Kupang (MEDIATOR) – Universitas Nusa Cendana (Undana) memantapkan langkah menuju universitas berkelas dunia (World Class University) dengan meluncurkan rangkaian program akselerasi akademik pada tahun 2026. Fokus utama transformasi ini meliputi integrasi studi sarjana-magister, kerja sama gelar ganda internasional, serta pemangkasan masa studi mahasiswa guna mencetak lulusan yang kompetitif di pasar kerja global.
Rencana strategis tersebut dipaparkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) di Hotel Harper Kupang, Senin (23/2). Capaian impresif tahun 2025, termasuk peningkatan akreditasi institusi dan laboratorium, menjadi fondasi kuat untuk target tahun ini.
Terobosan Fast Track dan Kerja Sama Malaysia
Salah satu inovasi unggulan yang diperkuat tahun ini adalah program Fast Track. Melalui jalur ini, mahasiswa berprestasi tinggi dapat menyelesaikan jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) secara terintegrasi hanya dalam waktu lima tahun. Program ini dirancang untuk memfasilitasi mahasiswa mulai mengambil mata kuliah S2 sejak duduk di semester akhir jenjang S1.
Di kancah internasional, Undana resmi menjalin kolaborasi Double Degree (Gelar Ganda) dengan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA). Sebagai pionir, Program Studi Kimia dari Fakultas Sains dan Teknik (FST) telah ditetapkan untuk mengirimkan delegasi mahasiswa guna menempuh studi Kimia Industri di Malaysia.
Rekognisi Pembelajaran Lampau dan Efisiensi Masa Studi
Untuk meningkatkan mutu lulusan, Undana mulai mengimplementasikan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada jenjang pascasarjana di semester ganjil ini. Langkah ini sejalan dengan tren positif durasi studi di Undana yang semakin efisien: mahasiswa S1 kini rata-rata lulus dalam 3,5 tahun, S2 dalam 1,5 tahun, dan S3 dalam 3 tahun.
“Kami terus merevisi pedoman akademik agar tetap relevan dengan tuntutan dunia kerja. Transformasi ini juga mencakup pembukaan program studi spesialis seperti Apoteker, Keperawatan, dan Gizi, serta perluasan akses mahasiswa internasional melalui kelas doktoral khusus bagi mahasiswa asal China,” jelas Prof. Annytha.
Digitalisasi dan Pencapaian 14 Indikator Utama
Guna menjamin akurasi data akademik, Rektor Undana menginstruksikan penempatan dua operator khusus di setiap program studi. Digitalisasi data ini menjadi kunci dalam memantau capaian 14 indikator kinerja, yang terdiri dari 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemendiktisaintek dan 6 Indikator Kinerja Tambahan (IKT) dari Dirjen PK BLU.
“Seluruh target kinerja ini akan diturunkan (cascading) hingga ke level dosen dan tenaga kependidikan secara individu. Sinergi ini diperlukan untuk mengukuhkan visi Undana yang relevan secara lokal namun berdampak secara global,” tegas Prof. Annytha.
Dengan penguatan sistem penjaminan mutu dan perluasan jejaring luar negeri, Undana optimistis tahun 2026 akan menjadi tahun kebangkitan prestasi akademik yang memberikan dampak sosial-ekonomi nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. (Ref/rls-undana/tim)






