Kupang (MEDIATOR)– Universitas Nusa Cendana (Undana) secara resmi memulai langkah besar menuju internasionalisasi institusi dengan memberlakukan kewajiban penggunaan bahasa Inggris dalam berbagai aktivitas akademik. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Rektor Nomor 07/SE/2026 tertanggal 12 Januari 2026, yang dirancang untuk meningkatkan daya saing lulusan di level global.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan implementasi nyata dari visi World Class, Locally Relevant University. Menurutnya, waktu pembelajaran mahasiswa yang cukup besar di kampus harus dioptimalkan untuk membangun kompetensi bahasa internasional secara sistematis.
Integrasi 10 Persen Mata Kuliah
Salah satu poin krusial dalam aturan ini adalah kewajiban setiap Program Studi (Prodi) untuk menetapkan minimal 10 persen mata kuliah pada setiap semester yang mengintegrasikan penggunaan bahasa Inggris dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Meskipun bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa pengantar utama, dosen didorong untuk memberikan referensi bacaan asing, memperkenalkan istilah teknis keilmuan dalam bahasa Inggris, serta memotivasi mahasiswa untuk mengakses literatur internasional bereputasi.
Wajib dalam Evaluasi Akademik
Kebijakan ini juga menyasar aspek evaluasi. Mahasiswa kini diwajibkan menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai tahapan ujian, mulai dari presentasi tugas harian, seminar proposal, seminar hasil, hingga ujian akhir (skripsi, tesis, dan disertasi).
“Tingkat kedalaman penggunaan bahasa Inggris akan disesuaikan secara proporsional dengan jenjang pendidikan, baik sarjana, magister, maupun doktoral, tanpa mengurangi kualitas capaian pembelajaran itu sendiri,” instruksi Rektor dalam edaran tersebut.
Pengawasan dan Evaluasi Berkala
Untuk menjamin efektivitasnya, Rektor menugaskan Gugus Penjaminan Mutu (GPM), Gugus Kendali Mutu (GKM), dan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) untuk melakukan pemantauan berkelanjutan. Hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan agar implementasi bahasa Inggris benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas lulusan.
Melalui transformasi ini, Undana berkomitmen menciptakan ekosistem akademik yang tidak hanya unggul secara lokal, tetapi juga siap bersaing dan berkolaborasi dalam jaringan profesional global. (FnT /rls/undana/boy)






