Kupang (MEDIATOR)—Karang Taruna Kota Kupang, di penghujung tahun 2022 ini meluncurkan sebuah program baru. Yang diberi nama ‘Bhakti untuk Negeri’. Program ini diluncurkan Penjabat Walikota Kupang, George M. Hadjoh pada 4 November 2022 kemarin, bertepatan dengan perayaan Bulan Bhakti Karang Taruna ke-62 tingkat Kota Kupang.
Hadir saat itu Kapolres Kupang Kota, Kombes Pol Rishian Krishna B, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodwyk Djungu Lape, Ketua Karang Taruna Kota Kupang, Stenly Boymau, serta para pimpinan dinas, camat dan lurah di Kota Kupang. Ikut hadir pejabat dari Dinas Sosial NTT, juga ketua Karang Taruna NTT, Wildrian Ronald Otta serta para ketua Karang Taruna kelurahan se-Kota Kupang dan pejabat lainnya.

Foto: Dok
Ketua Karang Taruna Kota Kupang, Stenly Boymau dalam sambutannya di awal kegiatan menjelaskan apa itu program Bhakti Untuk Negeri. “Sejatinya ini adalah program yang lahir dari rasa peduli kami, kader Karang Taruna Kota Kupang terhadap kondisi riil di masyarakat, yakni ketika musim hujan, banyak warga yang terkena Malaria,”tegas Stenly menambahkan, mekanisme program ini yakni, pihaknya menyiapkan paket-paket serbuk abate yang nantinya akan dibagikan secara gratis kepada warga kota.
“Jadi bagi warga yang membutuhkan abate, silahkan menghubungi kami di nomor kontak 081-237-81328 atau langsung ke pengurus Karang Taruna Kelurahan setempat dan mereka yang akan berkoordinasi dengan kami pengurus kota untuk mempermudah distribusi. Semuanya gratis,”tegas Stenly.
Sementara masih dalam program yang sama, Karang Taruna Kota Kupang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk melayani fogging/pengasapan pada titik-titik yaang rawan Malaria. “Mekanismenya, data pasien yang terkena Malaria akan kami minta dari Puskesmas dan juga Dinas Kesehatan sehingga bersama-sama dengan petugas Dinkes, kami melakukan aksi fogging,”tegas Stenly. Beberapa saat yang lalu, kegiatan fogging sudah dilakukan dan wilayah yang disasar adalah zona merah Malaria.
Penjabat Walikota Kupang, George M. Hadjoh menyambut positif kegiatan ini. Bahkan dia mensupport agar tidak saja Malaria yang disasar melainkan Karang Taruna Kota Kupang pun berkontribusi pada upaya menekan angka stunting dan ketersediaan pangan dalam wilayah Kota Kupang. Hal ini ditegaskannya, mengingat ancaman resesi pada tahun 2023 mendatang. Sehingga upaya-upaya untuk menanami lahan tidur dengan tanaman kelor, aneka sayur-sayuran dan tanaman potensial lainnya segera dilakukan. (BOY)






