KUPANG – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menghadiri langsung prosesi peletakan batu pertama pembangunan Patung Kristus Memberkati di Desa Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Senin (5/10/2026). Dalam kegiatan bersejarah tersebut, Rektor Undana didampingi jajaran pimpinan yakni Wakil Rektor I Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Rudi Rohi, M.Si., serta Wakil Rektor IV Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D.
Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua I DPRD NTT Fernando Jose Osorio Soares, Bupati Kupang Yosef Lede, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, Sekda Kabupaten Kupang Mateldius S.J. Sanam, Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja, Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taimenas, jajaran Forkopimda, tokoh agama dari GMIT dan Keuskupan Agung Kupang, serta para tokoh masyarakat. Kehadiran jajaran pimpinan Undana menegaskan komitmen institusi dalam mengawal agenda pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Detail Konstruksi dan Fasilitas Kawasan Wisata
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kupang, Marthen Timate, memaparkan bahwa Patung Kristus Memberkati dirancang memiliki tinggi patung 50 meter yang berdiri di atas podium setinggi 20 meter, sehingga total ketinggian mencapai sekitar 70 meter. Kawasan ini dibangun di atas lahan hibah seluas tiga hektare dari keluarga Edon dan dirancang memiliki fungsi sebagai landmark, destinasi wisata, ruang spiritual, ruang perlindungan budaya, hingga ruang publik.
Selain monumen utama, kawasan ini akan dilengkapi plaza utama, kantor pengelola, guest house, sekitar 20 unit vila, gerbang kawasan, kolam, area parkir, gazebo, jalur pedestrian, serta ruang terbuka hijau.
“Patung Kristus Memberkati ini akan menjadi ikon wisata rohani di Kabupaten Kupang. Ini merupakan bagian dari langkah kami untuk menjadikan Pulau Semau sebagai destinasi wisata premium di NTT,” ujar Bupati Kupang Yosef Lede menekankan visi kawasan tersebut.
Tahapan Pembangunan dan Alokasi Anggaran
Proyek pembangunan fisik kawasan terpadu ini dijadwalkan berlangsung selama tiga tahun, mulai dari tahun 2026 hingga target rampung pada tahun 2028. Tahap pertama pada tahun 2026 menelan anggaran fisik sekitar Rp14,61 miliar yang difokuskan pada mobilisasi, pematokan, pembersihan lahan, penyediaan fasilitas kerja, pagar keliling, hingga struktur utama patung.
Selanjutnya, pengerjaan tahun 2027 akan memasuki tahap infrastruktur podium dan penyusunan patung, diikuti penataan lanskap serta penyelesaian kawasan pada tahun 2028.

“Kita harus pastikan bahwa di 2028 kegiatan yang kita mulai hari ini, Patung Kristus Memberkati ini sudah bisa kita adakan ibadah yang pertama. Ini bukan uang saya, bukan uang kabupaten, tetapi ini adalah uang rakyat yang kita pakai. Tolong ibu bapak yang dipercaya bertanggung jawab, bekerja dengan sebaik mungkin,” tegas Fernando Jose Osorio Soares.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang atas keberanian mewujudkan gagasan besar pembangunan di Pulau Semau. Melki menekankan bahwa keterlibatan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dan Keuskupan Agung Kupang menjadikan kawasan ini sebagai simbol persaudaraan antarumat beragama.
Gubernur mengusulkan agar wisata religi di NTT dikemas dalam satu kalender tahunan yang mengintegrasikan destinasi di Soe, Semau, hingga Prosesi Semana Santa di Larantuka, Flores Timur.
“Ini sebuah ide dan gagasan yang besar. Ini akan menjadi Wisata Rohani Oikumene terbaik di Indonesia dan dunia dan tentu tempatnya ada di NTT di Pulau Semau. Patung ini harus menjadi simbol harapan, persaudaraan dan berkat. Tetapi lebih dari itu, harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat Semau,” kata Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
Kontribusi Perguruan Tinggi dalam Ekosistem Pembangunan
Dukungan langsung yang ditunjukkan oleh Rektor Undana Prof. Jefri Bale beserta para Wakil Rektor menjadi cermin kesiapan Undana untuk memberikan sumbangsih pemikiran akademis dan kepakaran dalam pengembangan kawasan. Integrasi aspek wisata, sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif di kawasan Semau membutuhkan pendampingan berkelanjutan dari akademisi.
Peletakan batu pertama ini menjadi titik awal dari komitmen panjang bersama untuk menghadirkan destinasi wisata religi berskala internasional di Nusa Tenggara Timur. Keberhasilan proyek ini diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin melakukan perjalanan iman sekaligus menikmati keindahan alam dan budaya lokal.
Melalui pengawalan lintas elemen, termasuk dukungan dari civitas akademika Undana, kawasan Patung Kristus Memberkati di Pulau Semau optimis dapat rampung pada 2028 dan menjadi sumber berkat serta penggerak kesejahteraan ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat. (Alk/RLS/UNDANA/BOY)






