Alex.

Aplonia Asnat Banu (baju merah), saat didatangi konsultan Humas Bank NTT Stenly Boymau di UMKM Nekmese, Lopo Dia Bisa binaan Bank NTT KCU Kupang. Ikut mendampingi Wapimca Bidang Bisnis, Anto Bisilisin dan staf.
Foto: Ignas/KCU Kupang

Masih menurutnya,  fakta ini memberikan inspirasi dan motivasi yang kuat untuk lahirnya karya-karya kreatif dan karya-karya cerdas dari anak-anak NTT.  Dan Bank NTT kata Alex,  memiliki komitmen yang kuat untuk memberdayakan serta membesarkan potensi UMKM di NTT. Ini terbukti dengan berbagai program dengan basic pemberdayaan UMKM. Ada pembangunan Lopo Dia Bisa di seluruh desa dan kelurahan, yang mana lopo ini difasilitasi oleh Bank NTT. Mereka hadir untuk mengakomodir dan memberdayakan UMKM, seperti tenunan, anyaman, kuliner khas NTT, serta aneka produk lainnya. Yang membanggakan adalah, Bank NTT memfasilitasi UMKM ini untuk memiliki sertifikasi halal, serta aneka pengakuan seperti sertifikat hak atas kekayaan intelektual (HaKI), maupun indikasi geografis.

Baca Juga  PLN Berhasil Perkuat Ketahanan Pangan Warga Poco Leok, Kelompok Tani Hortikultura Raup Untung Jutaan Rupiah
Ini adalah stan dari UMKM Nekmese yang dikunjungi Wapres saat berada di Kupang. UMKM ini binaan Bank NTT KCU Kupang.

“Kita  terus melakukan penguatan dan pemberdayaan terhadap UMKM yang memiliki nilai beda, nilai unggul untuk bisa menembus berbagai lapisan market place, e-comers, serta pasar-pasar online lainnya sehingga bisa mendunia. Dan punya efek untuk keberlangsungan UMKM kita,”pungkas Alex.

Owner Padu Padan, Erwin Yuan.

Padu Padan: Kami Sangat Senang

Sementara, Erwin Yuan, kepada media ini sangat berterimakasih kepada Wapres yang sudah mengenakan jacket hasil desainnya. “Kami sangat senang dan berterimakasih kepada Bapak Wapres yang susah mengenakan motif tenunan asal Ayotupas Kabupaten TTS pada saat podcast. Ini kebetulan ketika Pak Wapres berkunjung ke Kupang pada September 2021 lalu, dan beliau mengunjungi stan Bank NTT. Saat itu beliau sangat tertarik dengan jacket bomber yang dipajang pada sebuah manekin disana, dimana jacket itu didesain di Padu Padan sehingga beliau langsung pesan kepada penjaga stan,”tegas Erwin menambahkan, saat itu Wapres memesan dua, satu untuk beliau dan satunya lagi untuk isterinya.

Salah satu model dari Padu Padan dengan busana hasil desain Erwin Yuan

Diakui bahwa karena kesulitan mengetahui ukuran tubuh wapres sehingga Padu Padan hanya berpatokan pada foto, lalu mendesain jacket tersebut. “Kita tidak mendapat kiriman ukuran karena waktunya sangat mepet, yakni dua hari, dan ada permintaan dari Setwapres bahwa harus segera dikirim karena beliau mau mengenakannya.”

Baca Juga  RUPS LB Sepakat Banding dan Audit Komperhensif, Penjabat Gubernur Tegaskan Bank NTT Harus Dijaga

Masih menurut Erwin, pihakya sangat bangga karena jacket hasil desainnya dikenakan oleh Wapres. “Terus terang kami sangat bangga,”tegasnya menambahkan, selama Padu Padan hadir, yakni sejaka 17 Juni 2017, pihaknya sudah banyak menghadirkan produk seperti jacket bomber, jas, kimono  serta aneka baju lain yang seluruhnya hasil tenunan khas NTT.

“Saya harap, hasil desain kami ini bisa digunakan oleh masyarakat, jadi bukan hanya Wapres saja melainkan semua yang mencintai busana asal NTT,”pungkasnya. Asal tahu saja, Aplonia Asnat Banu adalah seorang ibu rumah tangga, yang sehari-hari menggeluti profesi sebagai penenun. Dia sudah menenun sejak usia 7 tahun, di Desa Nasi Kecamatan Amanatun Utara, TTS. Kini, Aplonia menetap di Kelurahan Manutapen Kecamatan Alak, dan bersama 29 penenun lainnya bernaung dalam sebuah kelompok tenun yang diberi nama kelompok Nekmese yang dalam arti bahasa dawan Atoni Pah Meto, adalah satu hati. Kelompok ini masuk dalam program Lopo Dia Bisa asuhan Bank NTT Kantor Cabang Utama (KCU) Kupang. Wakil Pimpinan Cabang KCU, Anto Bisilisin, kepada media ini menjelaskan kelompok ini di tahun 2021 mewakili KCU dalam ajang festival desa binaan Bank NTT. (ADV/Humas Bank NTT)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *