Prof. Maxs Sanam, Penjual Kue dan Es Lilin yang Sukses Membawa ‘Undana Unggul’

Pendidikan551 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)—Bertempat di newsroom Pos Kupang, Jumat (12/12/), diluncurkanlah buku Sang Dirigen Undana Unggul yang merupakan biografi Prof. Dr. drh. Maxs Sanam, M.Sc, guru besar yang baru saja menunaikan tanggungjawab sebagai Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana).

Hadir saat itu Rektor Undana Prof. Jefri Bale, Komisaris PT Timor Media Grafika, Ira Godho, Pemred Pos Kupang Dion DB Putra, serta para wakil rektor dan Kepala Biro para tokoh termasuk insan pers. Nampak hadir tiga orang penulis buku, masing-masing Alfons Nedabang, Novemy Leo dan Mathilde Dhiu.

Momentum itu tidak hanya sekedar peluncuran buku yang diterbitkan oleh Kompas Gramedia ini, melainkan dibarengi dengan bedah buku yang dilakukan oleh dua akademisi masing-masing Rektor Universitas Artha Wacana (UKAW), Prof. Godlief Neonufa dan Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), Dr. Ahmad Atang. Dion D.B Putra sebagai editor pun hadir saat itu.

Baca Juga  52 Tahun ATK Hadir, Esthon Sentil Peran Besar El Tari dan Mantan Menteri PU

Mengawali sesi, Prof Maxs ketika menyampaikan isi hatinya menegaskan, dia mendapatkan penghargaan jauh dari apa yang dia bayangkan. Untuk diketahui, buku tentang kisah perjalanan hidup mantan Rektor Undana ini dipersembahkan sebagai kado istimewa dari Undana dan Pos Kupang untuk Prof. Maxs Sanam atas banyak karyanya selama memimpin Undana.

Kisah hidup Maxs Sanam sejak kecil berjualan kue, tidak bisa membaca hingga menjadi rektor dan guru besar menginspirasi kita semua. Selama empat tahun memimpin, Prof. Maxs Sanam membawa Undana naik level dengan status Universitas Unggul.

BERSAMA. Rektor Undana Prof Jefri Bale bersama para wakil rektor dan kepala biro, menyerahkan pigura ke Prof Maxs Sanam.
Foto: Mediator

“Saya mendapat penghargaan jauh dari apa yang saya bayangkan. Terimakasih Pak Rektor dan teman-teman dari Kerjasama yang didukung para narator. Ini satu hadiah besar yang saya terima di ujung pengabdian saya. Terimakasih Undana dan juga Pos Kupang,”ungkap Prof Maxs yang pada kesempatan itu, membuka lembar demi lembar masa kecilnya.

Baca Juga  Alumni Faperta Wujudkan “Undana Berdampak”, Jadi Pionir IoT Pertanian Lahan Kering Pertama di NTT

Saat di masa sulit itu, dia menjadi seorang anak yang tak sepenuhnya menghabiskan waktunya untuk bermain. Namun bermain sambil berjualan kue dan es lilin.

“Saya berharap kisah yang ditulis ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak muda yang mungkin karena keterbatasan ekonomi, seolah-olah mereka tidak memiliki harapan. Agar mereka bisa bekerja keras, bekerja cerdas serta berdoa agar nantinya bisa meraih cita-cita dan harapan tertinggi,”tegasnya mengutip pesan Nelson Mandela ‘Melalui pendidikan, senjata paling ampuh yang dapat Anda gunakan untuk mengubah dunia’.

Namun perubahan diri menurut Prof Maxs haruslah dilakukan lebih dahulu sebelum merubah dunia.

“Ini potret yang ada dalam buku saya,”pungkasnya.

Moment itu ditandai dengan penyerahan sebuah pigura besar oleh Rektor Prof Jefri Bale bersama tiga wakil rektor masing-masing Prof Dr. drh Annytha I.R. Detha, M.Si (Warek I Bidang Akademik), Prof Dr.Drs. Paul G. Tamelan, M.Si (Warek II Bidang Umum dan Keuangan) serta Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc (Warek III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni) serta Kepala Biro Perencanaan dan Humas, Jefri Adoe dan Ollien Manggol. Prof Maxs yang menerima pigura itu tersenyum sembari berterimakasih atas kejutan-kejutan itu. (stenly)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan