SALATIGA–Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) perkuat peluang memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa Timor Leste melalui pengembangan kelas internasional dan skema perkuliahan lintas negara. Peluang tersebut dibahas dalam kunjungan Atase Pendidikan Timor Leste untuk Republik Indonesia, Holderyco Campos, bersama Sekretaris Atase Pendidikan, Steffani Deni S., ke UKSW, belum lama ini.
Dalam pertemuan tersebut, UKSW menawarkan penyelenggaraan kelas internasional secara online di Timor Leste, terutama untuk program magister. Skema ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa Timor Leste, khususnya para profesional yang tetap bekerja sambil melanjutkan pendidikan. Pada tahap berikutnya, dosen UKSW juga berpeluang memberikan perkuliahan secara langsung di Timor Leste.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian (WR KK) UKSW Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy mengatakan, model perkuliahan tersebut menjadi salah satu peluang untuk memperluas akses mahasiswa Timor Leste terhadap pendidikan UKSW.
“Kami menawarkan kerja sama pelaksanaan kelas internasional yang diselenggarakan secara online di Timor Leste, terutama untuk program magister, agar bisa menjangkau lebih banyak mahasiswa Timor Leste yang bisa mengambil program kuliah di UKSW,” ujar Profesor Yafet Rissy.
Kerja sama UKSW dengan Timor Leste bukanlah hal baru. Saat ini banyak senior dan alumni UKSW yang telah menjadi tokoh penting di Timor-Leste, dan hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi UKSW. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan masa lalu, tetapi terus berlanjut dan semakin erat di masa mendatang.
Sementara itu, Atase Pendidikan Timor Leste Holderyco Campos menyampaikan bahwa sekitar 2.000 mahasiswa Timor Leste saat ini menempuh pendidikan tinggi di Indonesia. Kedekatan geografis dan hubungan kedua negara menjadi salah satu alasan mahasiswa Timor Leste memilih Indonesia sebagai tujuan pendidikan.
Selain program pascasarjana, Holderyco mengusulkan mahasiswa Timor Leste jenjang sarjana dapat menempuh pendidikan secara on site di UKSW. Adapun mahasiswa S2 dan S3 dapat mengikuti perkuliahan secara online atau hybrid, mengingat sebagian besar mahasiswa pascasarjana merupakan profesional.

FOTO: UKSW
Menurut Holderyco, bidang kesehatan, teknik, dan pertanian menjadi bidang pendidikan yang penting untuk mendukung pembangunan Timor Leste. Pemerintah Timor Leste juga mendorong generasi muda untuk memperoleh pengalaman dan wawasan melalui pendidikan di luar negeri.
Penguatan kerja sama ini sekaligus memiliki konteks historis bagi UKSW. Universitas ini pernah memiliki lahan di Bobonaro, Timor Leste, yang pada 1990-an digunakan sebagai pusat studi untuk pengajaran mahasiswa Timor Timur. Saat ini, UKSW tengah mengupayakan agar lahan tersebut dapat diambil kembali sehingga peluang pengembangan kerja sama pendidikan di Timor Leste dapat semakin terbuka.
Holderyco menegaskan komitmennya untuk melanjutkan hubungan baik dengan UKSW dan Indonesia. Ia juga berharap dukungan dosen UKSW dapat turut mendorong mahasiswa Timor Leste untuk meningkatkan budaya membaca, belajar, dan berpikir maju.
Pertemuan ini menjadi langkah awal pengembangan kerja sama pendidikan UKSW dan Timor Leste, tidak hanya melalui pengiriman mahasiswa, tetapi juga melalui kelas internasional dan model pembelajaran lintas negara.
Upaya tersebut sejalan dengan kontribusi UKSW terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs ke-4 yaitu pendidikan berkualitas dan SDGs ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Inisiatif ini juga mendukung Diktisaintek Berdampak, khususnya Asta Cita 4 melalui penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (RLS/UKSW/BOY)






