UKSW Dampingi UMKM Salatiga Wujudkan Kesejahteraan Finansial

INFO UKSW449 Dilihat

SALATIGA–Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggandeng Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga serta Blue BCA Digital untuk membekali 30 UMKM binaan melalui program pelatihan dan pendampingan, pada Selasa (18/8/2026) hingga Kamis (20/8/2026) di Ruang Plumpungan, Gedung Setda, Salatiga. Tak sekadar memberikan teori tentang digitalisasi usaha dan pengelolaan keuangan, program pengabdian kepada masyarakat (PkM) kompetitif hibah internal ini dirancang hingga tahap praktik dan pendampingan agar pengetahuan yang diperoleh benar-benar diterapkan dan berdampak pada peningkatan financial wellbeing pelaku UMKM.

 

Ketua kelompok PkM, Anjelita Titis Bertiwi, S.Si., MAppEc., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari hibah kompetitif internal UKSW yang diberikan kepada Program Studi S1 Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW. Program ini melibatkan 30 UMKM dengan skala kecil dan menengah. Sebelum dirancang program ini, baru sekitar 50 persen yang telah melakukan pencatatan keuangan, sementara pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha juga belum dilakukan oleh seluruh peserta.

 

Melalui dua kelompok PkM, program ini dirancang dalam dua tahap, yakni pelatihan dan pendampingan, dengan materi yang mencakup pemanfaatan teknologi digital untuk usaha serta pengelolaan dan pencatatan keuangan. Program ini menargetkan seluruh UMKM peserta atau 100 persen mampu melakukan pencatatan keuangan, mengelola keuangan, serta memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan pemasaran dan pengembangan usaha.

Baca Juga  Dua Doktor Baru FEB UKSW Angkat Isu Pertumbuhan Berkelanjutan dan Perilaku Investor Generasi Z 

 

Menurut Anjelita, pencatatan keuangan menjadi salah satu hal penting bagi UMKM untuk dapat naik kelas. Dengan pencatatan yang baik, UMKM dapat menyusun laporan keuangan yang dapat menjadi dasar untuk mengembangkan usaha sekaligus membuka akses terhadap kredit dan meningkatkan literasi dalam memanfaatkan layanan perbankan. Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong penerapannya dalam usaha sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan financial wellbeing atau kesejahteraan finansial pelaku UMKM.

 

“UMKM mungkin sudah mengetahui materi yang diberikan, tetapi belum tentu bisa langsung mengaplikasikannya. Karena itu, pendampingan tetap dilakukan supaya UMKM dapat mempraktikkan apa yang sudah dipelajari,” ujar Anjelita.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan selama tiga hari, kemudian dilanjutkan praktik dan penugasan. Setelah sekitar satu minggu, peserta akan mendapatkan pendampingan selama satu hingga dua minggu. Pada tahap ini, dosen dan mahasiswa membantu peserta menerapkan materi sekaligus mengevaluasi kendala yang muncul dalam praktik.

 

Pendekatan tersebut mendapat respon positif dari peserta. Indah, pemilik Indhie Shop, usaha frozen food, mengikuti kegiatan ini untuk memperkuat pengetahuan tentang pencatatan keuangan. Ia juga menilai materi digitalisasi usaha yang diberikan pada hari pertama bermanfaat.

Baca Juga  10 Etnis UKSW dan Sekolah Kristen Satya Wacana Meriahkan Parade Natal Kota Salatiga

 

“Materi tentang digitalisasi usaha yang diberikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan saya untuk mengembangkan usaha melalui media digital. Saya juga semakin termotivasi untuk menerapkannya, terutama dalam memanfaatkan media digital untuk iklan dan pemasaran,” ungkap Indah.

 

Hal serupa disampaikan Tejo Hartopo, peserta yang mewakili usaha kuliner Kedai Bu Anna. Menurutnya, materi digital marketing membuka peluang untuk memperluas jangkauan pelanggan melalui InstagramWhatsApp, TikTok, dan Facebook. Ia pun berharap dapat mempraktikkan materi yang diperoleh dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

 

Pentingnya pendampingan juga disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Dr. Bayu Joko Mulyono, S.Sos., M.Si. Menurutnya, penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan teori, tetapi perlu memastikan pelaku usaha mampu menerapkannya dalam pengelolaan bisnis. “Fokusnya bukan sekadar digitalisasi, tetapi juga meningkatkan kualitas pengelolaan usaha,” tuturnya.

 

Melalui pendampingan, peserta dapat dievaluasi untuk melihat sejauh mana materi dipahami dan diterapkan. Kendala yang ditemukan selama praktik juga dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusinya.

 

Pada akhirnya, rangkaian program ini diarahkan pada dampak yang lebih luas, yakni meningkatnya financial wellbeing pelaku UMKM. Edukasi menjadi langkah awal, praktik menjadi proses penerapan, sementara pendampingan memastikan proses tersebut berjalan. Jika UMKM mampu meningkatkan pengelolaan usaha, pendapatan, dan berkembang, kesejahteraan finansial diharapkan turut meningkat.

Baca Juga  UKSW dan ITSB Perkuat Sinergi Akademik Melalui Benchmarking dan Kerja Sama Tri Dharma

 

“Jika UMKM bisa naik kelas, mendapatkan keuntungan yang lebih baik, serta meningkatkan pendapatan, kami berharap kesejahteraan keuangan mereka juga dapat tercapai,” pungkas Anjelita.

Program ini mempertegas kiprah UKSW dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu ke-4 pendidikan berkualitas, ke-8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, ke-9 yaitu industri, inovasi dan infrastruktur, dan ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen UKSW terhadap program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Berdampak yang selaras dengan Asta Cita 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 65 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 36 prodi terakreditasi Unggul dan A. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. (RLS/UKSW/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan