Prof Intiyas Utami: Bangun Ketahanan Pangan Melalui Kolaborasi

INFO UKSW1216 Dilihat

Salatiga (MEDIATOR)– Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Prof. Intiyas Utami, menegaskan peran strategis FPB sebagai bagian dari pilar ketahanan pangan nasional. “Kami mengajak seluruh civitas academica untuk berpikir di luar kotak dan menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. FPB telah menunjukkan komitmennya melalui riset dan policy brief yang menjadi masukan bagi pemerintah daerah dan provinsi,” ujarnya. Selain itu, program Agromart yang dikelola FPB turut mendukung petani lokal dengan membantu pemasaran produk mereka agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Dalam momentum Ibadah Syukur Dies Natalis ke-58 Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW, DI Balairung UKSW, Senin (24/2/2025), Rektor Intiyas juga mengajak seluruh civitas academica untuk terus bersaksi melalui karya nyata.

Rektor UKSW, Prof Intiyas Utami saat penyerahan cinderamata pada Ibadah Senin dalam Nuansa Syukur Dies Natalis ke-58 FPB, Senin (24-2-2025).
FOTO: UKSW

“Hakikat kita sebagai orang Kristen adalah mengasihi dan melayani, termasuk dengan memberikan solusi atas persoalan ketahanan pangan. UKSW memiliki panggilan untuk melayani daerah-daerah 3T dan menjangkau masyarakat miskin serta kelompok disabilitas,”tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan dan meminimalkan pemborosan pangan sebagai bentuk tanggung jawab moral.

“Saya menginstruksikan agar setiap acara di UKSW tidak menyisakan makanan yang terbuang. Mari kita wujudkan budaya peduli lingkungan melalui gerakan memilah sampah dan mengurangi penggunaan bunga papan dengan menggantinya menjadi tanaman dalam pot,”ajaknya.

Baca Juga  Seorang Creative Minority UKSW, Peraih IPK Tertinggi Ini Pernah Mengajar di Amarasi

Mengakhiri sambutannya, Rektor Intiyas mengucapkan selamat ulang tahun kepada FPB. “Semoga semangat ‘Bergerak, Bertumbuh, Berdampak’ senantiasa menginspirasi FPB untuk melahirkan inovasi-inovasi yang membawa perubahan nyata bagi pertanian Indonesia,” tutupnya.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 63 program studi di jenjang D3 hingga S3. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Melalui Dies Natalis ke-58 FPB, UKSW mengukuhkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-2 tanpa kelaparan, SDGs ke-4 pendidikan berkualitas, SDGs ke-9 industri, inovasi, dan infrastruktur, SDGs ke-12 konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDGs ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan. (RLS/HUMAS-UKSW/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan