‘Matahari Dalam Tanah’, Film Dokumenter yang Penting, Layak Ditonton

Ekonomi58 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)--‘Matahari Dalam Tanah’, sebuah film dokumenter, resmi diluncurkan Minggu (1/3/2026) malam di Palacio Room Aston Hotel Kupang. Film yang seluruh pemeran maupun tokoh di belakang layarnya adalah putra-putri NTT ini mengisahkan tentang perjalanan seorang gadis remaja untuk mengetahui informasi mengenai energi panas bumi di tanah Flores.

Film yang dipersembahkan dipersembahkan Tribun EO bersama PLN UPP Nusra 3, dan Pos Kupang ini diperankan oleh Maria Scolastika Maunino sebagai Mira, seorang mahasiswi asal Suku Dalam Atadei-Lembata yang merasa terganggu akan adanya perbedaan argumentasi di masyarakat tentang kehadiran proyek Geotermal. Dalam perjalanannya sebagai seorang gadis remaja, dia ingin agar daerahnya maju, hanya selentingan informasi mengenai pro dan kontra inilah yang menantangnya untuk masuk lebih jauh mendalami informasi.

Sebagai pemeran utama, Mira sangat menjiwai karakternya, apalagi didukung para pendukung seperti Vinsensius Nuba (Kepala Desa Nubahaeraka), Agustina Tuto (ibu Mira) dan Damasus Taru (ayah Mira) selaku pemeran pembantu.

Hebatnya sutradara mengatur alur ceritra membuat film dokumenter ini sangat layak untuk ditonton oleh siapapun yang belum mengerti apa itu Geotermal dan manfaatnya bagi masyarakat. Tak hanya itu, film ini pun membedah kondisi riil energi panas bumi di Flores dan bagaimana dampak positifnya jika dikelola.

Baca Juga  Berkinerja Baik, Bank NTT Dianugerahi Dua Penghargaan dari Bank Indonesia

Berdurasi 1 jam 7 menit, film ini sarat pesan yang langsung dipahami sekali tonton. Karena merupakan perpaduan antara karya jurnalistik dengan karya seni perfilm-an yang dikemas apik dalam bentuk film dokumenter.

Kisah Mira diawali dengan cerita tentang Mira, seorang mahasiswi dari Kabupaten Lembata, yang mencari jawaban tentang Proyek Geothermal yang akan dibangun di kampung halamannya. Mengapa harus ada pro-kontra, apa manfaat proyek geothermal, dan mengapa masyarakat ragu menerima kehadiran proyek geothermal?

Seperti dilansir TeropongNTT.com, kemudian berangkat ke Kabupaten Manggarai untuk mendapatkan informasi tentang proyek geothermal PLTP Ulumbu, pembangkit listrik tenaga panas bumi yang pertama dibangun PT PLN (Persero) di wilayah Provinsi NTT. Dari tempat ini, diperoleh fakta kalau ternyata proyek geothermal PLTP Ulumbu berjalan baik dan membawa manfaat bagi warga sekitar serta energi Listrik yang dihasilkan justru menopang kebutuhan listrik masyarakat di Pulau Flores.

Warga sekitar pun menerima keberadaan proyek geothermal PLTP Ulumbu dan merasakan adanya manfaat. Selain itu, tokoh adat dan warga setempat juga menyebut kalau kehadiran PLTP Ulumbu justru membawa terang dan manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Ada bantuan pemberdayaan ekonomi masyarakat dari PLN, bahkan ada yang diterima bekerja sebagai pegawai di PLTP tersebut. Ada harapan bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik, berkat kehadiran proyek geotermal.

Baca Juga  Fahmi Abdullahi Tak Lelah Menebar Kebaikan, Berbagi Kasih dengan Anak Panti dan Lansia di 10 Th Jabalmart Atambua

Dari PLTP Ulumbu di Manggarai, gadis bernama Mira itu lalu pergi ke proyek geothermal di PLTP Mataloko, Kabupaten Ngada. PLTP Mataloko merupakan proyek geothermal kedua setelah PLTP Ulumbu, yang dibangun pemerintah melalui PT PLN (Persero). Di PLTP Mataloko ini, proyek geothermal masih sementara dibangun.

Munculnya manifestasi panas bumi di dekat lokasi pengeboran proyek geothermal sempat membuat warga sekitar cemas, namun ternyata itu merupakan hal biasa dan tidak harus ditakutkan. Bahkan, warga sekitar menyambut baik kehadiran proyek geothermal PLTP Mataloko tersebut. Tokoh adat dan warga sekitar mengaku bangga dengan kehadiran proyek geothermal di wilayah mereka.

Setelah mendapatkan banyak penjelasan, baik dari para warga dan tokoh adat sekitar proyek geothermal, serta pihak pemerintah termasuk Bupati dan Kepala Kantor Pertanahan di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Ngada, Mira pun kemudian kembali ke kampung halamannya di Atadei.

Dia menyimpulkan, kalau hal yang paling penting dalam kaitan dengan pro-kontra pembangunan proyek geothermal, adalah perlunya mendengar penjelasan tentang proyek tersebut. Tentang manfaat kehadiran proyek geothermal, tentang sistem kerja dan tahapan pelaksanaan proyeknya, tentang proses pembebasan tanah di lokasi proyek, tentang isu ancaman terhadap kerusakan lingkungan, dan banyak hal lainnya.

Baca Juga  PLN UIP Nusra Silaturahmi dengan BPN dan Forkopimda Manggarai Bahas Rencana Pengadaan Tanah PLTP Ulumbu 5-6

Semuanya harus didengar, dan PT PLN (Persero) bersama pihak ketiga sebagai pelaksana lapangan, haruslah memberi penjelasan yang membuat warga sekitar paham. Karena sesungguhnya yang dirasakan masyarakat bukanlah menolak, tetapi masih bingung dengan kehadiran proyek geothermal. Padahal manfaatnya sangat besar sebagai sumber energi baru terbarukan, serta manfaat ikutan lainnya.

Acara launhcing film ini dihadiri Senior Manager PLN UIP Nusa Tenggara (Nusra) Bruli Victor Tarigan, Senior Manager Transmisi & Distribusi PLN UIW NTT Suparje Wardiyono, Manager PLN UPP Nusra 3 Agung Triwibowo, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., Asisten Intelijen Kejati NTT Muhammad Ahsan Tamrin, dan pejabat pemerintah lainnya. Sementara

Selain itu, juga dihadiri Pemimpin Redaksi Pos Kupang Dion D.B Putra, General Manager PT Timor Media Grafika, Margaretha Iin Wahyuningrum, pemeran utama film dokumenter Maria Sholastika Maunino, serta Pimpinan Tribun EO Kupang, dan para undangan lain serta awak media. Peluncuran fil ini didahului dengan buka puasa bersama penuh kekeluargaan. Film ini lahir atas kreasi Executive Producer: Tanto Bisilisin, Produser: Clara Marly, Direktor: Faldo Lango, Scrip Watter: Clara Marly, Camera Person: Stenly Dillak, Editor: Faldo Lango, Music Scoring: Ady Lelan, dan sebagai Grafic Designer: Tedy Diaz. (NET/TeropongNTT.com/BOY)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan