Kupang (MEDIATOR)–Walikota Kupang, dr Christian Widodo menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kini siapa saja masyarakat kota Kupang tidak boleh ditelantarkan apalagi sampai ditolak karena kendala administrasi seperti belum membayar jaminan kesehatan (BPJS), ataupun ketiadaan administrasi kependudukan lainnya.
“Ini hasil kontemplasi saya sejak dulu, saat masih di awal menjadi dokter. Suatu saat nanti, tidak boleh ada orang yang meninggal karena administrasinya masih diurus. Saya tidak mau lagi orang susah yang datang ke rumah sakit tapi kita masih mau cari kartu. Setelah terpilih kemarin, saya duduk bersama dengan kaka wakil (wakil walikota) dan kita desain dana pengamanan Rp 3 miliar setiap tahun,”tegas Walikota Chris Widodo, Jumat (1/8) petang dalam sambutannya ketika Sosialisasi Dana Pengaman Kesehatan Layanan Kegawatdaruratan di RSUD SK Lerik. Rupanya janji imannya itu terbayar ketika dia secara resmi meluncurkan program dana pengaman kesehatan.
Hadir saat itu, Pj Sekda Kota Kupang, Ignatius Lega, Ketua Komisi Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, Ketua TP PKK Kota Kupang, dan seluruh unsur Forkopimda, camat, lurah dan undangan lainnya.
Masih di momentum perayaan HUT RSUD S.K Lerik ke-15 itu, politisi PSI itu menambahkan, dana pengaman kesehatan ini diperuntukkan bagi mereka yang dalam kondisi kritis, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) namun tidak memiliki kendala administrasi. Dan dengan demikian maka siapapun serta dari manapun, ketika tiba di IGD, tidak boleh ada alasan untuk menolaknya.
“Mereka harus segera ditolong. Kadang kita masih terpaku pada mekanisme lama, menanyakan administrasinya sedangkan dia sedang bertaruh nyawa,”ujar mantan anggota DPRD NTT yang kini dipercaya PSI sebagai dewan pengawas partai tingkat pusat itu.
Dia menyebut, mungkin ada pasien yang mengalami kendala seperti rumahnya terbakar atau terkena banjir sehingga administrasi kependudukannya ikut rusak.
“Karena itu kita hadirkan program ini untuk mereka yang benar-benar gawat darurat dan juga punya kendala administrasi. Layanan ini juga bukan untuk yang batuk pilek ya…,”ujarnya disambut tawa.
Karena itu orang nomor satu di Kota Kupang ini meminta kepada siapa saja yang sedang dalam kondisi kritis dan membutuhkan pelayanan kesehatan agar bisa memanfaatkan layanan tersebut.
“Datang saja, nanti setelah sembuh baru urus administrasi,”pungkasnya. (BOY)






