KADIN NTT Dukung Pembangunan SPBE Bolok, Harga Elpiji Bakal Jauh Lebih Murah

Ekonomi1304 Dilihat

Kupang (MEDIATOR)–Kehadiran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di NTT sangat dinanti sejak lama. Karena akan berdampak positif tidak saja pada ketersediaan elpiji melainkan juga pada harga. Harga elpiji akan jauh lebih murah lagi sehingga bisa dinikmati oleh banyak orang.

Demikian penegasan Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto. Kepada Mediatorkupang.com di Kupang, Senin (3/2/2025), Bobby menegaskan “Kita harus mendukung sepenuhnya SPBE ini. Kenapa, supaya kita ketahui bahwa sampai hari ini harga elpiji di pasar itu mahal. Itu karena itu didapat dari jawa.”

Mahalnya elpiji karena semua tangki elpiji dikirim ke Jawa, lalu setelah diisi barulah dipulangkan.

“Ini yang membuat sehingga harga Elpiji di pasaran jadi mahal. Kita tau elpiji juga dipakai oleh UMKM untuk berbagai produk seperti gorengan dan sebagainya sedangkan minyak tanah semakin kurang.

Baca Juga  Caketum HIPMI Usack Benu Fasilitasi HIPMI se-NTT Kerjasama dengan Bank NTT

Nah dengan adanya elpiji, kita juga dapat subsidi hijau sehingga kita akan sangat dimudahkan. Apalagi harganya hanya belasan ribu saja,”tegas Bobby.

Dia memberi apresiasi kepada Direktur PT Nusa Mina Gas, Alain Niti Susanto yang sudah berkontribusi lebih pada pembangunan NTT sehingga melakukan peletakan batu pertama SPBE PT Nusa Mina Gas di Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang pada 27 Januari 2025 lalu.

“Tolong sampaikan, kita sangat mendukung SPBE ini dan dengan dibangunnya SPBE maka harga elpiji tentu lebih murah, bahkan sama dengan di Jawa. Untuk itu kita harus dukung karena akan sangat berdampak pada pasar, seperti UMKM, resto, warung-warung dan sebagainya,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Alain Niti Susanto menjelaskan, progress pembangunan SPBE di Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang mengalami banyak kemajuan.

Baca Juga  Polemik Stasiun Pengisian Bulk Elpiji Bolok Berakhir, Pj Bupati Kupang Letakkan Batu Pertama dan Siap Beroperasi
Seremoni peletakan batu pertama pembangunan SPBE di Bolok, 27 Januari 2025.
Foto: dok

Peletakan batu pertama saat itu dihadiri Penjabat Bupati Kupang, Alekson Lumba, Camat Kupang Barat, Ketua Majelis Jemaat Elim Bolok, Kasat Intel Polres Kupang, Danramil 06 Batakte, Kepala Desa Bolok, Ketua BPD Bolok, Ketua Adat Desa Bolok dan warga setempat. Sebelumnya, pembangunan SPBE PT Nusa Mina Gas ini diberitakan oleh sejumlah media, ada penolakan dari warga RT 17/ RW 08, Dusun 5 (Kolana), Desa Bolok.

Diakui sebelumnya memang ada pro kontra tapi itu wajar, pihaknya hanya membangun stasiun pengisian sehingga tidak butuh kajian AMDAL melainkan hanya UKL-UPL saja.

“Beda kalau kami membangun industri berat yang akan menghasilkan limbah, itu baru butuh AMDAL. Ini hanya stasiun pengisian gas saja,”tambahnya.

Baca Juga  Gubernur Laiskodat: Nasionalisme Harus Dibuktikan dengan Mencintai Produk UMKM

Pihaknya pun berterimakasih kepada semua pihak yang sudah berkontribusi positif sehingga saat ini pembangunam terus berjalan. Tak lama lagi, SPBE ini sudah berfungsi sehingga mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar, para pedagang dan juga pemerintah karena akan mendatangkan PAD bagi daerah.

“Selama ini kita kirim pake kontainer ke Jawa sehingga ongkosnya mahal. Dengan hadirnya SPBE ini harga elpiji bakal lebih murah lagi. Kita bisa menekan harga jual jadi Rp. 30.000 sampai Rp 40.000 per tabungnya. Lagipula selama ini ada biaya lain, pajak atas penebusan gas yang kita bayarkan itu, masuk ke provinsi lain. Nah jika pengisiannya disini tentu pajaknya dibayar disini sehingga mendatangkan PAD bagi Provinsi NTT,”tegasnya. (Stenly boymau)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan