Testimoni Bupati Belu, Sudah ada Wirausaha Mandiri yang Miliki Omzet Rp 40 Miliar dari Kredit Merdeka

Ekonomi1758 Dilihat

Kefamenanu (MEDIATOR)—Bupati Belu, dr Taolin Agustinus, memberi testimoni di depan Uskup Atambua, MGR DR Dominikus Saku, Pr., dan para tamu undangan pada penanaman perdana bibit tomat di kebun percontohan ‘Secred Farming’ milik Orang Muda Katolik (OMK) St Antonius Padua, Sasi, Kefamenanu, Sabtu (6/5/2023) mengenai kisah sukses warganya yang berprofesi sebagai wirausaha mandiri (Wiman/petani) yang kini berpenghasilam Rp 40 miliar di tiga bulan terakhir.

“Tuhan kirim orang-orang terbaik. Pak Dirut Bank NTT dan Pimca Atambua, bhwa ada solusi untuk membantu keuangan masyarakat. Termasuk programnya Pak Gubernur di NTT yakni Kredit Mikro Merdeka. Bank NTT bekerja luar biasa. Karena itu jika hari ini orang bicara tentang Bank NTT, saya mau katakan, Bank NTT sudah membantu lebih dari yang dibayangkan. Hari ini kredit dengan bunga nol persen. Bahkan tidak ada jaminannya. Jaminannya adalah kepercayaan dari Bank NTT kepada masyarakat. Dari Belu kita sudah buktikan. Seleksi wirausaha tani yang mau bekerja. Untuk beli bibit, pupuk. Kita sudah hitung berapa juta yang dibutuhkan. Dari anggaran yang dicairkan oleh Bank NTT untuk wirausaha mandiri kita, dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan dalam setahun ini, mereka kita sudah dapat keuntungan Rp 40-an miliar,”tegas Bupati Taolin saat berdiri di tengah sawah dan memberi testimoni. Berdiri bersama dia saat itu,  Kepala OJK NTT, Japarmen Manalu, Deputi Bank Indonesi Perwakilan NTT, Pratyaksa Chandratitya, Wakil Bupati TTU, Eusabius Binsasi bersama isteri, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joas Bili Umbu Danga, anggota DPRD NTT, Dolfi Kolo. Juga hadir di tengh sawah saat itu Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho.  Untuk diketahui, kebun percontohan ini dikelola oleh umat dan juga OMK, yang disupport penuh oleh Pastor Paroki setempat, Pater Pater Jose, OFMConv.

Masih dilanjutkan Bupati Taolin, saat ini diksi petani mesti sudah mesti ditiadakan dan diganti dengan wirausahawan “Untuk membuktikan bahwa kita bukan petani yang bekrja tidak pakai otak, melainkan kita pengusaha di bidang pertanian dan peternakan. Dengan ilmu dan teknologi,”tambahnya.  Dia menyambut baik kolaborasi yang ada, yakni antara pemerintah dengan gereja, dan juga bersama perbankan.

TANAM. Para tokoh undangan, diantaranya Uskup Atambua, MGR Domonikus Saku, Pr., Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, Kepala OJK NTT, Japarmen Manalu, Deputi Bank Indonesi Perwakilan NTT, Pratyaksa Chandratitya, Bupati Belu, dr Taolin Antonius, Wakil Bupati TTU, Eusabius Binsasi bersama isteri, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joas Bili Umbu Danga, anggota DPRD NTT, Dolfi Kolo saat penanaman anakan tomat.
Foto: Mediatorkupang.com

“Saya sudah bicara dengan bapak Uskup, kolaborasi seperti ini, yakni pemerintah dengan bank, gereja dengan pemerintah, kita hadirkan di seluruh wilayah keuskupan Atambua. Luar biasa hari ini, kami senang hadir disini. Minggu yang lalu saya bertemu dengan wakil menteri perdagangan, dan juga unsur lain. Kita diskusikan bagaimana kita eksport tomat ke Timor Leste. Seluruh aturan tentang cukai dan sebagainya, kita bicarakan dengan Kemenlu dan lain. Karena kita sudah bicara soal harga,”ujar dia lagi. Ini harus dia lakukan karena merasa kasihan jika ada warganya yang harus memikul hasil pertaniannya terutama tomat kesana kemari, karena over produksi.

Baca Juga  Ekosistem Kendaraan Listrik Tanah Air Kian Kokoh, PLN Resmi Gandeng Lima Mitra Bisnis Bangun SPKLU

“Nah 40.000 bibit yang siap tanam hari ini, pada panen perdana diperkirakan akan menghasilkan 2 Kg setiap pohon, sehingga akan menghasilkan 80.000 kg di Juli-Agustus nanti. Dan jika diupahkan Rp 11.000/Kg maka uang cash yang diperoleh saat itu senilai Rp. 800 juta. Dengan modal dari Bank NTT 40 juta. Ada 20 kali lipat yang didapat. Satu pohon bisa dipanen berkali-kali. Mari kita berdoa agar sukses usaha kita ini. Kami lihat bahwa dukungan dari perbankan kerjasamaa anak-anak muda luar biasa hebat,”jelasnya penuh semangat.

SERAHKAN. Kepala Divisi Corsec dan Legal Bank NTT, Endri Wardono saat menyerahkan secara simbolis kredit Merdeka kepada OMK, di lokasi perkebunan contoh Secred Farming, Naen, Kefamenanu.
Foto: Mediatorkupang.com

Dia pun menyarankan kepada Wiman untuk pandai-pandai membaca pasar agar pola tanamnya menyesuaikan dengan kebutuhan. “Termasuk membuat produk olahan dari tomat dan cabe. Belu, Malaka, TTU bersama gereja, agar mari kita bersama-sama mempersiapkan ini dengan baik,”pungkas Taolin. (KJR)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan