Sukses Terapkan Smart Branch System, Bank Sulsebar Kirim Tim Belajar ke Bank NTT

Ekonomi67 Dilihat

MEDIATORSTAR.COM, Kupang

Satu lagi capaian membanggakan ditorehkan oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT/Bank NTT). Setelah sukses menerapkan konsep layanan Smart Branch System (SMS) yakni jenis layanan hybrid, atau perpaduan konvensional dengan digital, maka Bank Sulsebar yang berpusat di Makassar, mengirim tim untuk mempelajari sistem layanan digital branch ini ke kantor Pusat Bank NTT.

Tim beranggotakan tujuh orang dari berbagai divisi yang dipimpin oleh Andriany selaku Plt Kadiv Digitalisasi dan Layanan Bank Sulsebar ini diterima oleh Direktur Teknologi Informasi dan Operasional, Hilarius Minggu, Direktur Kepatuhan, Christofel Adoe dan Kadiv Rencorsec, Endry Wardono, Kadiv SDM, Sandri Baralay.

Dalam pertemuan yang berlangsung di lantai lima kantor pusat, Jl. W.J Lalamentik, Andriany menegaskan bahwa kedatangan mereka semata-mata untuk mempelajari kesuksesan yang sudah dicapai oleh Bank NTT dalam menerapkan layanan smart branch system.

“Kami dikirim manajemen kesini untuk mempelajari apa sih smart branch system yang sudah diterapkan oleh Bank NTT dan ternyata sukses. Kami mau belajar, apa tahapan-tahapannya. Apa saja fasilitas yang diberikan kepada nasabah, peruntukannya kepada siapa. Setelah berjalan berapa lama ini, apakah targetnya tercapai,”jelas Andriany yang kedatangannya ke Kupang bersama Mawardi dari Divisi Kepatuhan, Zaenal Basri tim support dan beberapa lainnya.

Dan diakuinya, setelah berdiskusi, ternyata di luar ekspektasi mereka, ternyata Bank NTT sudah berjalan cukup jauh dalam ide dan gagasan, terutama mencapai visinya, menjadi ‘Pelopor Penggerak Ekonomi Masyarakat NTT’. “Seiring berjalannya waktu, dalam diskusi, ada banyak hal yang kami pelajari di Bank NTT. Bukan saja soal smart branch melainkan banyak,”tambahnya.

Baca Juga  PENTING…Presiden Jokowi Tegaskan Digitalisasi UMKM
SELENDANG. Tim dari Bank Sulsebar saat dikalungkan selendang motif tenunan NTT.
Foto: Ogan/Div. Corsec dan Legal

Mengapa Harus Bank NTT

Kepada wartawan, Andriany mengisahkan bahwa ada sejarah, mengapa mereka memilih Bank NTT sebagai tempat yang tepat untuk belajar. “Dalam diskusi dengan direktur operasional kami, sempat ada pertanyaan, kenapa tidak di bank lain dan harus di Bank NTT. Dan saya katakan bahwa sejak tahun lalu, dalam arahan Dirut kami, beliau katakan bahwa, coba kamu bawa tim ke NTT dan belajar digital bank disana. Dan sebelum kesini kami pun pelajari beberapa artikel, dan ternyata di NTT itu cukup maju digital bank mereka,”ungkap Andriny. Yang membuat mereka yakin bahwa Bank NTT kini sudah jauh berubah, karena banyaknya artikel positif mengenai kinerja bank ini. Dari situlah manajemen Bank Sulsebar yakin bahwa tujuan mereka menimba ilmu sudah tepat.

Apalagi profil bank mereka sama dengan Bank NTT, yakni BPD, serta usia banknya pun sama serta memiliki buku yang sama, yakni Buku 2.  Lagipula modal dan aset mereka pun tidak terlau jauh berbeda. “Itulah alasannya kami memilik Bank NTT,”tegas Andriany. Diakui bahwa sejak tahun 2019 Bank Sulsebar sudah berstatus sebagai Bank Devisa namun bagi mereka, sangatlah penting untuk mempelajari SMS.

Baca Juga  Ada Anggur Berkelas, Aneka Produk dan Mahakarya Perempuan Timor di Napan, Desa Binan Bank NTT yang Jadi Etalase RI

Ada kesan luar biasa yang mereka temukan di hari pertama berkunjung. “Kami sama sekali tidak menyangka, perkembangan teknologi di NTT luar biasa. Bank NTT luar biasa sekali, di luar ekspektasi saya. Saya baru datang dan melihat smart branch-nya, pegawai tidak terlalu banyak. BPD itu kulturnya adalah masih banyak masyarakat yang mau datang untuk ketemu orang disana, padahal konsep bank modern sudah tidak begitu lagi. Ada banyak sentuhan teknologi. Nah disinilah kami belajar, bagaimana mengedukasi masyarakat kita untuk ramah teknologi, Bank NTT sudah melakukannya dan kami pun akan kesana,”tegasnya serius.

BERI KETERANGAN. Andriany dari Bank Sulsebar saat memberikan keterangan kepada media.
Foto: Mediatorstar.com/Stenly Boymau

Kagum Pada Festival Desa Binaan

Masih menurutnya, sebenarnya mereka datang hanya terfokus pada SMS, namun ternyata dalam diskusi, ada banyak hal yang bisa dibawa pulang, seperti program hebat yang dirancang di masa kepemimpinan Harry Alexander Riwu Kaho, yakni Festival Desa Binaan yang dipadukan dengan Festival PAD.

“Kami tertarik, kami mau belajar. Apa saja kriterianya festival ini, supporting apa yang diberikan bank untuk membangun desa-desa ini. Sama seperti arahan manajemen kami, untuk menghadirkan satu desa percontohan yang di dalamnya sudah ada pemberdyaaan UMKM, desa digital. Bank NTT sungguh keren, luar biasa, kami mau belajar dari mereka,”ungkap Andriany lagi.

Baca Juga  Bank NTT Serahkan Bantuan Gerobak Jualan ke Pelaku UMKM Binaan

Sementara Direktur TI dan Operasional Bank NTT, Hilarius Minggu saat menerima tim ini menegaskan bahwa kerja keras seluruh manajemen membuahkan hasil, manakala Bank NTT kini sudah berstatus Buku 2 dan sementara bekerja keras menuju Bank Devisa. Benar bahwa mereka sudah menerapkan layanan Smart Branch, dan kini sementara berjalan.

Kini Bank NTT sudah memiliki dua kantor cabang dengan layanan smart branch yakni Kantor Cabang Utama (KCU) yang diresmikan oleh Gubernur NTT pada 17 Juli 2021 tepat di hari ulang tahun Bank NTT, dan berikutnya Kantor Cabang Utama (KCU) Kupang yang terletak di Jl. Cak Doko, Kelurahan Oetete Kecamatan Oebobo Kota Kupang.

Yang menjadi unggulan dari sistem ini adalah, sebagian besar pelayanan perbankan dilakukan dengan sistem elektronik dan digital. Contohnya, jika sebelumnya meja teller dipenuhi petugas yang jumlahnya bisa mencapai 5-6 orang, maka kini yang tersedia adalah smart teller dimana setiap nasabah atau calon nasabah akan melakukan layanan secara mandiri (self service).

Begitu pula jumlah customer service pun berkurang. Karena nasabah akan membuka tabungan secara mandiri, bahkan menginisiasi pinjaman secara mandiri, karena Bank NTT menyiapkan seperangkat alat elektronik dengan sistem digital. (stenly boymau)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *